10 Kota Terbaik untuk Bekerja Sambil Berlibur di Asia, Jakarta Masuk Daftar

10 Kota Terbaik untuk Bekerja Sambil Berlibur di Asia, Jakarta Masuk Daftar
info gambar utama

Pandemi COVID-19 masih berlangsung sampai saat ini. Untuk memutus rantai penyebaran virus, pemerintah menyarankan melakukan aktivitas dari atau di rumah. Oleh karena itu, selama kurang lebih 18 bulan terakhir, situasi ini telah membuat kita beradaptasi dengan kebiasaan-kebiasaan baru.

Salah satu bentuk adaptasinya dengan bekerja dari rumah atau yang dikenal work from home. Sayangnya, meskipun kita memiliki ruang kerja yang tenang dan nyaman, terkadang kita menginginkan suasana yang baru.

Dari situasi tersebut, muncul istilah workation. Workation adalah perpaduan kata ‘work’ dan ‘vacation’, yang berarti bekerja sambil berlibur. Sebenarnya, konsep ini sudah ada jauh sebelum pandemi COVID-19 berlangsung. Namun, semakin maraknya remote working atau kerja jarak jauh, pilihan bekerja sambil berlibur semakin banyak dilakukan oleh banyak orang.

Arti berlibur dalam workation tidak sama seperti liburan pada umumnya. Berlibur di sini berarti perubahan suasana dan kesempatan untuk bersantai di luar kerja. Workation memungkinkan kita mengunjungi keluarga jauh atau menjelajahi tempat-tempat baru tanpa harus menggunakan cuti tahunan.

Sebuah situs penyewaan properti untuk liburan, Holidu, membuat Indeks Workation 2021 untuk memberi peringkat kepada kota-kota yang dapat menjadi tempat workation di seluruh dunia. Indeks ini disusun berdasarkan berbagai faktor penting yang dapat mendukung pelaksanaan workation seperti biaya sewa apartemen, destinasi wisata, biaya makanan dan minuman, kondisi cuaca, dan kecepatan wifi.

“Kota-kota yang berada di peringkat atas ini karena memiliki biaya hidup yang sangat terjangkau, mulai dari harga akomodasi, makanan, dan minuman yang sangat menarik. Selain itu, kota-kota tersebut juga menjadi pusat budaya mereka,” kata Public Relations dan Marketing Manager Holidu Sarah Siddle, dikutip dari CNBC.

Kota di Asia untuk workation | Goodstats
info gambar

Dari penjelasan tersebut, berikut 10 kota terbaik di Asia untuk workation.

Anjuran Menjaga Pola Hidup Sehat Selama WFH

1. Bangkok, Thailand

Pemandangan kota Bangkok (Jembatan Taksin) saat matahari terbenam | Shutterstock/Travel Mania
info gambar

Bangkok dinobatkan sebagai kota terbaik untuk workation di Asia. Rata-rata kecepatan internet di ibu kota Thailand ini sebesar 28 Mega byte per second (Mbps), angka ini sama dengan rata-rata kecepatan internet di dunia. Meskipun internetnya bukan yang paling cepat di dunia, terdapat lebih dari 450.000 spot wifi gratis di Bangkok.

Selain itu, biaya hidup di Bangkok merupakan salah satu yang paling terjangkau di dunia. Namun, biaya akomodasi di sana masih terbilang mahal, yaitu 415,18 pounds atau sekitar Rp8,2 juta untuk menyewa apartemen satu kamar.

Kemudian, yang menjadi nilai tambah adalah kebanyakan orang di Bangkok berbicara bahasa Inggris. Lalu, banyak perusahaan multinasional yang pindah ke Bangkok.

2. New Delhi, India

Pemandangan kota New Delhi, India | Shutterstock/NareshSharma
info gambar

Tak hanya menjadi pusat pemerintahan, New Delhi juga memiliki sejarah sebagai pusat perdagangan, transportasi, dan budaya yang dominan di India.

Biaya akomodasi di India merupakan salah satu yang termurah di dunia, yaitu sebesar 179,25 pounds atau sekitar Rp3,5 juta untuk sewa apartemen satu kamar. Untuk bekerja, New Delhi memiliki sekitar 165 coworking space. Namun, rata-rata kecepatan internetnya masih rendah, hanya 12 Mbps.

3. Mumbai, India

Pemandangan kota Mumbai, India | Shutterstock/Towering Goals
info gambar

Salah satu kota terpadat di India ini juga cocok untuk menjadi destinasi workation. Mumbai memiliki 152 coworking space yang dapat digunakan untuk bekerja. Dibandingkan dengan New Delhi, rata-rata kecepatan internet Mumbai lebih tinggi, yaitu 23 Mbps.

Namun, biaya untuk akomodasi di sini cenderung mahal yaitu 419,64 pounds atau setara dengan Rp8,3 juta untuk menyewa apartemen satu kamar.

4. Phuket, Thailand

Perahu longtale di pantai putih di Phuket, Thailand | Shutterstock/CHAINFOTO24
info gambar

Phuket terkenal akan keindahan pantainya. Tak heran, kota ini juga disebut sebagai Mutiara Laut. Untuk menyewa apartemen satu kamar di sana, dibutuhkan sekitar 301,08 pounds atau sekitar Rp6 juta.

