Prospek Makin Cerah, Startup Anyar Indonesia Dapat Suntikan Dana dari Jeff Bezos

Prospek Makin Cerah, Startup Anyar Indonesia Dapat Suntikan Dana dari Jeff Bezos
info gambar utama

Ungkapan mengenai startup Indonesia yang semakin meroket dan memiliki performa gemilang bahkan sampai ke taraf internasional nyatanya bukan lagi sebatas isapan jempol belaka.

Telah melalui perkembangan yang dapat dikatakan cukup pesat selama kurun waktu 10 tahun terakhir, para investor ternama yang berasal dari berbagai latar belakang mulai dari perusahaan teknologi sampai perusahaan permodalan sendiri, saat ini tidak hanya membidik startup dengan nama-nama besar seperti Gojek, Tokopedia, atau Traveloka untuk menyalurkan suntikan dana.

Bermodalkan performa dan pertumbuhan yang baik secara keseluruhan dari segi ekosistem startup di tanah air, nyatanya cukup membuat sejumlah investor besar tertarik untuk ikut menggelontorkan dana segar bagi jajaran startup yang benar-benar masih ada di tahap merintis dengan usia yang terbilang masih sangat muda.

Lagi-lagi hal tersebut terbukti lewat sebuah pencapaian salah satu startup tanah air, yang belakangan banyak mencuri perhatian karena penerimaan dana investasi dari sejumlah investor kelas dunia, yaitu Ula.

Berita tersebut semakin ramai diperbincangkan, karena salah satu investor yang terlibat nyatanya merupakan pihak perusahaan milik orang terkaya di dunia, yaitu Jeff Bezos.

Jajaran Startup Indonesia yang Masuk Daftar Forbes Asia 100 To Watch

Mengenal Ula

Ula Founder
info gambar

Didirikan oleh empat orang pria yang berasal dari berbagai latar belakang berbeda yaitu Nipun Mehra, Alan Wong, Derry Sakti, dan Riky Tenggara, startup ini sebenarnya sudah mulai dikembangkan sejak pertengahan tahun 2019 oleh Nipun sebagai pemrakarsa utama.

Adapun Alan, Dery, dan Riky kemudian mulai bergabung sebagai Co-Founder di sekitar akhir tahun 2019 hingga awal tahun 2020. Pada awal tahun yang sama, layanan dan platform Ula mulai diluncurkan secara bertahap dalam versi beta untuk beberapa mitra di sejumlah wilayah tertentu.

Sedangkan jika bicara mengenai jenis layanan yang dihadirkan, Ula memiliki konsep bisnis yang mengandalkan aplikasi berbasis eCommerce di mana berisi berbagai pilihan barang dagangan grosir yang biasa diburu oleh para pemilik warung atau pelaku UMKM, khususnya terkait kebutuhan untuk produk konsumsi sehari-hari (FMCG).

UMKM nampaknya memang sedang menjadi sektor yang begitu menjanjikan bagi para pihak yang ingin mendirikan perusahaan startup. Terbukti karena bukan hanya Ula, dalam kurun beberapa waktu ke belakang, nyatanya tak sedikit bermunculan sejumlah startup yang membawa fokus pelayanan di bidang pemberdayaan UMKM.

Dalam keterangan yang dimuat pada profil LinkedIn milik Nipun, sosok yang nyatanya sudah mengarungi karier di berbagai perusahaan teknologi dan permodalan dunia ini mengungkap bahwa Ula diharapkan akan menjadi platform yang dapat membantu dan memberdayakan UMKM di tanah air dengan penerapan teknologi digital yang lebih modern, sehingga dapat memanfaatkan peluang pasar secara lebih maksimal.

Dapat Pendanaan 80 Juta Dolar AS, Startup Ini Dorong 6,5 Juta UMKM Go Digital

Riwayat pendanaan Ula

4 Pendiri Ula (Kiri ke Kanan) Derry Sakti, Nipun Mehra (layar), Riky Tenggara, Alan Wong bersama Investor Ganesh Rengaswamy (layar), and Dan Bertoli © Dok. Ula
info gambar

Ula dapat dikatakan sebagai salah satu perusahaan yang justru mengalami pengembangan bisnis secara progresif bahkan di tengah situasi pandemi. Karena nyatanya, startup ini justru telah berhasil mendapatkan tiga kali penyuntikan dana hanya dalam kurun waktu kurang dari dua tahun.

