Kiat Menghadapi Tantangan dan Strategi Mengembangkan Bisnis untuk Pengusaha Pemula

Kiat Menghadapi Tantangan dan Strategi Mengembangkan Bisnis untuk Pengusaha Pemula
info gambar utama

Membangun bisnis memang bukanlah hal yang mudah. Ada berbagai proses yang harus dilalui sejak awal hingga saat mengembangkan usaha tersebut. Bahkan tak jarang para pebisnis harus melewati masa-masa sulit, kegagalan, bahkan tak menutup kemungkinan mengalami kerugian.

Meski prosesnya berliku-liku, sebuah bisnis jika dibangun dengan strategi yang tepat tentunya memiliki kemungkinan untuk sampai di puncak kesuksesan. Baik pebisnis pemula sampai yang sudah profesional dituntut untuk terus belajar, merancang manajemen risiko, dan terus berinovasi untuk meminimalisasi kegagalan dalam berbisnis.

Pada masa pandemi seperti sekarang ini, banyak pengusaha mengalami kegagalan karena situasi yang sulit. Di sisi lain, tak sedikit pula karyawan yang kehilangan pekerjaan utamanya dan mulai mencoba peruntungannya dalam berbisnis.

Untuk memahami seluk-beluk soal mengembangkan usaha bagi pemula, merancang strategi bisnis, dan mengenali kesalahan-kesalahan umum dilakukan oleh pebisnis agar dapat dihindari pemula, berikut beberapa saran dari para pengusaha sukses Tanah Air:

Strategi Pengusaha Mempertahankan Bisnis di Masa Pandemi

Kesalahan pebisnis pemula

Salah satu kesalahan yang dialami pebisnis pemula ialah keinginan untuk meraih kesuksesan secara instan. Meraih kesuksesan tentu tidak dapat terjadi dalam waktu semalam. Keinginan sukses dalam waktu cepat pada akhirnya akan membuat pelaku usaha melakukan berbagai jalan pintas dan pada akhirnya tidak lagi fokus pada tujuan awal.

“Di masa-masa awal berbisnis, saya ingin cepat meraih keuntungan dengan mendirikan beberapa bisnis sekaligus yang mengakibatkan saya tidak berfokus pada satu bisnis sehingga tidak ada yang berhasil,” ujar Ansari Kadir, CMO PT Harapan Bangsa Kita dan Co-Founder Sang Pisang dan Ternakopi, pada acara "ShopeePay Talk: Pasang Surut Pebisnis Pemula", Kamis (16/9/2021).

“Pengalaman tersebut akhirnya mengajarkan saya mengenai pentingnya fokus untuk mengembangkan sebuah bisnis terlebih dahulu dan tidak terburu-buru melakukan ekspansi atau membuat bisnis baru. Fokus dan menjadi hebat itu bukan datang dari orang lain, tapi dari diri sendiri. Jadi selalu hargai setiap proses, tetap fokus dan konsisten dalam menjalankan komitmen serta melakukan eksekusi dengan baik.”

“Niscaya, kita dapat membangun pondasi bisnis yang lebih kuat dan dapat bertahan dalam jangka waktu yang panjang. Prinsip inilah yang selalu saya pegang teguh mulai dari saya mulai mendirikan Sang Pisang hingga melebarkan berbagai bisnis lainnya yang ada di bawah naungan PT Harapan Bangsa Kita.”

Ansari pun menceritakan pengalamannya gagal hingga 12 kali dengan mencoba berbabagai jenis usaha. Ia pun pernah menjalankan bisnis sambil tetap bekerja sebagai karyawan. Alhasil ketidakfokusannya berdampak pada usaha tersebut.

Tren Bisnis Online Jadi Metode Pertahanan Diri dari Dampak Ekonomi Pandemi Covid-19

Perihal mengikuti tren

Kemudian, kesalahan lain yang umum terjadi pada pebisnis pemula ialah hanya sekadar mengikuti tren semata dan bukan menjawab kebutuhan. Pada dasarnya, sebuah tren memang menarik perhatian pasar. Akan tetapi perlu diingat bahwa tren biasanya hanya bertahan sesaat dan ketika menjalankan bisnis mengikuti tren umumnya sulit berkembang dan berpotensi gulung tikar saat tren tersebut meredup.