Lalu, untuk bekerja, rata-rata kecepatan internet di Phuket sebesar 23 Mbps dan terdapat 11 coworking space yang dapat digunakan.

Kegiatan Anti Bosan Agar WFH Lebih Berwarna

5. Chiang Mai, Thailand

Pemandangan dua pagoda di puncak Gunung Inthanon, Chiang Mai, Thailand | Shutterstock/Take Photo
info gambar

Chiang Mai merupakan pusat budaya di bagian utara Thailand. Kota ini memiliki pegunungan, taman nasional dengan banyak kegiatan untuk pecinta alam seperti susur gua, trekking, zip lining, dan golf.

Untuk biaya hidup, dibutuhkan sekitar Rp6 juta untuk menyewa apartemen satu kamar. Kemudian, untuk bekerja, tersedia 25 coworking space dan rata-rata kecepatan internet di sana sekitar 26 Mbps.

6. Jakarta, Indonesia

Pemandangan kota Jakarta saat petang | Shutterstock/amadeustx
info gambar

Jakarta merupakan pusat pemerintahan dan ekonomi Indonesia. Oleh karena itu, tidak heran jika Jakarta adalah kota yang dinamis dengan banyaknya aktivitas yang berlangsung sepanjang waktu di setiap sudut wilayahnya.

Jakarta memiliki rata-rata kecepatan internet sebesar 14 Mbps. dan jumlah coworking yang tersedia sebanyak 104 tempat. Lalu, dibutuhkan sekitar Rp6,7 juta untuk dapat menyewa apartemen satu kamar.

7. Hanoi, Vietnam

Train Street yang merupakan salah satu destinasi wisata terkenal di Hanoi Old Quarter, Hanoi, Vietnam | Shutterstock/Efired
info gambar

Ibu kota Vietnam ini memiliki banyak bangunan kolonial, pagoda kuno, dan museum unik di pusat kota sebagai daya tarik. Tempat ini juga diklaim nyaman untuk dijelajahi dengan berjalan kaki. Untuk akomodasi, dibutuhkan sekitar Rp4,9 juta untuk menyewa apartemen satu kamar.

Rata-rata kecepatan internet di Hanoi adalah 14 Mbps. Selain itu, tersedia juga 59 coworking space untuk bekerja.

8. Kuala Lumpur, Malaysia

Pemandangan malam menara kembar Petronas di Kuala Lumpur, Malaysia | Shutterstock/RED87PUTRA
info gambar

Ibu kota Malaysia ini memiliki gedung pencakar langit yang berkilauan, gedung dengan arsitektur kolonial, dan banyak atraksi alam. Kuala Lumpur dikenal dengan landmark-nya yang khas, yaitu Menara Petronas yang juga menjadi gedung pencakar langit kembar tertinggi di dunia.

Biaya akomodasi yang dibutuhkan untuk menyewa apartemen satu kamar di Kuala Lumpur adalah sekitar Rp6,5 juta. Untuk bekerja, rata-rata kecepatan internet di sini sebesar 17 Mbps dan tersedia sekitar 103 coworking space.

9. Ho Chi Minh, Vietnam

Patung Ho Chi Minh di depan Balai Kota Saigon, Kota Ho Chi Minh, Vietnam | Shutterstock/Christian Wittmann
info gambar

Ho Chi Minh merupakan kota terbesar di Vietnam. Kota yang dahulu bernama Saigon ini juga merupakan pusat ekonomi di Vietnam. Ho Chi Minh berhasil menjadi tujuan wisata karena latar belakang sejarah yang dimiliki termasuk gedung-gedung dengan arsitektur Prancis, gedung pencakar langit, dan kuil serta pagoda yang indah.

Untuk biaya hidup, dibutuhkan sekitar Rp8 juta untuk menyewa apartemen satu kamar. Kemudian, rata-rata kecepatan internet di Ho Chi Minh sebesar 13 Mbps dan ketersediaan coworking space sebanyak 92 tempat.

10. Singapore, Singapura

Patung Merlion, salah satu pusat wisata di Singapura | Shutterstock/Richie Chan
info gambar

Kota yang dikenal dengan sebutan Lion City ini disebut sebagai “Instant Asia” karena menawarkan wisatawan pandangan tentang budaya yang dibawa oleh para imigran dari seluruh Asia ke Singapura. Seperti yang kita tahu, terdapat tiga etnis besar di Singapura, yaitu tionghoa, melayu, dan india.

Biaya yang dibutuhkan untuk akomodasi menyewa apartemen satu kamar di Singapura adalah 1.455,77 pounds atau setara dengan Rp28,6 juta. Untuk kecepatan internet, Singapore menjadi kota dengan rata-rata kecepatan internet tertinggi di dunia dengan angka 93 Mbps. Untuk bekerja pun, tersedia 117 coworking space.

Panduan Liburan Sambil Bekerja dari Labuan Bajo, NTT

Jika Anda tertarik untuk membaca tulisan Lydia Fransisca lainnya, silakan klik tautan ini arsip artikel Lydia Fransisca.

LF
IA
MI
Tim Editor arrow

Terima kasih telah membaca sampai di sini