LITERATALKS 3.0: Tingkatkan Daya Literasi Anak Muda Kala Pandemi

LITERATALKS 3.0: Tingkatkan Daya Literasi Anak Muda Kala Pandemi
info gambar utama
Semarakkan semangat dan aksi kolaborasi Festival Negeri Kolaborasi live di seluruh kanal media sosial GNFI. Informasi lebih lanjut kunjungi FNK 2021.

Hingga saat ini, pandemi COVID-19 tak kunjung selesai. Berbagai upaya telah dikerahkan pemerintah dan masyarakat. Tentunya, pandemi ini membuat berbagai aktivitas menjadi terhambat. Meski begitu, tidak menghalangi berbagai sektor untuk membuat acara yang bisa mengedukasi.

Seperti halnya tim Bandung INTERNational. Pada Sabtu (11/9) lalu, melalui siaran langsung di platform Instagram, Bandung INTERNational menyelenggarakan acara LITERATALKS 3.0 yang didukung oleh Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Kota Bandung.

LITERATALKS merupakan webinar terbesar di Indonesia yang ditujukan untuk Gen Z. Dengan tema “Surviving Pandemic of Covid-19 with Media Literacy”, LITERATALKS 3.0 memiliki tujuan untuk meningkatkan daya literasi anak muda di kala pandemi. Terutama dalam memilah informasi hoaks dan menjadikan mereka sebagai generasi penerus bangsa yang berliterasi.

Hari Literasi Internasional, Menilik Kondisi dan Upaya Tingkatkan Literasi di Indonesia

Acara ini menghadirkan tiga pembicara, yaitu dr. Ahyani Raksanagara, M.Kes. selaku Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Bandung, dr. Indah Kusuma selaku Dokter, Content Creator, dan Musisi, serta Zen Rachmat Sugito selaku Pemimpin Redaksi Narasi Newsroom.

Diawali dengan pemaparan Laporan Pertanggung Jawaban oleh Kepala Diskominfo Kota Bandung, Yayan Ahmad Brilyana dan sambutan dari tokoh-tokoh penting, yaitu Tedy Rusmawan Ketua DPRD Kota Bandung dan Deddy Permadi mewakilkan Johnny Gerard Plate, selaku Menteri Komunikasi dan Informatika.

“Ada beberapa poin yang bisa membuat Indonesia menjadi negara yang maju, yaitu internet yang luar biasa, memanfaatkan internet untuk kebaikan bersama, serta adanya fasilitas internet yang bisa dimanfaatkan dan memanfaatkan fasilitas pemerintah untuk kepentingan literasi. Pada intinya, semakin digital suatu negara, maka semakin maju negara itu," ucap Deddy saat memberikan sambutan di LITERATALKS 3.0.

Pemaparan narasumber LITERATALKS 3.0

Tangkapan layar webinar LITERATALKS 3.0 | Foto: Bandung.go.id
info gambar

Di pertengahan acara, para peserta pun diberikan pemaparan oleh para narasumber. Dimulai dari Ahyani menjelaskan mengenai peran Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Bandung dalam menangani kasus COVID-19 di Kota Bandung, terutama yang berkaitan dengan Hoaks.

Dilanjut oleh Zen membawa materi bertajuk “Literasi, Pandemi, dan Anak Muda” untuk menjelaskan penanganan hoaks COVID-19 dari sisi media. Ditutup dengan materi dari Indah Kusuma menjelaskan isolasi mandiri di masa COVID-19.

Berkaca dari pernyataan Zen mengenai pentingnya peran generasi muda dalam memerangi hoaks COVID-19, penyebab terbesar mengapa hoaks COVID-19 bisa tersebar luas dan menciptakan “Infodemi” adalah karena banyak anak muda yang merasa bisa. Namun, sebenarnya mereka memiliki banyak kekurangan untuk mencerna informasi.

Melihat Kondisi Literasi Masyarakat Indonesia

“Oleh karena itu, kita harus bisa kritis dengan diri sendiri, membuka cara berpikir kita dan mau untuk belajar," tutur Zen.

Indah Kusuma pun menjelaskan mengenai pengaruh kondisi kesehatan saat menanggapi berita hoaks.

“Sebenarnya, bukan karena penyakit aja tapi bisa juga dari pengalaman, terutama apabila pasien mengalami trauma saat mendapatkan pelayanan kesehatan, itu bisa membuat mereka memiliki trust issue. Maka dari itu, seorang dokter juga harus bisa melihat dari berbagai point of view sebelum menilai bagaimana kondisi pasiennya," jelas Indah.

Menjelang akhir acara, para pembicara pun menjelaskan mengenai cara mengetahui media dengan sumber terpercaya dan kredibel. Zan menjelaskan bahwa yang pasti sebuah media harus memiliki rubrik cermat dengan mengutip dari jurnal atau mengambil sumber langsung dari orangnya.

Iin Herlina, Sosok yang Mengupayakan Literasi di Pedalaman Flores

“Bisa juga melihat informasi dari sumber pemerintahan seperti yang disediakan oleh Dinkes Kota Bandung, misalnya CEK FAKTA, Hoaks Fabricated Content, dan lain-lain," ujar Ahyani.

Dengan adanya webinar ini, diharapkan para generasi muda bisa lebih cermat dan teliti dalam menerima informasi. Apalagi di masa pandemi seperti sekarang, tentu banyak hoaks yang beredar. Mari menjadi anak muda yang cerdas dan paham dalam menerima segala informasi*

Jika Anda tertarik untuk membaca tulisan Kawan GNFI Official lainnya, silakan klik tautan ini arsip artikel Kawan GNFI Official.

Terima kasih telah membaca sampai di sini