Anton Hermawan Sugondo, Founder dan Owner Panama Sandals menceritakan pengalamannya saat pertama kali memulai usaha kentang goreng Belgia yang saat itu sedang mengetren. Karena sebatas ikut-ikutan padahal ia sendiri tidak memiliki minat pada bidang kuliner. Akhirnya, usaha tersebut tidak berjalan dengan baik hingga pada akhirnya mengalami kegagalan.

Dari pengalaman tersebut, Anton merasakan sendiri bahwa menjalankan bisnis karena tren memang sulit berkembang. Selain itu, ia menjelaskan dalam mendirikan sebuah bisnis, perlu riset pasar yang matang, termasuk mengenali target market, serta memberikan solusi yang dapat menjawab kebutuhan pasar. Alih-alih mengikuti tren, pengusaha lebih baik menggunakan momen tren tersebut sebagai inovasi.

Inilah 3 Peluang Bisnis Energi Terbarukan yang Cocok untuk Anak Muda, Siap Mencoba?

Kesiapan dalam menghadapi risiko

Merancang segala strategi dalam berbisnis tentu merupakan hal penting. Namun, tentunya seorang pengusaha harus menyadari bahwa terkadang ada risiko yang tidak dapat dihindari. Ketika berani memulai usaha, pastikan Anda memiliki mindset harus punya kemampuan untuk mengantisipasi risiko serta memiliki kesiapan dalam menghadapi berbagai tantangan di depan mata.

Raymond Chin, CEO & Co-Founder Ternak Uang, pernah mengalami kegagalan dalam bisnis karena kurangnya persiapan strategi manajemen risiko. “Saya hanya berpikir bahwa saat mulai bisnis pasti bisa sukses, padahal ada risiko kegagalan yang tidak bisa saya hindari. Itulah mengapa para pebisnis pemula harus menyiapkan strategi menghadapi risiko bisnis yang ada di depan mereka dengan menyiapkan perencanaan bisnis,” ujarnya.

Hal yang harus disadari para pebisnis pemula ialah membuat perencanaan yang sederhana tetapi solid dan fokus pada tiga hal penting yaitu produk, pemasaran, dan operasional. Ini termasuk menentukan unique selling points dari produk atau jasa yang ditawarkan, menentukan pemasaran yang tepat, dan menjaga operasional bisnis.

Strategi mencapai kesuksesan

Untuk meraih kesuksesan, ada beberapa poin penting yang bisa dilakukan para pengusaha pemula. Pertama-tama, bangunlah bisnis sesuai passion dan tidak hanya mengikuti tren yang ada. Sebab, apapun yang dilakukan dengan hati akan bisa dijalankan dengan lebih baik.

Hal lain ialah selalu memiliki perencanaan yang matang, inovasi, dan mampu beradaptasi pada setiap situasi. Pun pengusaha mesti memiliki komitmen untuk terus berkembang sehingga saat mengalami kegagalan, usaha tersebut dapat terus dijalankan dengan melakukan evaluasi.

Untuk pemula yang baru akan memulai bisnisnya, jangan lupa untuk menciptakan produk sesuai target market, memikirkan tujuan usaha tersebut akan ke arah mana, mengenal produk yang diinginkan orang, memahami kelemahan dan kekuatan produk atau jasa, dan mengerti soal cara memasarkan produk.

Menurut penjelasan Ansari, pengusaha tak perlu takut kehilangan konsumen. Sebab, hal tersebut bisa dijaga dengan after sales yang baik demi menjaga loyalitas pelanggan. Penting untuk memberikan treatment pelanggan seperti raja dan menjaga kualitas produk itu sendiri.

Sementara itu, Raymond menyarankan untuk membuat strategi bisnis yang sederhana, menata keuangan perusahaan, dan mulai memikirkan untuk merekrut karyawan untuk membantu usaha Anda. Sebab, para pengusaha muda biasanya terlalu banyak menghabiskan waktu untuk mengurus segala hal sampai kurang waktu untuk fokus pada pengembangan bisnis.

Jika Anda tertarik untuk membaca tulisan Dian Afrillia lainnya, silakan klik tautan ini arsip artikel Dian Afrillia.

Terima kasih telah membaca sampai di sini