Mengintip Persiapan Venue dan Fasilitas untuk 3 Turnamen Bulu Tangkis 2021 di Bali

Mengintip Persiapan Venue dan Fasilitas untuk 3 Turnamen Bulu Tangkis 2021 di Bali
info gambar utama

Kabar gembira bagi sektor pariwisata, mulai terbukanya kembali Indonesia terhadap potensi pariwisata mancanegara akan terbantu berkat penyelenggaraan beberapa gelaran bertaraf internasional di tanah air yang dijadwalkan berlangsung dalam waktu dekat.

Belum selesai euforia akan majunya Indonesia menjadi tuan rumah seri kedua gelaran MotoGP 2022 yang berlangsung di sirkuit Mandalika, kali ini keistimewaan serupa untuk menjadi tuan rumah juga datang dari salah satu bidang olahraga yang belakangan semakin banyak digandrungi yaitu bulu tangkis.

Hanya dalam kurun waktu kurang lebih satu bulan lagi, tiga tur kejuaraan bulu tangkis dunia yaitu Indonesia Masters, Indonesia Open, dan BWF World Tour Finals 2021 akan diselenggarakan dalam rentang waktu yang berdekatan, tepatnya di bulan November.

Bukan Jakarta, melainkan Bali yang kali ini didapuk sebagai lokasi terpilih. Nantinya, sejumlah atlet bulu tangkis yang berasal dari berbagai negara dipastikan akan bertolak ke tanah air untuk berkompetisi memperebutkan gelar juara.

4 Tahun Berkuasa, Marcus-Kevin Catat Rekor Ganda Putra Peringkat 1 Terlama

Bali International Convention Center

Bali International Convention Center
info gambar

Bukan kali pertama menjadi tuan rumah, gelaran Indonesia Masters dan Indonesia Open biasanya terselenggara di Ibu Kota Jakarta tepatnya Istora Senayan, kawasan Gelora Bung Karno.

Kali ini, perhelatan yang sebelum pandemi melanda selalu berhasil mendatangkan ledakan penonton khususnya pencinta bulu tangkis tersebut akan diselenggarakan di kawasan Nusa Dua, tepatnya Bali International Convention Center (BICC).

Pemilihan Bali sebagai lokasi sebenarnya sudah terdengar sejak pertengahan tahun 2021, ketika gelaran Olimpiade berakhir dan penggemar bulu tangkis di tanah air sudah mengantisipasi turnamen selanjutnya yang akan berlangsung.

Awalnya diprediksi terselenggara pada akhir bulan Oktober 2021, ketiga turnamen yang sebelumnya disebutkan ternyata akan berlangsung mulai pertengahan November sampai dengan awal Desember.

Adapun masing-masing jadwal pelaksanaaan dari ketiga turnamen tersebut dimulai dari Indonesia Masters yang berlangsung pada tanggal 16-21 November, dilanjut Indonesia Open pada tanggal 23-28 November, dan terakhir ditutup dengan BWF World Tour Finals 2021 pada tanggal 1-5 Desember.

Siap Berburu Gelar, 7 Wakil Indonesia Berstatus Unggulan di All England Open 2021

Terselenggara tanpa penonton

Daihatsu Indonesia Masters 2020 yang masih dihadiri penonton
info gambar

Berbeda dengan gelaran olahraga tingkat nasional yaitu PON yang sudah boleh dihadiri oleh sebanyak 25 persen penonton, sayangnya tur rangkaian tiga turnamen bulu tangkis ini memiliki standar peraturan yang sangat ketat karena dipastikan jika pelaksanaannya akan berlangsung tanpa kehadiran penonton.

Lebih lanjut, detail dari pelaksanaaan ketiga turnamen dijelaskan oleh Kasubid Hubungan Luar Negeri PB PBSI, Bambang Roedyanto melalui beberapa cuitan di akun media sosial Twitter miliknya.

“Bali Opens: tidak ada penonton” ungkap sosok yang akrab disapa Koh Rudy tersebut.

Koh Rudy juga kembali menegaskan bahwa tidak ada perekrutan volunteer seperti tahun-tahun sebelumnya. Lain itu, dijelaskan bahwa pelaksanaan rangkaian turnamen akan menerapkan sistem bubble di mana semua pihak yang terlibat mulai dari personel pemain, ofisial, kru, staf hotel, dan panitia harus tinggal di satu tempat.

Serba-Serbi PON XX Papua 2021, dari Pembangunan 4 Venue hingga Keunikan Medali

Kemewahan fasilitas yang tersedia

Westin Resort Nusa Dua Bali
info gambar

Sebelum menjadi lokasi untuk tiga turnamen bulu tangkis dalam waktu dekat ini, BICC sejatinya memang kerap menjadi lokasi dari berbagai penyelenggaraan penting bertaraf internasional, salah duanya adalah Konferensi Perubahan Iklim PBB yang berlangsung pada tahun 2007, dan Annual Meeting International Monetary Fund (IMF) World Bank Group yang berlangsung pada tahun 2018 silam.

BICC memiliki lokasi yang strategis dengan jarak sekitar 30 kilometer dari Kota Denpasar dan 10 kilometer dari Bandara Internasional Ngurah Rai.

Soal fasilitas, BICC memiliki sebanyak 17 ruang meeting dan auditorium dengan salah satu ruang utama yang disebut dapat menampung hingga sebanyak 2.500 kursi untuk acara resmi.

Sehubungan dengan kebijakan mengenai sistem bubble yang mengharuskan semua pihak berkepentingan berada dalam satu area, lokasi BICC memang langsung terhubung dengan area The Westin Resort yang akan menjadi tempat singgah dan karantina untuk berbagai pihak termasuk para atlet dari berbagai negara.

The Westin Resort Nusa Dua Bali diketahui memiliki sebanyak 433 kamar yang diyakini cukup untuk menampung seluruh pihak yang terlibat. Mengutip BadmintonTalk, selama berlangsungnya turnamen nanti akan tersedia sejumlah fasilitas seperti outdoor cinema, private beach, pop up markets, pop up Indonesian food, tennis court, air badminton, dan masih banyak lagi.

“…untuk mengurus tiga kejuaraan ini tidak gampang, banyak prosedur harus kita penuhi apalagi masa pandemi, kabar bagus ada International flight ke Bali mulai 14 Oktober.” jelas Koh Rudy.

Bali, Yogyakarta, dan Solo, Tengah Dikembangkan Menjadi Destinasi Wellness Tourism

Jika Anda tertarik untuk membaca tulisan Siti Nur Arifa lainnya, silakan klik tautan ini arsip artikel Siti Nur Arifa.

Terima kasih telah membaca sampai di sini