Aktivitas Wisata di Desa Karangrejo Magelang, dari Menanam Padi hingga Keliling Naik VW

Aktivitas Wisata di Desa Karangrejo Magelang, dari Menanam Padi hingga Keliling Naik VW
info gambar utama

Bila mendengar kata Borobudur, kita tentu akan langsung membayangkan candi Buddha yang megah di Magelang, Jawa Tengah. Candi yang didirikan sekitar tahun 800-an Masehi ini memang begitu tersohor sampai ke seluruh dunia karena memang menjadi salah satu monumen Buddha terbesar.

Namun, saat mengunjungi kawasan Borobudur, Anda juga bisa mampir ke sebuah desa yang lokasinya tak jauh dari candi, yaitu Desa Karangrejo. Desa wisata ini dikenal dengan Bukit Punthuk Setumbu dan Gereja Ayam yang muncul sebagai lokasi syuting film "Ada Apa Dengan Cinta 2".

Tak hanya dua objek wisata tersebut, Desa Karangrejo nyatanya memiliki beragam kegiatan wisata. Mengutip situs jadesta.com, semua aktivitas wisata di desa ini dikelola bersama antara masyarakat, badan usaha milik desa (bumdes), dan kelompok sadar wisata (pokdarwis).

Perlu diketahui bahwa Karangrejo menjadi salah satu desa di Indonesia yang memiliki sertifikasi Desa Wisata Berkelanjutan dari Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf) sejak bulan Maret 2021.

Menurut keterangan M Heli Rofikun selaku Kepala Desa Karangrejo, hanya ada 13 desa di Indonesia yang mengikuti sertifikasi tersebut. Ia menyatakan bahwa selama ini pariwisata di Desa Karangrejo ada peningkatan secara kualitas dan bisa disebut desa wisata berkelanjutan.

Lebih lanjut Heli menjelaskan jika masyarakat setempat pun berhasil menunjukkan berbagai inovasi yang bisa menunjang tempat-tempat wisata di desanya menjadi lebih baik lagi.

Berikut beberapa kegiatan wisata yang bisa dilakukan selama berlibur di Desa Karangrejo:

Keliling kampung dengan VW

Untuk merasakan sensasi liburan di desa wisata yang berbeda, cobalah mengambil paket keliling Desa Karangrejo dengan menggunakan mobil Volkswagen alias VW dengan atap terbuka. Perjalanan keliling desa seluas 174 hektare ini juga bisa dilakukan dengan menyewa mobil jeep dan memilih rute-rute menantang seperti menyusuri sungai purba.

Namun, jika Anda menginginkan pengalaman yang lebih santai, bisa pula naik andong atau bersepeda melewati rute persawahan dan pedesaan yang tenang.

Untuk menikmati paket tersebut, Anda bisa merogoh kocek sebesar Rp175 ribu per orang dengan durasi 4-4,5 jam. Biaya tersebut sudah termasuk sewa mobil yang bisa diisi empat orang, minuman, makanan ringan, makan siang, dan pemandu wisata.

Tersimpan Sisi Kelam di Balik Keindahan Gua Jomblang Yogyakarta

Bercocok tanam di Kampung Organik

Kegiatan lain yang bisa dilakukan di Karangrejo ialah belajar bercocok tanam langsung di kawasan Kampung Organik. Di sana, pengunjung bisa terjun langsung ke sawah hingga menanam padi dan belajar dari masyarakat setempat. Aktivitas semacam ini tentu akan jadi pengalaman yang menyenangkan karena mendapatkan sisi hiburan dan edukasi dengan praktik langsung tentang berkebun dan bercocok tanam.

Gereja Ayam | @Darren Kurnia Shutterstock
info gambar
Ranu Pani, Desa Tertinggi di Pulau Jawa dan Keunikan Suku Tengger

Bukit Punthuk Setumbu

Berwisata ke Desa Karangrejo tentu tak lengkap bila belum datang ke Bukit Punthuk Setumbu. Dari puncak bukit dengan ketinggian 400 mdpl ini, pengunjung bisa menikmati pemandangan berupa Candi Borobudur yang dikelilingi pepohonan hijau dan pegunungan. Jika cuaca sedang cerah, bahkan panorama Gunung Merapi dan Gunung Merbabu pun tampak jelas dari atas bukit.

Nama Punthuk Setumbu berasal dari kata dalam bahasa Jawa. Punthuk artinya gundukan atau perbukitan, sedangkan setumbu berarti tempat nasi dari anyaman. Ini karena area perbukitan tersebut berbentuk seperti tempat nasi yang terbuat dari anyaman.

Banyak wisatawan datang ke bukit ini pada bulan Juni hingga Agustus. Bulan-bulan tersebut merupakan musim kemarau dan menjadi waktu paling tepat berkunjung ke Punthuk Setumbu. Sebab bila datang pada musim hujan, kemungkinan Anda sulit menikmati pesona matahari terbit karena kadang-kadang mendung menutupi langit.

Batu Keramat dan Tenun Jadi Daya Tarik Kampung Adat Namata di Pulau Sabu

Gereja Ayam

Selain Punthuk Setumbu, Gereja Ayam juga jadi daya tarik wisatawan ke Desa Karangrejo. Gereja ini terbilang unik karena bentuknya yang tak biasa. Namun, meski namanya Gereja Ayam, sebenarnya bentuk asli bangunan tersebut ialah burung merpati. Bentuk ini sebenarnya terinspirasi dari burung merpati yang dikenal sebagai lambang perdamaian dan Roh Kudus.

Gereja Ayam dibangun atas gagasan seorang pengusaha bernama Daniel Alamsyah pada tahun 1992. Lokasi didirikan gereja ini dikenal sebagai kawasan wisata Bukit Rhema. Di dalam gereja tersebut, terdapat tujuh lantai dengan fungsi yang berbeda. Tak hanya sebagai rumah doa, gereja ini juga difungsikan sebagai pusat rehabilitasi bagi orang yang ketergantungan narkoba dan anak-anak yang memiliki kekurangan secara fisik, serta orang dengan gangguan jiwa.

Melihat proses pembuatan kerajinan

Banyak masyarakat di Desa Karangrejo membuat produk lokal dan kerajinan. Pengunjung pun bisa langsung mendatangi usaha rumahan tersebut secara langsung untuk melihat semua proses pembuatannya.

Beberapa produk lokal yang banyak dijumpai di Karangrejo antara lain pembuatan gula jawa, gerabah, keripik singkong, empon-empon, hingga miniatur Candi Borobudur dari batu dan bambu. Jangan lupa untuk mendukung usaha lokal dengan membeli produk-produk yang dijual masyarakat setempat ya!

Jika Anda tertarik untuk membaca tulisan Dian Afrillia lainnya, silakan klik tautan ini arsip artikel Dian Afrillia.

Terima kasih telah membaca sampai di sini