Berenang Bersama Pari Manta dan Melepas Penyu di Pulau Sangalaki

Berenang Bersama Pari Manta dan Melepas Penyu di Pulau Sangalaki
info gambar utama

Pulau Kalimantan memang dikenal memiliki surga wisata tersembunyi. Di sana terdapat beberapa pulau kecil yang menawarkan keindahannya masing-masing. Rasanya tak cukup waktu satu-dua hari untuk menjelajahi tempat-tempat menarik di pulau tersebut.

Dari sekian banyak pulau yang menarik untuk didatangi, salah satunya adalah Pulau Sangalaki di Kepulauan Derawan, Berau, Kalimantan Timur.

Ya, Derawan sendiri memang sudah populer di kalangan wisatawan yang menyenangi kegiatan liburan di alam. Beda dari Bali yang cenderung ramai, pulau-pulau di Kepulauan Derawan cenderung masih sepi dan menawarkan suasana yang lebih tenang. Bahkan, bila datang pada momen non-liburan, Anda bisa merasakan sensasi melancong serasa di pulau pribadi.

Pulau Sangalaki menempati lahan seluas 15,9 hektare dan terkenal sebagai pulau kecil tak berpenghuni yang memesona. Panorama alamnya memang begitu memanjakan mata. Bila sedang berlibur ke Kepulauan Derawan, para wisatawan biasanya mampir ke pulau ini dalam sekali perjalanan.

Berikut beberapa daya tarik Pulau Sangalaki yang akan membuat siapa saja ‘terhipnotis’ dengan keindahannya:

Pantai pasir putih dan pemandangan satwa liar

Pulau Sangalaki memiliki pantai dengan pasir putih selebar 12-15 meter. Pasir putihnya begitu bersih dan halus, ditambah dengan garis pantai yang landai sehingga nyaman untuk berenang atau sekadar bermain air. Bahkan, hanya bersantai menikmati pemandangan pun, Anda akan betah berlama-lama di pulau ini.

Karena pulaunya kecil, dalam waktu 30 menit saja pengunjung sudah bisa mengelilingi Sangalaki. Setelah puas menikmati pesona pantai, Anda bisa menyaksikan berbagai satwa liar yang menghuni pulau tersebut. Mulai dari biawak, elang bondol, ketam kelapa, burung gosong Filipina, kuntul karang, dan burung laut lain.

Pesona Danau, Teluk, dan Sungai di Indonesia dengan Perairan Jernih Sebening Cermin

Berenang bersama pari manta

Ikan pari manta merupakan salah satu spesies ikan pari terbesar di dunia. Ukuran tubuhnya dari ujung sirip satu ke sirip lainnya bisa mencapai 8 meter. Bahkan, ada laporan yang mengatakan lebar pari manta hingga 9 meter. Beratnya pun mencapai 3 ton.

Ciri khas ikan pari manta adalah sepasang ‘tanduk’ di dekat mulutnya dan memiliki otak yang lebih besar sehingga dianggap lebih cerdas dari pari lain. Di dalam mulutnya, terdapat setidaknya 300 gigi kecil berbentuk pasak dan tersembunyi di bawah kulit. Warna manta bervariasi, mulai dari hitam, biru keabu-abuan, cokelat, hingga hampir putih.

Di Indonesia, salah satu tempat untuk melihat langsung pari manta adalah Pulau Sangalaki. Selama ini, pari manta memang jadi primadona di kalangan para penyelam untuk bisa menyaksikan hewan besar tersebut dari dekat bahkan bisa berenang bersama di laut lepas.

Meski bukan satu-satunya titik penyelaman untuk melihat pari manta, nyatanya hampir sepanjang tahun, para penyelam bisa melihat ikan tersebut di perairan. Ini karena di Pulau Sangalaki terdapat banyak cleaning station, tempat ikan pari manta membersihkan tubuhnya.

Tak hanya itu, pari manta juga bisa ditemukan dalam jumlah lebih banyak di bagian timur pantai, yaitu Manta Avenue, Manta Parade, dan Manta Run. Di titik-titik tersebut, pari manta biasanya mudah terlihat secara berkelompok hingga 20 ekor sedang mencari makanan berupa plankton.

Meski penasaran ingin melihatnya langsung, tetaplah ingat untuk tidak mengusik keberadaannya. Sebab, ikan pari manta sendiri merupakan spesies dilindungi berdasarkan CITES (Convention on International Trade in Endangered Species of Wild Fauna and Flora) pada tahun 2013.

Danau Pading, Eks Tambang Timah yang Jadi Destinasi Wisata Populer Kala Pandemi

Titik penyelaman

Sepanjang tahun, Pulau Sangalaki dikunjungi para penyelam dari seluruh dunia. Ada beberapa diving spot paling populer di kawasan ini, antara lain Channel Entrance, Coral Gardens, Turtle Town, Sandy Ridge, Manta Run, Sherwood Forest, Manta Parade, Eel Ridge, Lighthouse, Manta Avenue, dan The Rockies.

Untuk melakukan penyelaman dan menjelajahi taman bawah lautnya, tentunya Anda harus memiliki lisensi diving resmi. Namun tak perlu khawatir, karena penyelam pemula pun bisa tetap menikmati perairan di Pulau Sangalaki dengan didampingi langsung oleh penyelam profesional, dan penyelaman dibatasi hingga sampai 8 meter.

Bahkan, hanya sebatas snorkeling atau menyelam di permukaan laut saja, Anda sudah bisa puas melihat berbagai biota laut dan tetap bisa menyaksikan keberadaan pari manta.

Pantai Papuma dan Wisata Alam Menarik di Kabupaten Jember

Melepas penyu

Penyu di Pulau Sangalaki | @Sony Herdiana Shutterstock
info gambar

Pemandangan berupa penyu naik ke daratan untuk bertelur menjadi momen yang ditunggu-tunggu para wisatawan di Pulau Sangalaki. Setiap tahunnya, dikabarkan lebih dari 3.700 penyu datang ke pulau pada malam hari untuk menggali sarang di pasir dan bertelur.

Di Pulau Sangalaki, terdapat penyu hijau (Chelonia mydas) dan penyu sisik (Eretmochelys imbricata). Menurut penjelasan Polisi Hutan Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Kalimantan Timur, penyu biasa muncul pada malam hari mulai pukul 19.00-03.00 WITA karena ia sangat sensitif terhadap cahaya, suara, dan bayangan benda bergerak.

Wisatawan sebenarnya diperbolehkan melihat pemandangan penyu bertelur sampai melepaskannya kembali ke lautan. Namun, perlu diingat untuk tidak menganggunya dengan menyalakan ponsel dan membuat suara serta pergerakan yang mengusik.

Jika Anda tertarik untuk membaca tulisan Dian Afrillia lainnya, silakan klik tautan ini arsip artikel Dian Afrillia.

DA
MI
Tim Editor arrow

Terima kasih telah membaca sampai di sini