Pantai Papuma dan Wisata Alam Menarik di Kabupaten Jember

Pantai Papuma dan Wisata Alam Menarik di Kabupaten Jember
info gambar utama

Jika merencanakan perjalanan liburan ke daerah Jawa Timur, sebagian orang mungkin langsung terpikir Surabaya atau Malang dan wisata Batunya. Meski keduanya memang memiliki berbagai macam objek wisata yang selalu ramai dikunjungi wisatawan dari berbagai kota, nyatanya masih ada daerah lain di Jawa Timur yang juga tak kalah menarik untuk dikunjungi yaitu Kabupaten Jember.

Meski mungkin belum setenar Surabaya dan Malang, pesona alam Jember pun bisa membuat siapa saja terpesona dengan keindahannya. Di sana terdapat kekayaan potensi wisata mulai dari alam, kuliner, budaya, dan sejarah yang belum banyak diketahui masyarakat luas, terutama yang berada di luar Pulau Jawa.

Untuk mengenali potensi wisata di Jember, berikut beberapa daftar tujuan wisata yang bisa dikunjungi:

Pantai Pasir Putih Malikan

Pantai Pasir Putih Malikan atau juga biasa disebut Papuma berada di Desa Lojejer, Kecamatan Wuluhan. Lokasinya berada di belakang sebuah bukit sehingga pemandangannya menjadi lebih memesona. Di sepanjang pantai pun terdapat hamparan pasir putih disertai bebatuan karang dengan ukuran yang beragam dan ada beberapa gazebo untuk bersantai menikmati suasana.

Keberadaan pantai ini tentunya tak lepas dari cerita masyarakat setempat yang menyatakan bahwa Pantai Papuma merupakan wilayah kekuasaan Ratu Nyi Roro Kidul sebagai penguasa pantai selatan. Banyak yang percaya jika pengunjung dilarang ke pantai ini dengan menggunakan pakaian berwarna hijau.

Dari kawasan pantai, pengunjung juga bisa naik puncak bukit bernama Siti Hinggil Papuma. Dari atas sana, kita bisa menikmati pemandangan pantai, lautan, dan sekitarnya dari ketinggian. Bahkan, pengunjung juga bisa berkemah di dekat pantai untuk merasakan sensasi bermalam ditemani deburan ombak.

Taman Nasional Alas Purwo Kembali Menyambut Kunjungan Wisatawan Mulai 13 September 2021

Taman Nasional Meru Betiri

Taman Nasional (TN) Meru Betiri awalnya merupakan kawasan hutan lindung yang dikelola oleh pemerintah Hindia Belanda sejak tahun 1931-1938. Namun, kemudian pada tahun 1972 statusnya berubah menjadi suaka margasatwa untuk harimau Jawa dan mulai diresmikan sebagai taman nasional pada tahun 1997.

TN Meru Betiri memiliki lima ekosistem, yaitu hutan pantai, hutan payau, hutan hujan tropika, hutan rawan, dan reofit. Di sana terdapat ratusan flora dan fauna, termasuk yang masuk kategori endemik, seperti macan tutul banteng, kijang, burung merak, elang Jawa, kukang, lutung Jawa, dan penyu.

Berkunjung ke taman nasional tentu kurang seru bila tak menjelajahinya dan bertualang di kawasan hutan. Bila tidak yakin untuk berkeliling taman secara mandiri, tak ada salahnya meminta ditemani oleh pemandu wisata agar perjalanan lebih nyaman dan aman. Pengunjung juga bisa naik mobil khusus yang akan melewati sungai.

Tak selalu soal hutan, di taman nasional ini pun terdapat pemandangan pantai dan sungai yang masih asri. Anda pun bisa menikmati kawasan sungai dengan mendayung kano.

Danau Pading, Eks Tambang Timah yang Jadi Destinasi Wisata Populer Kala Pandemi

Agrowisata tembakau dan pembuatan cerutu

Berwisata ke Jember jangan lupa untuk mengunjungi agrowisata tembakau diKantor PTPN XI dan TTN Kabupaten Jember. Jember sendiri sejak lama memang dikenal sebagai penghasil tembakau tebesar. Tak heran bila di sana banyak lahan yang ditanami pohon-pohon tembakau dan tentunya banyak pabrik besar yang bergerak di bidang tembakau.

Tak hanya tembakau mentah, beberapa pabrik juga mengolahnya menjadi rokok atau cerutu. Bahkan, penjualannya sudah menembus pasar internasional.

Datangi Kampung Kayutangan Malang, Lompati Waktu ke Zaman Kolonial Belanda

Kawasan Puncak Rembangan

Kawasan Puncak Rembangan menawarkan pemandangan serupa dengan Puncak Bogor. Di sana, pengunjung bisa menikmati indahnya pemandangan kota dari ketinggian, lengkap dengan udara yang sejuk. Tak banyak kegiatan yang bisa dilakukan di sana selain menikmati suasana dan berfoto-foto. Namun, untuk yang memang ingin bersantai menghirup udara segar, tempat ini bisa jadi pilihan yang tepat.

Biasanya pada pagi hari banyak orang mengunjungi kawasan ini untuk berolahraga. Namun, ramai pula di malam hari untuk menikmati panorama sekitar. Di kawasan tersebut pun ada pemandian yang biasa jadi destinasi pilihan keluarga. Di sekitar pemandian dikelilingi pepohonan tinggi yang membuat suasananya semakin asri dan menyegarkan mata.

Pantai Watu Ulo

Pantai Watu Ulo berada di Desa Sumberejo, Kecamatan Ambulu. Dalam Bahasa Jawa, watu ulo berarti batu ular. Nama tersebut diberikan konon karena adanya susunan batu panjang yang menjorok ke pantai dengan bentuk serupa ular. Bahkan, ada mitos yang beredar bahwa batu-batu tersebut merupakan bagian dari penghuni pantai selatan pada masa lalu dengan bentuk ular raksasa.

Jika Anda tertarik untuk membaca tulisan Dian Afrillia lainnya, silakan klik tautan ini arsip artikel Dian Afrillia.

DA
MI
Tim Editor arrow

Terima kasih telah membaca sampai di sini