Mengenal Profesi Penyelam yang Jaga Kelangsungan Infrastruktur Bawah Laut

Mengenal Profesi Penyelam yang Jaga Kelangsungan Infrastruktur Bawah Laut
info gambar utama

Penyelam, jenis profesi yang mungkin tidak semua orang berani untuk menggelutinya. Berangkat dari bentuk kegiatan yang bagi orang awam dikenal sebagai aktivitas hiburan saat berada di wilayah laut, tak banyak yang tahu secara mendalam bahwa mereka yang memiliki keahlian khusus dalam bidang ini nyatanya memiliki andil besar dalam menjaga infrastruktur bawah laut.

Tak tanggung-tanggung, yang dimaksud dengan andil besar adalah usaha mereka dalam menjamin dan menjaga hal yang berhubungan dengan kebutuhan dan kelangsungan hidup orang banyak.

Seperti yang terjadi belum lama ini, masyarakat tanah air pasti tahu permasalahan koneksi internet dari Internet Service Provider (ISP) yang kenyataannya memang mendominasi kalangan pengguna di Indonesia.

Setelah diselidiki, gangguan yang terjadi nyatanya berasal dari permasalahan di sistem kabel bawah laut. Secara lebih detail, diketahui bahwa sistem komunikasi kabel laut yang mengalami gangguan berada di laut Jawa, Sumatra, dan Kalimantan (JaSuKa) pada ruas Batam hingga Pontianak.

Jika sudah seperti ini, para penyelam yang di saat bersamaan juga merupakan seorang teknisi ditugaskan untuk turun langsung mengambil tindakan perbaikan pada kabel sistem komunikasi yang diketahui berada di kedalaman 20 meter di bawah permukaan laut tersebut.

Belakangan beredar video proses perbaikan yang dilakukan oleh kelompok penyelam yang dimaksud. Setelahnya, banyak publik yang berpendapat bahwa pekerjaan tersebut memiliki risiko cukup tinggi bahkan dipastikan mengancam nyawa.

Seperti apa sebenarnya profesi dari para penyelam yang di saat bersamaan menjadi teknisi untuk infrastruktur bawah laut?

Menjadi Penyelam Profesional, Bagaimana Caranya?

Penyelam dan teknisi di berbagai industri

sps-cables.com
info gambar

Sekilas informasi, penyelam yang belakangan disorot adalah mereka yang masuk ke industri penyedia jasa layanan internet yang menjadi bagian dari teknik informatika. Nyatanya, penyelam ini hanya satu dari sekian banyak jenis yang ada di industri lainnya.

Melansir Bureau of Labor Statistic, masih ada banyak jenis penyelam sekaligus teknisi untuk kebutuhan konstruksi, teknik sipil, kegiatan pendukung transportasi air, arsitektur, dan beberapa industri lainnya.

Walau berada pada berbagai industri yang berbeda namun sebenarnya tugas utama para penyelam secara garis besar memiliki kesamaan, yaitu bertugas untuk memeriksa, memperbaiki, melepas, atau memasang peralatan dan struktur yang ada di bawah laut.

Adapun dalam pekerjaannya, mereka biasa menggunakan berbagai alat listrik seperti bor, palu godam, hingga peralatan las, yang sudah barang tentu hal-hal kelistrikan tersebut memiliki risiko tinggi terutama saat berada di bawah laut.

Sebagai salah satu contoh, dalam proses pengelasan untuk lapisan penutup jaringan kabel atau infrastruktur tertentu saja, para penyelam akan berurusan dengan tiga ratus hingga empat ratus ampere arus listrik untuk menyalakan alat pengelasan.

100 Gigabyte Per Detik di Bawah Laut Indonesia - Singapura

Ragam risiko yang mengintai

Ilustrasi proses pemasangan kabel bawah laut
info gambar

Pertaruhan nyawa sudah tidak perlu dipertanyakan lagi adanya. Risiko yang bisa kapan saja mengintai para penyelam nyatanya tidak hanya datang dari peralatan kelistrikan yang digunakan, melainkan juga kondisi lainnya.

Salah satu risiko besar yang bisa terjadi kapan saja adalah penyakit terkait dekompresi yang melibatkan jumlah tekanan dan gas yang bisa terhirup saat menyelesaikan pekerjaan. Berdasarkan beberapa kasus yang beruntungnya jarang terjadi, diketahui bahwa ada efek lebih parah yang dapat melibatkan gangguan muskuloskeletal tubuh.

Lebih jelas, gangguan muskuloskeletal adalah suatu kondisi yang mengganggu kelangsungan fungsi sendi, ligamen, otot, saraf dan tendon, serta tulang belakang.

Adapun risiko lain yang bisa kapan saja dialami oleh para penyelam juga datang dari kerusakan atau kegagalan pada peralatan selam, serangan dari hewan laut, dan berbagai ancaman lainnya.

Karena itu, di balik besarnya risiko yang mempertaruhkan nyawa, rasanya tak berlebihan atau mengherankan jika bayaran yang didapat oleh para penyelam ada di angka yang cukup setimpal.

Tentu, mereka yang terjun ke bidang pekerjaan satu ini juga tidak semata-mata bermodalkan kemampuan menyelam saja, melainkan juga harus memiliki sertifikasi terkait dengan bidang dan keahlian di industri tertentu.

Selain itu, lamanya pengalaman yang telah dimiliki serta beberapa kondisi serta jenis tugas yang dikerjakan saat berada di lapangan juga menjadi faktor penentu dari besaran pendapatan yang diterima.

Adapun beberapa hal yang menjadi penentu besaran penghasilan penyelam teknisi bawah laut di antaranya yaitu kedalaman laut, metode selam, peralatan tugas bawah laut yang harus digunakan, dan jarak lepas pantai.

Masih berdasarkan sumber yang sama, diketahui bahwa pendapatan yang dimiliki juga bergantung pada jenis industri yang digeluti. Sebagai contoh, bagi penyelam di industri arsitektur, teknik, dan layanan terkait, besaran pendapatan yang diterima oleh penyelam disebut mencapai 34,30 dolar AS atau setara Rp488 ribu per jam.

Kemudian ada juga penyelam di industri teknik sipil dan teknik berat lain yang bisa memiliki pendapatan mencapai 33,93 dolar AS atau setara Rp484 ribu per jam.

Dumai Jadi Landing Station Sistem Kabel Bawah Laut Dari Asia Tenggara Hingga Eropa

Jika Anda tertarik untuk membaca tulisan Siti Nur Arifa lainnya, silakan klik tautan ini arsip artikel Siti Nur Arifa.

SA
MI
Tim Editor arrow

Terima kasih telah membaca sampai di sini