Mencicipi Nasi Menok dan Tepo Tahu, Hidangan Tradisional Khas Magetan

Mencicipi Nasi Menok dan Tepo Tahu, Hidangan Tradisional Khas Magetan
info gambar utama

Siapa yang pernah berkunjung ke Magetan? Kabupaten yang berada di Jawa Timur ini berbatasan dengan Ngawi, Madiun, Ponorogo, Karanganyar, dan Wonogiri.

Magetan punya beberapa objek wisata yang menarik untuk didatangi, antara lain Taman Genilangit, Terowongan Lowo, Air Terjun Tirtosari, Dam Jejeruk, Gunung Lawu, Telaga Sarangan, Telaga Wahyu, Mojosemi Forest Park, Kedung Ngancar, Embung Klumpit, dan Candi Simbatan.

Menyambangi sebuah daerah tentu rasanya kurang lengkap bila tidak sekaligus mencicipi makanan yang khas dari tempat tersebut. Bila sedang merencanakan liburan ke Magetan, setidaknya ada dua makanan tradisional yang wajib dicoba yaitu nasi menok dan tepo tahu.

Tahu Bungkeng, Kudapan Nikmat yang Melegenda dari Sumedang Sejak 1917

Nasi menok

Nasi menok merupakan hidangan yang dibuat dari beras setengah matang dan dicampur dengan santan, garam, dan daun salam, kemudian dibungkus daun pisang kepok untuk menambahkan aroma. Setelah dibungkus, nasi kembali dikukus sampai matang dan bumbunya meresap.

Untuk menikmati nasi menok, bisa memilih urap, botok, atau lento. Beberapa penjual nasi menok juga biasanya memiliki menu-menu tambahan seperti ayam goreng, ikan asin, tempe, dan tahu bacem.

Rasa nasi menok cenderung gurih dan nasinya pulen. Botok jadi salah satu menu pelengkap makan nasi menok karena perpaduannya pas dan nikmat. Botok adalah hidangan yang terbuat dari ampas atau bungkil kelapa dan dibumbui dengan cabai, garam, merica, dan daun salam, biasa juga ditambahkan petai cina, teri, atau udang.

Ada pula pilihan urap yang terdiri dari selada air dan daun kenikir. Kemudian ada lento, gorengan serupa perkedel yang terbuat dari ubi kayu dengan rasa gurih pedas.

Umumnya, cara makan nasi menok tidak disajikan di atas piring biasa, melainkan lemper atau piring dari tanah liat dan dialasi daun untuk memberikan tampilan autentik seperti di pasar-pasar zaman dahulu.

Bagi masyarakat Magetan, nasi menok bukan sekadar makanan biasa, tapi menyimpan sejarah dari Kerajaan Mataram. Menu ini dikenal sebagai makanan yang sering disantap kalangan keluarga kerajaan, hingga prajuritnya pun menyukai hidangan ini.

Burbacek, Pedesan Entok, dan Masakan Tradisional Indramayu yang Menggugah Selera

Tepo tahu

Pernah dengar hidangan yang satu ini? Tepo merupakan makanan mirip lontong, tetapi teksturnya lebih lembut dan bentuknya tidak memanjang, melainkan seperti piramida, tetapi sama-sama terbuat dari beras dan dibungkus daun pisang, kemudian dikukus.

Tepo tahu terdiri dari tepo, tahu telur, tempe goreng, irisan kol, dan taoge, kemudian disiram saus kacang, kecap, taburan seledri, bawang goreng, kacang tanah goreng, dan remahan kerupuk.

Sekilas, hidangan ini mirip kupat tahu atau tahu gimbal, tetapi ciri khasnya adalah kuah dengan perpaduan rasa manis, asam, dan pedas. Beda dengan lontong, tepo pun terasa begitu halus saat masuk ke dalam mulut, berpadu dengan tahu telur yang gurih membuat hidangan ini begitu kaya rasa.

Nikmatnya Doclang dan Es Pala, Kuliner Bogor yang Mulai Jarang Ditemui

Hidangan wajib coba di Magetan

Selain nasi menok dan tepo tahu, masih banyak kuliner khas Magetan yang tak kalah nikmat. Misalnya sate jamur tiram buatan Bu Darmi. Berjualan di jalan tembus Sarangan-Tawangmangu, warung sate Bu Darmi selalu ramai pembeli. Hidangan ini sebenarnya mirip dengan sate ayam pada umumnya, tetapi bahan dasar utamanya diganti dengan jamur tiram dan disajikan bersama lontong dan bumbu kacang.

Kemudian ada ayam panggang gandu Bu Setu. Berbeda dari ayam panggang lain, rahasia kenikmatannya ada di proses memasak yang masih tradisional. Alih-alih menggunakan alat panggang modern, ayam panggang gandu masih dimasak di atas tungku dari tanah dan dibakar memakai kayu jati. Proses memasaknya pun melewati dua tahapan, yaitu memanggang ayam di tungku lain sampai setengah matang, kemudian diberi bumbu dan dipindahkan ke tungku lain hingga matang merata dan dagingnya empuk.

Selain makanan utama, Magetan juga punya berbagai camilan yang biasanya dijadikan bahan oleh-oleh. Misalnya, roti bolu, enting-enting, madumongso, manisan kulit jeruk pomelo, jadah, dan jenang candi.

Jika Anda tertarik untuk membaca tulisan Dian Afrillia lainnya, silakan klik tautan ini arsip artikel Dian Afrillia.

Terima kasih telah membaca sampai di sini