RRI Diharapkan Dapat Menjangkau Lebih Banyak Daerah di Indonesia

RRI Diharapkan Dapat Menjangkau Lebih Banyak Daerah di Indonesia
info gambar utama

Baru-baru ini tepatnya pada tanggal 11 September diperingati sebagai Hari Radio Nasional yang ke-76. Pada hari itulah di tahun 1945, Radio Republik Indonesia (RRI) lahir dan menjadi satu-satunya radio yang menyandang nama Indonesia di belakangnya.

RRI merupakan radio milik Indonesia yang penempatan perwakilnnya menyebar di berbagai daerah dalam bentuk stasiun penyiaran pusat dan lokal. Data yang terdapat dalam profil RRI di halaman resminya, RRI memiliki 99 stasiun siaran.

Stasiun siaran tersebut terdiri dari 1 satuan kerja (satker) tipe A, 30 satker tipe B, 34 satker tipe C, Pusat Pemberitaan dan Stasiun Luar Negeri serta 32 Studio Produksi. Penempatan stasiun penyiaran RRI berada di ibu kota provinsi dan beberapa kota besar lainnya.

Daftar Stasiun Siaran Lokal milik RRI | Infografis : GoodStats
info gambar

Berdasarkan penempatan stasiun siaran RRI, jumlah yang ada sekarang masih jauh berada di bawah jumlah kota/kabupaten yang ada di Indonesia. Sementara itu, jumlah stasiun siaran RRI ada sebanyak 99 titik di ibu kota provinsi dan kota-kota besar.

Hal tersebut dapat dimaknai bahwa jangkauan stasiun siaran RRI masih 19,26 persen di Indonesia atau keberadaan stasiun siaran RRI masih diwakili 1/5 bagian dari seluruh kabupaten/kota di Indonesia.

Penempatan stasiun siaran RRI berada di ibu kota provinsi dan kota-kota besar, sementara itu kebutuhan informasi serta persebaran informasi tidak hanya berpusat di kota-kota besar tersebut.

Daerah-daerah lain yang jauh dari jangkauan stasiun siaran perlu juga mendapat informasi dan terjamah oleh RRI mengingat pada dasarnya RRI hadir secara independen, netral dan tidak komersial yang berfungsi memberikan pelayanan siaran informasi, pendidikan, hiburan yang sehat, kontrol sosial, serta menjaga citra positif bangsa di dunia internasional.

Publik yang berada di wilayah luar kota-kota besar tersebut juga berhak untuk mendapat akses informasi RRI serta terwakili keberadaannya melalui hadirnya stasiun penyiaran RRI di daerah-daerah.

Hal tersebut dipaparkan M.Surif Arief selaku Kabag Humas Universitas Negeri Medan (UNM) melalui RRI Medan,

“Lembaga RRI seharusnya mampu menjangkau seluruh lapisan masyarakat pedesaan di seluruh Indonesia terutama dikalangan bawah kabupaten Kota terpencil karena banyak ide dan gagasan yang dapat disuarakan mengingat daerah terpencil tidak memiliki media untuk disampaikan kepada pemerintah sehingga bisa diambil kebijakan terbaik untuk kemajuan masyarakat".

"Selaku akademisi, RRI seharusnya dapat mengembangkan berbagai inovasi media komunikasi massa dengan berbagai upaya itu dapat terjangkau seluruh rakyat Indonesia dipelosok Indonesia dengan memberikan suara-suara guna kemajuan Indonesia”, tambahnya.

Oleh sebab itu, di hari jadi RRI yang ke-76 ini diharapkan adanya peningkatan sumber daya secara infrastruktur, struktural dan kultural dari RRI melalui keterwakilannya di setiap kota kabupaten di Indonesia sebagai jembatan para pendengarnya melalui siaran udara.

Sejarah Hari Ini (1 April 1933) - Berdirinya SRV, Radio Pertama Orang Indonesia

Program siaran RRI yang hadir di stasiun penyiaran pusat dan lokal

Progam siaran RRI | Infografis : GoodStats
info gambar

Dengan banyaknya stasiun penyiaran RRI baik di dalam dan di luar negeri, RRI menyelenggarakan siaran dalam 4 programa (program siaran) dengan ketersediaan masing-masing programa bervariasi di setiap daerah. Program siaran tersebut yakni:

1. Programa Satu Radio Republik Indonesia (Pro 1 RRI)

Jaringan ini terdiri dari berbagai stasiun daerah yang tersebar di seluruh Indonesia yang menyajikan informasi, budaya, hiburan, dan religi. Program ini sebelumnya bernama Radio Republik Indonesia Nusantara Satu atau RRI Nusantara 1 dengan slogan “Kanal Inspirasi”.

2. Programa Dua Radio Republik Indonesia (Pro 2 RRI)

Jaringan ini menyiarkan musik dan hiburan bagi anak muda atau remaja dengan slogan “Suara Kreativitas”. Umumnya, jaringan ini menyiarkan informasi untuk anak muda, gaya hidup, dan musik terbaru.

