Burbacek, Pedesan Entok, dan Masakan Tradisional Indramayu yang Menggugah Selera

Burbacek, Pedesan Entok, dan Masakan Tradisional Indramayu yang Menggugah Selera
info gambar utama

Apa yang ada di ingatan Anda soal Indramayu? Kabupaten di Jawa Barat ini merupakan salah satu daerah yang berada di jalur pantura dan berbatasan dengan Cirebon, Majalengka, Sumedang, dan Subang.

Selama ini Indramayu dikenal sebagai kota mangga. Dalam Bahasa Indramayu, mangga disebut pelem. Buah tersebut tumbuh subur dan banyak ditanam oleh masyarakat setempat, dari pekarangan rumah hingga perkebunan. Mangga yang paling terkenal ialah jenis cengkir.

Tak hanya itu, Indramayu juga memiliki berbagai masakan yang khas dan sulit ditemukan di daerah lain. Maka jangan sampai lupa untuk meluangkan waktu untuk berwisata kuliner saat berkunjung ke sana. Berikut beberapa makanan tradisional khas Indramayu yang wajib dicoba:

Nasi Bekepor, Hidangan Kalimantan Timur Warisan Kerajaan Kutai Kertanegara

Burbacek

Siapa yang tak suka makan bubur? Hidangan lembut dan hangat ini biasanya pas disantap untuk sarapan. Bila di daerah lain bubur biasa disajikan dengan potongan daging ayam, kuah kuning, dan kerupuk, di Indramayu ada varian yang berbeda. Namanya burbacek, perpaduan antara bubur, rumbah, dan cecek.

Rumah merupakan masakan yang terdiri dari sayuran seperti kangkung, taoge, dan daun semanggen yang dibumbui saus kacang seperti pecel. Sedangkan cecek artinya kulit sapi, biasanya dimasak dengan bumbu kemiri, daun jeruk, kencur, dan kelapa.

Sederhananya, burbacek merupakan sajian bubur dengan isian sayuran dan kulit sapi dengan saus kacang. Untuk menambah kelezatan, bubur juga ditambahkan kuah kaldu ikan pindang yang sebelumnya telah dimasak dengan bawang merah dan cabai. Secara keseluruhan, rasa burbacek ini unik, meriah, dan gurih.

Kue Leker, Tipis-Manis Nostalgia Masa Sekolah Generasi 90-an

Pedesan entok

Masakan lain yang wajib dicoba di Indramayu ialah pedesan entok. Seperti namanya, hidangan ini ialah entok atau itik dengan bumbu pedas. Sekilas penampilannya mirip dengan gulai bebek, tapi dimasak tanpa santan.

Untuk membuat menu ini, bahan dan bumbu yang dibutuhkan antara lain entok, tomat, daun jeruk, serai, kecap manis, cabai merah, bawang merah, bawang putih, kunyit, lengkuas, dan kemiri.

Hidangan ini akan lebih nikmat bila dimasak di atas tungku kayu bakar. Konon, cara memasak ini mampu menghilangkan bau amis pada daging entok dan rasanya jadi lebih gurih karena bumbu-bumbunya meresap dengan maksimal.

Hampir Mirip! Ini Filosofis Jajanan Pasar Lemper dan Semar Mendem

Pindang gombyang manyung

Bahan dasar pembuatan pindang gombyang manyung ialah kepala ikan manyung atau yang biasa diolah menjadi ikan asin jambal roti. Sesuai namanya, pengolahan masakan ini dengan dipindang. Setelah dibersihkan, kepala ikan digarami dan dibumbui dengan lengkuas, kunyit, asem jawa, cabai rawit, jahe, bawang merah, bawang putih, tomat, kacang tanah, dan kemiri, kemudian direbus sampai kering.

Nama gombyang sendiri merujuk pada sesuatu yang besar, menggambarkan ukuran kepala ikan. Setelah matang, rasa pindang gombyang manyung ini cenderung pedas manis bercampur sedikit asam. Paling nikmat disantap dengan nasi hangat.

Mengenal Oncom dan Taoco, Makanan Fermentasi Tradisional Nusantara

Mi ragit

Selama bulan puasa tiba, mi ragit banyak dicari-cari untuk menu berbuka. Hidangan ini terdiri dari mi telur dengan kaldu perpaduan antara udang dan santan, taburan ebi, udang, dan irisan telur rebus atau dadar. Rasanya asin gurih dan nikmat disantap hangat-hangat. Biasanya mi ragit juga bisa ditambahkan sayuran seperti kubis dan sambal kacang. Mi ragit banyak dijual di kawasan kampung kuliner di Jalan Kapten Arya Kelurahan Karangmalang.



Jika Anda tertarik untuk membaca tulisan Dian Afrillia lainnya, silakan klik tautan ini arsip artikel Dian Afrillia.

Terima kasih telah membaca sampai di sini