Pertama di Indonesia. Selamat Datang, Universitas Siber Muhammadiyah

Pertama di Indonesia. Selamat Datang, Universitas Siber Muhammadiyah
info gambar utama

Kemajuan teknologi internet membuat dunia berubah dengan cepat. Ruang-ruang kehidupan menjadi luas, jarak menjadi semakin dekat, batas-batas wilayah geografis makin tak lagi terasa.

Teknologi siber ini juga membuka pintu-pintu kesempatan baru bagi semua orang, memperkuat ekonomi, menumbuhkan minat dan potensi, sekaligus menyuarakan ide ataupun opini yang bisa menjangkau sebanyak mungkin orang.

Dunia memasuki era Industri 4.0, dan kita kini hidup di dalamnya. Industri 4.0 atau revolusi industri keempat merupakan istilah yang umum digunakan untuk tingkatan perkembangan industri teknologi di dunia.

Siapapun yang ingin memenangkan kompetisi di era ini, berarti harus memiliki kemampuan mumpuni di berbagai bidang. Salah satu yang perlu dipersiapkan adalah sisi SDMnya.

Buka Perkuliahan, Monash University Jadi Kampus Asing Pertama yang Beroperasi di Indonesia

Pendidikan perlu lebih merata, dan menjangkau masyarakat lebih luas

Muhammadiyah menjawab tantangan ini, dan mendirikan SiberMu, atau Universitas Siber Muhammadiyah. SiberMU merupakan perguruan tinggi yang digagas Muhammadiyah menggunakan modul tunggal Pendidikan Jarak Jauh (PJJ), pertama dan satu-satunya yang fokus pada dunia siber.

“Universitas SiberMu sebagai penerjemahan Muhammadiyah atas tantangan yang diberikan oleh revolusi industri 4.0, yang menawarkan sistem pendidikan jarak jauh sebagai inovasi abad 21,” ujar Bambang Riyanta, pimpinan Universitas SiberMu, saat peluncuran Universitas SiberMu di Kantor PP Muhammadiyah Yogyakarta, Rabu (6/10/2021), seperti dikutip Republika.

Ketua Umum PP Muhammadiyah, Haedar Nashir mengatakan bawah kondisi masyarakat Indonesia sekarang ini masih tertinggal dengan negara-negara tetangga seperti Singapura, Malaysia, dan juga Thailand, terutama di bidang iptek.

"Saya mohon maaf dengan hormat pendidikan negara kita masih merayap terlambat jika dibandingkan dengan negara tetangga kita. Padahal dalam iptek kita dituntut untuk berpikir maju, hal ini berbeda dengan soal alam komunal kita seperti gotong royong yang sudah baik," ungkap dia.

Dengan kondisi ini, menurut Haedar, dibutuhkan tempat belajar yang tidak terhalang ruang, untuk mengejar ketertinggalan daya saing masyarakat Indonesia.

"Diperlukan akselerasi kekuatan agar semakin cerdas dan mampu bersaing dengan negara lain. Universitas SiberMu ini bukan lagi program online, namun merupakan kesatuan dari organisasi universitas itu sendiri," kata dia, seperti dikutip dari Kompas.

"Universitas SiberMU sebagai terjemahan Muhammadiyah atas tantangan yang ada saat revolusi industri 4.0, yang menawarkan sistem pendidikan jarak jauh. Sebagai inovasi abad 21," tutup dia.

Sejarah Kampus UI, Rahim Perguruan-Perguruan Tinggi di Indonesia

Biaya yang relatif lebih terjangkau

Plt Kepala LLDikti Wilayah V, Bhimo Widyo Andoko berharap, dengan biaya yang terjangkau Sibermu mampu menghadirkan pendidikan berkualitas. Terlebih, Sibermu bisa diakses berbagai wilayah di Indonesia, bahkan di berbagai belahan dunia.

Karenanya, dia berharap, Sibermu dapat menjangkau daerah-daerah luar, sehingga mendorong perluasan akses pendidikan secara lebih masif. Serta, memperkuat kampus-kampus PTM lain yang tersebar baik di dalam maupun di luar negeri.

Selain itu, Sibermu menerapkan, tiga peran penting hari ini. Mulai dari sebagai perguruan tinggi yang menerapkan Pendidikan Jarak Jauh (PJJ), sebagai agregator dan fasilitator pertukaran pelajar dalam Merdeka Belajar Kampus Merdeka (MBKM).

Kasim Arifin, Jalani KKN 15 Tahun Demi Kembangkan Pertanian di Maluku

Jika Anda tertarik untuk membaca tulisan Akhyari Hananto lainnya, silakan klik tautan ini arsip artikel Akhyari Hananto.

AH
MI
Tim Editor arrow

Terima kasih telah membaca sampai di sini