Antara Keanu Reeves, Angelina Jolie, dan Gaji DPR

Antara Keanu Reeves, Angelina Jolie, dan Gaji DPR
info gambar utama

Orang-orang yang mengikuti berita-berita selebriti Hollywood tentu pernah membaca berita tentang kedermawanan beberapa bintang film ternama dunia, misalkan aktor Keanu Reeves yang sering terlihat dengan pakaian sederhana mengendarai sepeda motor keliling ke sudut-sudut kota Los Angeles menemui para gelandangan lalu membagikan bingkisan yang diperlukan orang-orang miskin itu.

Saya pernah mempunyai kesempatan keliling kota Los Angeles sampai ke Hollywood menyaksikan sendiri banyaknya para gelandangan yang tidur dipinggir jalan dengan kondisi yang menyedihkan. Keanue Reeves tanpa dikawal bodyguard atau wartawan dalam membagi—bagikan bingkisan itu.

Kita juga mendengar aktres Angelina Jolie dan tokoh TV terkenal Oprah Winfrey sering menyantuni anak-anak miskin di negara-negara lain utamanya negara berkembang dan miskin.

Mereka itu adalah bintang dan tokoh kaya di Amerika Serikat. Saya sendiri melihat betapa kayanya mereka itu ketika menaiki kendaraan seperti odong-odong mengikuti tur dari Hollywood ke Beverly Hills di Amerika Serikat tempat pemukinan para bintang film terkenal.

Pemandu wisata kami menunjukkan rumah-rumah milik Angelina Jolie, Keanue Reeves, Bruce Willis dsb. Pemandu wisata menunjukkan salah satu rumah bintang film terkenal dunia yang kalau kita masuk pintu pagarnya lalu keluar pintu pagar lainnya itu memerlukan waktu 5-7 menit.

Ini menunjukkan betapa besarnya rumah sang bintang film itu. Harga satu rumah bintang film terkenal dunia ini kalau di kurs rupiah (Rp) bisa mencapai ratusan milyar sampai 1-2 T.

Para bintang film kaya seperti Keanu Reeves dan Angelina Jolie itu mendermakan sebagian kekayaannya untuk orang miskin, mungkin didasari nilai-nilai agama yang dianutnya, atau didasari atas kenyataan bahwa mereka menjadi terkenal dan kaya itu karena filmya ditonton jutaan orang di dunia, sehingga mereka memiliki kesadaran moral untuk membantu sesama, pendek kata membalas budi kepada masyarakat yang membesarkan mereka.

Di Indonesia pada saat parah-parahnya pandemi Covid-19, banyak kita saksikan berita rakyat biasa bukan orang terkenal seperti di Hollywood itu yang memiliki kepekaan dan kepedulian sosial tinggi, misalkan di suatu desa di Yogyakarta ada ibu rumah tangga yang menaruh tas kresek berisi sembako dan makanan di pagar rumahnya agar diambil orang-orang yang memerlukan.

Ada juga masyarakat yang membagikan makanan bagi masyarakat yang sedang isolasi mandiri karena terpapar covid. Publik juga melihat video yang mengharukan ketika ibu penjual bubur yang harganya Rp5.000 tapi oleh pembeli yang dermawan diberi uang Rp500 ribu, dan terlihat ibu penjual itu terduduk disamping gerobak jualannya menangis tersedu-sedu karena terharu mendapatkan rizki mendadak.

Bagi dia uang Rp500 ribu itu sesuatu jumlah yang tidak pernah dia miliki. Kisah-kisah seperti itu masih banyak, dan terjadi dimana-mana di negeri ini. Maklum pandemi corona yang berkepanjangan ini menyebabkan penderitaan masyarakat, banyak yang di PHK dan menganggur karena kondisi perekonomian yang sulit.

Orang-orang yang di PHK itu ada yang menjadi sopir motor online (ojol), berangkat pagi pulang malam dengan keringat bercucuran.

Di tengah-tengah situasi rakyat yang memilukan itu, publik lalu di suguhi berita TV dimana seorang anggota DPR terlihat tertawa gembira menjawab pertanyaan tentang besarnya gaji dia sebagai anggota DPR. Dia menyebutkan setiap tanggal 1 dapat Rp16 juta, tanggal 15 mendapat Rp 56 juta, lalu dapat Rp450 juta dan Rp140 juta pertahun masing-masing untuk biaya aspirasi dan kunjungan ke daerah konstiuennya.

Dia pernah mengakui ditegur badan kehormatan DPR karena manggung menyanyi disiang hari–-waktu dia harusnya bekerja di kantor DPR. Publik lalu bertanya-tanya apa tidak terlalu besar gaji ratusan juta setiap bulan itu mengingat banyak di antara anggota Dewan yang terhormat itu datang di kantornya hanya beberapa jam saja.

Sebelumnya kita juga disuguhi berita ada beberapa pejabat tinggi negara selama pandemi corona ini kekayaannya naik sekian ratusan miliar rupiah. Publik tidak tahu apakah naiknya kekayaannya itu karena berbisnis atau karena warisan.

Tapi apapun alasannya, para pemangku jabatan negara baik eksekutif atau legislatif haruslah menyadari bahwa pendapatan dalam jumlah besar yang mereka terima setiap bulan itu adalah berasal dari pajak yang dibayar rakyat.

Gaji mereka itu berasal dari ibu yang menjual bubur tadi yang membayar PBB rumahnya yang kecil, atau pengemudi ojek yang membayar pajak motornya dsb. Mereka juga harus menyadari bahwa mereka menjadi terkenal dan kaya sekarang ini karena rakyat juga, dipilih rakyat kecil yang menyerahkan amanatnya agar para pejabat itu menaikkan derajat hidupnya.

Publik tentu tidak ingin menasihati para pejabat itu harus begini begitu – mengingat mereka itu orang-orang pintar di masyarakat. Tapi sepintar-pintarnya orang perlu mendengar hati nurani rakyat bahwa mereka itu perlu memiliki kepekaan Sosial ditengah-tengah rakyat yang sedang menderita.

Oleh: Ahmad Cholis Hamzah

Penulis aktif menulis di Koran Jawa Pos, Surya, dan rutin menulis di GNFI. Beberapa tulisannya acapkali dimuat/dikutip Koran Malaysia dan Thailand. Penulis juga tersohor sebagai akademisi sekaligus profesional di kota kelahirannya, Surabaya.

Jika Anda tertarik untuk membaca tulisan Ahmad Cholis Hamzah lainnya, silakan klik tautan ini arsip artikel Ahmad Cholis Hamzah.

AH
MI
Tim Editor arrow

Terima kasih telah membaca sampai di sini