Laris Manis di Coffex Istanbul 2021, 600 Ton Kopi NTB Siap Terbang ke Mesir

Laris Manis di Coffex Istanbul 2021, 600 Ton Kopi NTB Siap Terbang ke Mesir
info gambar utama

Kopi merupakan salah satu minuman yang sudah melekat pada kehidupan sehari-hari banyak orang di seluruh dunia termasuk Indonesia. Bahkan, keberadaan kopi semakin mengetren beberapa tahun belakangan ini. Hal tersebut bisa dilihat dari menjamurnya kedai kopi di berbagai daerah dan sudah jadi bagian dari gaya hidup masyarakat, khususnya di kota-kota besar.

Beberapa daerah di Indonesia juga memiliki perkebunan kopi sendiri dan ini menghasilkan ragam kopi yang semakin kaya. Dari segi rasa saja, semua punya ciri khas dan keunikan masing-masing. Tak heran bila kopi asal Tanah Air bisa mendunia.

Pada dasarnya, biji kopi yang tumbuh di Indonesia terdiri dari tiga macam, yaitu arabika, robusta, dan liberika. Sejak lama, kopi memiliki peranan penting bagi perekonomian masyarakat. Apalagi mengingat letak geografis negara ini yang memang cocok untuk lahan perkebunan kopi.

Menurut sejarah, penemuan kopi sebagai minuman berenergi pertama kali ditemukan oleh bangsa Etiopia di Afrika sekitar tiga ribu tahun yang lalu. Sejak saat itu, kopi terus berkembang dan jadi minuman terpopuler di seluruh dunia.

Tahukah Anda jika Indonesia berhasil memproduksi lebih dari 600 ton kopi per tahun. Menurut data Kementerian Perdagangan RI, Indonesia berada di posisi ke-4 setelah Brazil, Vietnam, dan Kolombia sebagai produsen kopi terbesar di dunia. Diketahui Indonesia juga menjadi pemasok kopi untuk negara lain seperti Malaysia, Italia, Jerman, dan Amerika Serikat.

Kopi asal Indonesia begitu diminati sampai ke pasar internasional karena dikenal memiliki rasa yang khas dan sulit ditemukan di negara lain.

4 Kebun Kopi di Indonesia untuk Mempelajari Kopi Sambil Berwisata

Kopi Indonesia di Coffex Istanbul 2021

Pada 15-18 September 2021, tengah diselenggarakan acara bertajuk Coffex Istanbul 2021. Acara ini merupakan pameran perdagangan internasional terbesar untuk industri kopi. Diadakan di Halic Congress Center-Istanbul, pameran ini bertujuan untuk menyatukan para pencinta kopi dan para profesional.

Selama acara berlangsung, turut dimeriahkan dengan berbagai kegiatan seperti konferensi, lokakarya, kompetisi, dan seminar yang berkaitan dengan kopi.

Indonesia pun turut berpartisipasi dalam acara tersebut. Pihak KJRI (Konsulat Jenderal Republik Indonesia) Istanbul memfasilitasi empat pelaku usaha perkopian dari Tanah Air, yaitu Java Preanger Lestari Mandiri, Komunitas Eksportir Muda Indonesia (KEMI) Turki, Entur Coffee, dan Ephraim Coffee Indonesia.

Kehadiran para partisipan di Pavilion Indonesia tersebut menampilkan lebih dari 20 kopi Nusantara dengan beragam cita rasa, lengkap dengan produk tambahan seperti teh dan gula merah.

Adapun kopi yang turut ditampilkan di Coffex Istanbul 2021 yaitu Luwak Coffee, Java Preanger, Honey Coffee, Temanggung Robusta, Bogor Paseban Robusta, Java Ijen, Bali Belantih Kintamani, Sumatra Arabika Gayo, Lombok Arabica dan Robusta, Java Mekar Wangi, dan Java Orange.

Rupanya, kopi asal Indonesia berhasil menarik perhatian para pengunjung. Menurut Imam Asari selaku Konsulat Jenderal RI di Istanbul, tahun ini merupakan kali pertama bagi Indonesia bergabung dalam pameran ini dan langsung menjadi Focus Country.

Filosofi Kopi Leworook, Kopi Nikmat Khas Flores Timur

Pembelian 600 ton biji kopi Nusa Tenggara Barat

Kabar gembira bagi masyarakat Indonesia. Sebab, pada hari pertama pertemuan Business to Business (B to B) antara pebisnis kopi Truki dan internasional dengan peserta asal Indonesia, telah diperoleh sejumlah komitmen terkait pembelian.

Salah satunya ialah komitmen pengiriman 30 kontainer kopi atau sekitar 600 ton biji kopi robusta Nusa Tenggara Barat ke Mesir. Bahkan, salah seorang pengusaha kopi asal Turki menyampaikan minatnya untuk bekerja sama dengan salah satu peserta asal Indonesia untuk membuka kafe khusus kopi dari Indonesia.

Menurut keterangan Imam, pasar kopi di Turki memang menjanjikan dan terus menunjukkan peningkatan. Saat ini, varian kopi Indonesia dari Jawa, Sumatra, dan beberapa jenis lain sudah masuk ke pasar Turki. Ia dan para delegasi pemerintah yang hadir turut menyambut baik tingginya minat para pebisnis di Turki terhadap kopi Nusantara.

Sebagai bagian dari edukasi tentang Indonesia sekaligus ajang memperkenalkan keunggulan biji kopi Tanah Air, turut diselenggarakan seminar tentang kopi Indonesia dan acaranya diisi oleh Antarjo Dikin, Sekretaris Direktorat Jenderal Perkebunan Kementerian Pertanian RI. Pada seminar tersebut, juga dimeriahkan oleh penampilan pencak silat dan tari Bali oleh sanggar binaan KJRI Istanbul.



Jika Anda tertarik untuk membaca tulisan Dian Afrillia lainnya, silakan klik tautan ini arsip artikel Dian Afrillia.

DA
MI
Tim Editor arrow

Terima kasih telah membaca sampai di sini