Tersimpan Sisi Kelam di Balik Keindahan Gua Jomblang Yogyakarta

Tersimpan Sisi Kelam di Balik Keindahan Gua Jomblang Yogyakarta
info gambar utama

Penulis: Brigitta Raras

Semarakkan semangat dan aksi kolaborasi Festival Negeri Kolaborasi live di seluruh kanal media sosial GNFI. Informasi lebih lanjut kunjungi FNK 2021.

Yogyakarta menjadi destinasi yang tak cukup hanya sekali saja untuk dijelajahi seluruh keindahannya. Menyimpan banyak keindahan dan wisata alam yang menarik, membuat Yogyakarta tak pernah sepi wisatawan. Mayoritas pengunjung Yogyakarta pasti akan mengunjungi kawasan Malioboro, Taman Sari, atau Pantai Parangtritis.

Namun, faktanya destinasi Yogyakarta tak hanya itu saja. Dari sekian banyak destinasi wisata Yogyakarta terdapat satu tempat yang memiliki kisah memilukan. Tempat tersebut bernamakan Gua Jomblang. Gua Jomblang terletak di Jetis Wetan, Semanu, Gunungkidul, Yogyakarta.

Gua yang berjarak 10 kilometer dari kota Wonosari ini merupakan salah satu gua dari ratusan gua di Gunungkidul, yang terkenal akan keunikan dan keindahannya. Gua ini terbentuk akibat proses geologi ribuan tahun lalu, saat itu terjadi amblasnya tanah dan vegetasi yang ada di atasnya ke dasar bumi.

Runtuhan tersebut membentuk sinkhole atau sumuran yang dalam bahasa Jawa disebut dengan luweng. Gua Jomblang yang merupakan gua vertikal dengan tip collapse doline memiliki luas mulut sekitar 50 meter dan tinggi 60 meter.

Miliki Sejarah Unik, Cikini Akan Dijadikan Urban Tourism

Mengunjungi Gua Jomblang

Goa Jomblang | Foto: Kompas.com
info gambar

Memasuki Gua Jomblang diperlukannya kemampuan teknik tali tunggal atausingle rope technique (SRT). Maka dari itu, siapapun yang hendak caving wajib menggunakan peralatan khusus sesuai standar keamanan caving dan harus didampingi penelusur gua berpengalaman.

Tak perlu khawatir jika Kawan belum pernah memasuki gua, di sini tersedia operator cave Kalisuci yang siap membantu Kawan untuk turun ke dalam gua. Kawan cukup menggunakan peralatan pengaman saja, seperti sepatu boot, helm dan headlamp. Kemudian, Kawan akan dipasangkan tali dan siap untuk turun ke bawah.

Sesampainya di pertengahan dinding gua, Kawan akan melihat perbukitan karst dan pohon jati. Kemudian, di perut gua akan terlihat hijaunya hutan yang sangat subur. Berbagai lumut, paku-pakuan, semak dan pohon besar di gua tumbuh dengan rapat.

Manjakan Lidah dengan Keunikan dan Kelezatan Kuliner Madura

Hutan dengan vegetasi yang subur ini juga dikenal dengan nama hutan purba. Sejak proses runtuhnya tanah ke bawah, vegetasi terus berkembang dan hidup dengan baik. Tiba di mulut goa dengan suasana yang agak pengap, Kawan akan menuju Luweng Grubug. Gua Jomblang dan Grubug dihubungkan dengan lorong sepanjang 300 meter.

Sesampainya di sana, Kawan akan mendengar suara aliran sungai dan melihat cahaya terang di tengah kegelapan gua. Di bagian bawah terdapat sungai yang mengalir turut mempercantik pemandangan. Gua ini juga turut dikenal dengan istilah “cahaya surga”.

Tak heran, jika banyak wisatawan domestik hingga mancanegara kagum dengan gua ini. Bahkan, gua ini menjadi tempat pengambilan gambar dari Amazing Race Amerika serikat pada tahun 2011.

Kisah kelam Gua Jomblang

Goa Jomblang | Foto: Kompas.com
info gambar

Dibalik keindahannya, ternyata Gua Jomblang memiliki sisi sejarah yang kelam. Menurut masyarakat sekitar, gua ini adalah tempat pembunuhan massal anggota PKI masa itu. Ketika itu, anggota PKI dijejerkan di bibir gua dengan tangan terikat satu sama lain.

Ketika salah satu anggota ditembak hingga jatuh ke dalam gua, anggota lain juga akan ikut terjatuh. Mayat mereka dibiarkan di dalam gua dan hanyut terbawa arus sungai. Kisah ini sempat membuat masyarakat takut, ditambah muncul lagi cerita-cerita angker lainnya mengenai gua ini.

Terdapat pula cerita hilangnya penjelajah ketika menyusuri gua tersebut. Kemudian, pada tahun 1990-an masyarakat sekitar kerap mengadakan doa bersama di tempat ini. Sejak saat itu, tak ada lagi cerita atau kejadian mistis lainnya mengenai Gua Jomblang.

Ranu Pani, Desa Tertinggi di Pulau Jawa dan Keunikan Suku Tengger

Tak perlu khawatir, meskipun gua ini memiliki rumor yang kelam, tetapi sudah banyak pengunjung yang menjadikan Gua Jomblang sebagai destinasi mereka. Jadi, jangan ragu untuk mengunjungi Gua Jomblang ini, ya, Kawan.

Objek wisata ini sudah memiliki fasilitas yang memadai, seperti tempat parkir, kamar kecil dan mushola. Memasuki lokasi ini, Kawan tak dipungut biaya apapun bila memiliki peralatan pribadi untuk terjun ke dasar gua.

Namun, apabila Kawan tidak memiliki peralatan, Kawan dapat menyewa peralatan dan menggunakan jasa pemandu dengan biaya kurang lebih Rp500.000 sampai Rp1.000.000 tergantung fasilitas yang diinginkan.

Apakah Kawan tertarik untuk mengunjungi destinasi ini?*

Referensi: Kompas | liputan6

Jika Anda tertarik untuk membaca tulisan Kawan GNFI Official lainnya, silakan klik tautan ini arsip artikel Kawan GNFI Official.

KO
MI
Tim Editor arrow

Terima kasih telah membaca sampai di sini