3. Programa Tiga Radio Republik Indonesia (Pro 3 RRI)

Jaringan ini menyiarkan berita selama 24 jam non-stop. Siaran ini wajib ada di setiap stasiun penyiaran RRI di seluruh Indonesia. Kanal ini pada umumnya hanya menyiarkan berita dan hanya jam-jam tertentu saja diputar lagu.

4. Programa Empat Radio Republik Indonesia (Pro 4 RRI)

Jaringan ini adalah pusat kebudayaan nasional yang tersebar di wilayah-wilayah potensi budayanya besar. Kanal ini biasanya ada di setiap ibu kota provinsi yang menyajikan Musik Daerah, Budaya Daerah dan Bincang Daerah. Slogan RRI Pro 4 adalah "Pusat Kebudayaan Nasional" dan "Ensiklopedia Keindonesiaan".

Selain 4 program siaran di atas, RRI juga memiliki program siaran berbasis internasional dengan nama Suara Indonesia atau Voice of Indonesia. Program siaran ini adalah siaran radio internasional dari Radio Republik Indonesia.

Suara Indonesia menggunakan berbagai bahasa untuk menyebarkan kebudayaan dan pengetahuan Indonesia ke pihak luar atau warga negara Indonesia di luar negeri. Terdapat 12 bahasa yang digunakan sebagai cara menyebarkan informasi perihal Indoneisa kepada dunia.

Slogan Suara Indonesia (Voice of Indonesia) adalah Informing, Connecting, Dignifying, The Voice of Dignity dan Dari Indonesia untuk Dunia.

Peran Radio dalam Menggelorakan Semangat Proklamasi Kemerdekaan

Masih relevankah radio di era digital?

Secara teknis, proses pengiriman informasi radio menggunakan gelombang atau spektrum frekuensi radio yang merambat melalui udara. Gelombang ini dipancarkan melalui stasiun pemancar (transmitter) melalui udara sebagai media perantara dan diterima oleh stasiun penerima atau perangkat penerima yang umumnya menggunakan antena sebagai receiver.

Era digital dengan digitalisasi di berbagai sektor turut merambah pada digitalisasi radio, termasuk RRI. RRI kini memperbarui berbagai fitur mengikuti perkembangan jaman dan teknologi masa kini. Dalam hal ini, contohnya adalah adanya fitur play button untuk memutar siaran radio yang dipilih berdasarkan stasiun penyiaran serta program siaran yang disediakan.

Fitur tersebut menggunakan internet sebagai cara untuk mengakses setiap stasiun siaran dan program siaran yang dipilih, bukan lagi menggunakan frekuensi modulasi. Jika mengacu pada Pedoman Perilaku Penyiaran dan Standar Penyiaran Stasiun (P3 SPS) pada BAB I KETENTUAN UMUM Pasal 1 Ayat (2) yang berbunyi:

“Penyiaran adalah kegiatan pemancarluasan siaran melalui sarana pemancaran dan/atau sarana transmisi di darat, di laut atau di antariksa dengan menggunakan spektrum frekuensi radio melalui udara, kabel, dan/atau media lainnya untuk dapat diterima secara serentak dan bersamaan oleh masyarakat dengan perangkat penerima siaran.”

Maka, fitur yang tersedia di RRI dan radio lainnya yang memanfaatkan akses internet tidak dapat disebut sebagai penyiaran. Hal tersebut dikarenakan tidak menggunakan spektrum frekuensi radio sebagai media pengantar informasi, melainkan menggunakan gelombang internet.

Oleh sebab itu, hal tesebut seringkali dinamakan sebagai radio online atau radio streaming. Meski demikian, esensi dari informasi yang disampaikan baik melalui radio ber-frekuensi dan radio streaming adalah sama. Sehingga, dalam hal ini pilihan dapat kembali ke preferensi masing-masing individu.

Pemanfaatkan akses internet guna mengembangkan inovasi radio hingga muncul radio versi online di samping radio ber-frekuensi, menjadi salah satu bentuk adaptasi lembaga maupun instansi terhadap perubahan dan perkembangan.

Hingga akhirnya radio dapat kembali mendapat pendengarnya melalui jalur radio online.

Setiap media akan menemukan penggunanya sendiri dengan jalannya masing-masing. Radio, yang dulu sempat diragukan akan keberadaannya di tengah era digital serta memiliki pesaing berupa hadirnya Podcast, nyatanya masih ada dan tetap menemukan pendengarnya dengan beradaptasi dan beinovasi terhadap perkembangan.

Independensi media serta keterwakilannya pada suara dan aspirasi masyarakat memainkan peran penting dalam distribusi informasi dari rakyat kepada para pemangku kebijakan untuk meralisasikan segala kebijakan guna mencapai kesejahteraan.

Diharapkan, di hari jadi yang ke-76 ini RRI dapat hadir dan meningkatkan keterwakilannya di kota/kabupaten lain sehingga informasi tidak hanya terpusat pada kota-kota besar, namun juga meraih daerah-daerah lain.

Sejarah Hari Ini (11 September 1945) - Lahirnya Radio Republik Indonesia

Jika Anda tertarik untuk membaca tulisan Widhi Luthfi lainnya, silakan klik tautan ini arsip artikel Widhi Luthfi.

WL
IA
MI
Tim Editor arrow

Terima kasih telah membaca sampai di sini