Lebih detail, pendanaan yang didapat Ula dimulai dari putaran pendanaan pertama (seed round) yang berlangsung pada pertengahan tahun 2020 lalu, tepatnya di bulan Juni.

Berdasarkan data Crunchbase, pendanaan pertama tersebut berhasil mengumpulkan nilai investasi sebesar 10,5 juta dolar AS atau sekitar Rp149 miliar. Dana yang dimaksud berasal dari sebanyak 13 investor di antaranya Sequoia Capital India, Quona Capital, Lightspeed India Partners, B Capital Group, dan Alter Global.

Sekitar tujuh bulan berselang tepatnya di tanggal 28 Januari 2021, investasi kembali diraih lewat pendanaan seri A dan berhasil mengumpulan dana segar lebih besar yaitu mencapai 20 juta dolar AS atau setara Rp284 miliar, hanya dari lima investor yang sama seperti yang telah disebutkan sebelumnya.

Indonesia Masuk Jajaran Negara dengan Ekosistem Startup Terbaik di Asia Pasifik 2021

Masuknya Jeff Bezos sebagai investor baru

Siapa sangka, beberapa bulan sebelum sampai di penghujung tahun 2021, Ula nyatanya mencuri perhatian publik setelah berhasil memikat minat Jeff Bezos untuk ikut melakukan investasi

Sosok pendiri Amazon yang sejak tahun lalu kerap bersaing dan bertukar posisi secara terus menerus dengan Elon Musk dalam memperoleh label sebagai orang terkaya di dunia tersebut, diketahui ikut menyuntikkan dana segar dalam pendanaan seri B Ula yang berlangsung pada tanggal 2 Oktober lalu.

Memiliki banyak gurita bisnis dan perusahaan, Bezos memutuskan untuk melakukan investasi kepada Ula melalui salah satu perusahaan investasi keluarga yaitu Bezos Expeditions. Menariknya, pemberitaan menyebut bahwa Bezos sempat meminta agar namanya tidak disebutkan dalam keputusan pendanaan yang ia ambil.

Bersama dengan sejumlah investor baru seperti Tencent dan mayoritas investor yang sama dengan saat pendanaan seri sebelumnya, nominal investasi yang terkumpul nyatanya memang jauh lebih tinggi empat kali lipat yaitu mencapai 87 juta dolar AS, atau sekitar lebih dari Rp1,2 triliun.

Lewat ketiga pendanaan yang telah diperoleh, jika diakumulasi maka total suntikan investasi yang didapatkan Ula sudah mencapai 177,5 juta dolar AS atau sekitar Rp1,6 triliun, hanya dalam kurun waktu kurang lebih 20 bulan sejak startup ini hadir di tanah air.

Berdasarkan keterangan resmi yang dipublikasi, Ula menyatakan akan menggunakan dana investasi yang baru diperoleh untuk memperbesar cakupan area geografi dan tim, sekaligus mewujudkan tujuan pemberdayaan industri di Indonesia dengan merilis kategori produk dan layanan baru, pengembangan layanan paylater, pembangunan teknologi baru, infrastruktur logistik, dan rantai pasokan lokal.

“Dengan Ula, mereka (pelaku ritel UMKM) tidak perlu lagi khawatir tentang pembelian barang, ketersediaan produk, atau bahkan pembayaran, yang tentunya akan memberikan mereka waktu lebih banyak untuk fokus kepada hal lain yang lebih penting…” pungkas Derry Sakti, selaku Co-founder & Chief Commercial Officer Ula.

Booming Startup Indonesia: Prestasi dan Potensi di 2021

Jika Anda tertarik untuk membaca tulisan Siti Nur Arifa lainnya, silakan klik tautan ini arsip artikel Siti Nur Arifa.

Terima kasih telah membaca sampai di sini