Deretan Olahraga Asli Indonesia yang Tampil di PON XX Papua 2021

Deretan Olahraga Asli Indonesia yang Tampil di PON XX Papua 2021
info gambar utama

Pekan Olahraga Nasional XX (PON XX) akan segera dimulai pada 2-15 Oktober 2021 mendatang. Kali ini, Papua akan menjadi tuan rumah. Hal tersebut merupakan sejarah baru bagi PON karena untuk pertama kalinya wilayah Timur Indonesia menjadi tempat pelaksanaan ajang olahraga multicabang tingkat nasional ini.

Sejak PON dilaksanakan pertama kali pada 1948, Jakarta merupakan provinsi yang paling sering menjadi tuan rumah, yaitu sebanyak sembilan kali. Kemudian, diikuti Jawa Barat dan Jawa Timur yang pernah menjadi tuan rumah sebanyak dua kali.

Sebagai penyelenggara, Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) mengatakan kesiapan venue PON XX Papua sudah hampir 100 persen. Ketua Umum KONI Pusat, Marciano Norman, mengatakan pihaknya telah memastikan seluruh aspek pendukung dari sektor keamanan, kesehatan, hingga akomodasi berjalan dengan baik untuk kesuksesan ajang olahraga terbesar di Indonesia itu.

Daftar Olahraga Asli Indonesia di PON | Goodstats/Angel
info gambar

Nantinya, PON XX akan dilaksanakan di empat venue yaitu Kota Jayapura, Kabupaten Jayapura, Kabupaten Merauke, dan Kabupaten Mimika. Kemudian, sekitar 6.400 atlet akan memperebutkan 1.783 medali dari 37 cabang olahraga (cabor), 56 disiplin cabor, dan 681 nomor pertandingan/perlombaan.

Dari 56 disiplin cabor tersebut, terdapat beberapa olahraga asli Indonesia yang dipertandingkan. Ketiga cabor tersebut di antaranya Tarung Derajat, Pencak Silat, dan Pacu Jalur.

Menilik Kemegahan Stadion Lukas Enembe Papua yang Jadi Venue PON XX

1. Tarung Derajat

Tarung Derajat | PB KODRAT
info gambar

Tarung Derajat merupakan seni bela diri dari Indonesia yang diciptakan oleh Achmad Dradjat. Melansir Detikcom, Dradjat menjelaskan bahwa tarung derajat adalah ilmu, tindakan moral, dan sikap hidup yang memanfaatkan kemampuan daya gerak otot, otak, dan nurani secara realistis dan rasional.

Bela diri ini berfokus pada upaya penguasaan dan penerapan lima daya gerak moral, yaitu kekuatan, kecepatan, ketepatan, keberanian, keuletan pada sistem ketahanan dan pertahanan diri yang agresif dan dinamis.

Penerapannya dilakukan pada bentuk-bentuk gerakan pukulan, tendangan, tangkisan, bantingan, kuncian, hindaran, dan gerakan anggota tubuh penting lainnya.

Pada 1997, tarung derajat resmi menjadi anggota KONI Pusat ke-53 dengan kepengurusan bernama Pengurus Besar Keluarga Olahraga Tarung Derajat (PB KODRAT).

Tak hanya itu, pada tahun 2000, tarung derajat juga sudah dipertandingkan di PON, Pekan Olahraga Pelajar Nasional (POPNAS), dan Pekan Olahraga Mahasiswa Nasional (POMNAS). Kini, tarung derajat digunakan sebagai latihan bela diri dasar oleh TNI dan Polri serta masuk dalam kurikulum resmi Taruna Sekolah Tinggi Ilmu Intelijen Negara (STIN).

Nantinya, tarung derajat akan dilaksanakan di venue Kabupaten Mimika.

Masyarakat Papua Mendukung Pelaksanaan PON XX

2. Pencak Silat

Pencak silat di Pagar Nusa, Purwokerto, Jawa Tengah | Shutterstock/Ainul Ghurri
info gambar

Pencak silat berasal dari Minangkabau (Sumatra Barat) dan Cimande (Jawa Barat). Olahraga ini kemudian menyebar ke seluruh Nusantara dengan ragam aliran yang berbeda-beda di setiap daerahnya.

Pencak silat sudah dikenal di Nusantara pada abad ke-7. Hal tersebut terbukti dengan adanya relief yang menggambarkan dua gerakan pencak silat, yaitu menangkap tangan dan menendang kaki, pada Candi Borobudur yang terletak di Jawa Tengah.

Kini, pencak silat perlahan mulai dikenal di dunia. Seni bela diri ini diperlombakan di SEA Games dan Asian Games. Pada 2019, The United Nations Educational Scientific and Cultural Organization (UNESCO) menetapkan pencak silat sebagai warisan budaya nonbenda.

Di PON XX Papua 2021 mendatang, pencak silat akan digelar di venue Kota Jayapura.

Pencak Silat, Tradisi Bela Diri Nusantara yang Mendunia

3. Pacu Jalur

Pelaksanaan Festival Pacu Jalur 2019 pada 21-25 Agustus 2019 di Tepian Narosa Teluk Kuantan, Kuantan Singingi (Kuansing), Riau | Kemenparekraf
info gambar

Pacu jalur adalah olahraga dayung tradisional dari Kabupaten Kuantan Singingi (Kuansing), Provinsi Riau. 'Jalur' merupakan sebutan masyarakat setempat untuk perahu yang dibuat dari kayu gelondongan. Panjang perahu dapat mencapai 40 meter dengan lebar 1,3 sampai 1,5 meter dan bisa diisi 40-60 pedayung.

Pacu jalur diperkirakan sudah ada sejak tahun 1903. Mulanya, lomba dayung tradisional ini hanya diselenggarakan oleh kampung-kampung yang berada di sepanjang Sungai Kuantan untuk memeringati hari besar agama Islam, seperti Maulid Nabi Muhammad SAW, Idulfitri, dan Tahun Baru Muharam. Pada masa pemerintahan Belanda, pacu jalur dilaksanakan untuk memeringati hari lahir Ratu Belanda.

Kini, pacu jalur telah masuk ke dalam kalender pariwisata Kabupaten Kuantan Singingi dan Provinsi Riau. Selain itu, pacu jalur juga sudah diselenggarakan satu tahun sekali, setiap tanggal 23-26 Agustus.

Pada PON XX Papua 2021, pacu jalur akan diselenggarakan di venue Kota Jayapura dengan nama disiplin cabor Traditional Boat Race. Namun, sebelumnya pacu jalur juga pernah dipertandingkan di PON XVIII Riau 2012.

Yuk ikutan Pacu Jalur! Salah satu Olahraga Tradisional Indonesia

Jika Anda tertarik untuk membaca tulisan Lydia Fransisca lainnya, silakan klik tautan ini arsip artikel Lydia Fransisca.

LF
IA
MI
Tim Editor arrow

Terima kasih telah membaca sampai di sini