Tokopedia Jadi eCommerce dengan Kunjungan Tertinggi di Indonesia pada Q2 2021

Tokopedia Jadi eCommerce dengan Kunjungan Tertinggi di Indonesia pada Q2 2021
info gambar utama

Situs agregasi belanja daring, iPrice, kembali memperbarui data peta eCommerce di Indonesia. Peta ini mengurutkan pemain besar eCommerce berdasarkan rata-rata pengunjung web, ranking aplikasi, pengikut media sosial, dan jumlah karyawan.

Berdasarkan data tersebut, Tokopedia menjadi eCommerce nomor satu di Indonesia pada kuartal II (Q2) 2021 dengan 147,8 juta pengunjung web per bulan. Jumlah ini bertambah 61,7 juta secara year on year (yoy), yang pada Q2 2020 hanya tercatat memiliki 86,1 juta pengunjung.

Daftar eCommerce dengan jumlah pengunjung web bulanan terbanyak di Q2 2021 | Goodstats
info gambar

Posisi ini sekaligus mendahului Shopee yang pada Q2 2020 menjadi jawara dengan 94,3 juta pengunjung. Pada Q2 2021, Shopee harus turun ke peringkat dua dengan 127 juta pengunjung.

Bukalapak mengisi peringkat ke-3 dengan 29,4 juta kunjungan. Kemudian Lazada dan Blibli di peringkat 4 dan 5 dengan masing-masing mencatat 27,6 juta dan 18,4 juta kunjungan.

Keberhasilan Tokopedia sebagai eCommerce yang paling banyak dikunjungi tentunya selaras dengan tujuan perusahaan tersebut, yaitu ingin menguatkan penetrasi di dalam negeri ketimbang ekspansi ke luar negeri.

Tumbuh Pesat, Tokopedia Masuk Daftar Deloitte Technology Fast Asia Pacifik 2020

Fokus Tokopedia pada pengembangan potensi lokal

Bagian khusus Buatan Indonesia sebagai bentuk dukungan Tokopedia untuk mendorong UMKM lokal melalui inisiatif
info gambar

Pada 2019, Co Founder sekaligus CEO Tokopedia William Tanuwijaya mengatakan, Tokopedia akan berfokus pada perluasan lokal dibanding mencoba pasar global. Ia ingin mengembangkan potensi lokal dan mendukung pemerataan pertumbuhan ekonomi daerah dengan teknologi digital.

"Kami melihat potensi terbesar saat ini, itu masyarakat pedesaan. Jadi, strategi selanjutnya kami itu Go Local, bukan Go Global. Kami merasa Boyolali itu lebih penting, lebih berpotensi daripada Bangkok misalnya. Surakarta lebih penting daripada Singapura," kata William, dikutip dari Kumparan.

Pada 2021, fokus Tokopedia masih sama, yaitu mendorong Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM) lokal lebih mandiri. Meskipun pemerintah berencana meratifikasi Perjanjian ASEAN tentang Perdagangan Melalui Sistem Elektronik (Asean Agreement on eCommerce), Tokopedia tetap fokus untuk menggarap pasar dalam negeri

Sebagai latar belakang, Asean Agreement on eCommerce merupakan perjanjian yang akan mengakomodasi perdagangan lintas negara (cross border) di kawasan ASEAN secara lebih kondusif dan kompetitif.

“Sebagai perusahaan Indonesia, Tokopedia konsisten untuk terus mendorong pegiat usaha lokal. Dengan menjadi perusahaan yang fokus untuk ‘go local’. Tokopedia memiliki aspirasi untuk dapat terus mengangkat potensi yang dimiliki oleh setiap daerah agar masyarakatnya dapat terus berdaya dan memulai usaha dengan memanfaatkan teknologi untuk meningkatkan kesejahteraan,” seperti dilansir dari laman web Tokopedia.

Salah satu upaya konkret yang dilakukan adalah menginisiasi “Hyperlocal” demi mewujudkan misi pemerataan ekonomi secara digital di Indonesia.

Hyperlocal memungkinkan seluruh masyarakat mempunyai kesempatan yang sama dalam menemukan berbagai produk kebutuhan dengan mudah dan cepat dari penjual terdekat hingga menciptakan peluang usaha, bahkan di tengah pandemi.

Sebagai contoh, disediakan halaman khusus seperti Kumpulan Toko Pilihan (KTP) dan TokoMart yang mengusung teknologi geo-tagging untuk mempermudah masyarakat mendapatkan barang kebutuhan harian dari penjual terdekat.

Selain itu, eCommerce dengan pengunjung web bulanan tertinggi ini juga mengadakan pendampingan intensif untuk UMKM di berbagai kota dan berkolaborasi dengan pemerintah daerah demi mewujudkan digitalisasi pasar tradisional.

Tokopedia untuk industri F&B, fesyen, dan kecantikan

Tampilan TokoMart di platform aplikasi Tokopedia | Tokopedia
info gambar

Tokopedia juga berupaya menghadirkan beragam inisiatif untuk mempermudah masyarakat memenuhi kebutuhan food and beverage (F&B), fesyen, hingga kecantikan sekaligus membantu pegiat usaha lokal mempertahankan bisnis di tengah pandemi.

Misalnya Tokopedia NYAM!, inisiatif ini diklaim berhasil mendorong penjual F&B menjadi go digital. Adapun produk yang populer selama Tokopedia NYAM! berlangsung adalah kopi literan lokal, madu, makanan khas Korea seperti tteokbokki, camilan seperti pisang goreng madu, dan buah mangga.

Dari kampanye tersebut, transaksi kategori F&B di Tokopedia pada Q1 2021 meningkat hampir tiga kali lipat jika dibandingkan dengan periode yang sama pada tahun sebelumnya.

Inisiatif selanjutnya untuk mendukung industri sepatu lokal adalah membuat Gerakan Bersebelas #MelangkahBareng. Untuk program ini, Tokopedia menggandeng Never Too Lavish (NTL) bersama 10 UMKM sepatu lokal lainnya.

Terakhir, Tokopedia membuat Tokopedia Beauty Dealight pada Maret 2021 untuk mendorong masyarakat. Kampanye ini dibuat karena selama Q1 2021, transaksi kategori kecantikan di Tokopedia meningkat hampir dua kali lipat dibandingkan periode yang sama pada tahun sebelumnya.

Gentle Hour dan Maska Indonesia menjadi contoh pegiat usaha kecantikan lokal yang mengikuti kampanye tersebut sebagai upaya memenuhi kebutuhan pasar sekaligus beradaptasi di tengah pandemi.

“Melalui kolaborasi berbagai pihak, diharapkan semakin banyak masyarakat yang bangga buatan Indonesia sehingga UMKM lokal bisa menjadi tuan rumah di negeri sendiri dan bisa tercipta perekonomian nasional yang lebih mandiri,” kata AVP of Category Development for FMCG & Long Tail Categories Tokopedia, Jessica Stephanie Jap.

Shopee dan Tokopedia Jadi E-Commerce dengan Kunjungan Tertinggi Sepanjang 2020

Jika Anda tertarik untuk membaca tulisan Lydia Fransisca lainnya, silakan klik tautan ini arsip artikel Lydia Fransisca.

LF
IA
Tim Editor arrow

Terima kasih telah membaca sampai di sini