Dari BTS Hingga Squid Game, "Durian Runtuh" Bagi Korea

Dari BTS Hingga Squid Game, "Durian Runtuh" Bagi Korea
info gambar utama

Kira-kira, menurut ada apa kesamaan antara Squid Game dan BTS? Terlepas dari K-mania yang mereka ledakkan di berbagai penjuru dunia, keduanya adalah bukti dari kedahsyatan diplomasi budaya Korea Selatan. Pengaruh mereka melintasi batas-batas geografis negara, dan mengharubiru ratusan juta manusia.

Sesungguhnya, jantung dari pencapaian global dunia perfilman dan musik Korea salah satunya adalah keberhasilan korea dalam mencapai dominasi soft-diplomacy globalnya. Korea Selatan secara strategis menggunakan fenomena diplomasi K-pop, K-movie, dan Drakor, yang secara signifikan terus berkembang dan merambah sudut-sudut baru dunia.

Munculnya sinema Korea dan artis K-pop telah membangun landasan yang kuat bagi soft power Korea untuk berkembang, dan dalam beberapa tahun terakhir, prestise budaya pop Korea Selatan telah menunjukkan pengaruh globalnya.

Pada tahun 2018, sebagai bagian dari kesepakatan untuk mengadakan konser budaya menjelang KTT antar-Korea, bintang K-pop yang dikenal secara internasional seperti girl group Red Velvet, Baek Ji-Young, dan mantan anggota Girls' Generation Seohyun, antara lain, tampil di Pyongyang, Korea Utara.

Pertukaran budaya itu merupakan pembuka jalan untuk mengatur panggung pertemuan antara pemimpin Korea Utara Kim Jong-Un dan Presiden Korea Selatan Moon Jae-In sebulan kemudian. Historis sekali pertemuan itu.

Pertujukan Kpop di Pyongyang, Korut. Historik | Korea Central News Agency
info gambar

Dengan berbagai kebijakan yang membawa investasi perusahaan dalam industri hiburan dalam negeri, juga berbagai subsidi dunia kreatif, serta berbagai peraturan yang menguntungkan bagi pelaku industri kreatif, Korea sukses menciptakan ambience yang luar biasa bagi industri kreatif untuk berkembang.

Selanjurnya, Korea Selatan juga secara langsung melibatkan para pelaku industri kreatif, terutama di bidang pop culture ke dalam tujuan kebijakan luar negerinya. Korea menggabungkan berbagai elemen pop kultur dan bidang lain di negara tersebut seperti bintang film, produk kecantikan dan perawatan kulit, tempat wisata, dan program studi di luar negeri untuk menciptakan branding yang terus membaik dalam cara orang-orang dari seluruh dunia memandang dan berinteraksi dengan negara tersebut.

Pada 2012, Psy dengan lagunya 'Gangnam Style' menjadi video musik YouTube pertama yang mencapai 1 miliar views. Film Parasite karya Bong Joon-Ho menjadi film berbahasa non-Inggris pertama yang memenangkan Academy Award untuk Film Terbaik tahun 2020.

Pada tahun yang sama (2020) film “Minari” karya Lee Isaac Chung membuat sejarah bagi perfilman Korea dengan meraih satu piala Oscar dengan enam nominasi. Dan masih hangat, bagaimana serial drama asli Korea “Squid Game” sedang dalam perjalanan untuk menjadi drama paling banyak ditonton di Netflix sepanjang masa.

Menurut laporan Guardian, lebih dari 20 kata baru yang berasal dari Korea, seperti hallyu, aegyo, mukbang telah ditambahkan ke edisi terbaru Oxford English Dictionary.

Konser BTS di Brazil yang selalu sold-out | @hopepics
info gambar

Di “halaman depan” soft power Korea, ada para anak muda yang digandrungi milyaran manusia dunia saat ini, BTS. Sejak debutnya pada tahun 2013, band ini telah menjadi dewasa sebagai manifestasi paling sukses dari fenomena Hallyu.

BTS selalu berhasil mengembangkan branding mereka dari waktu ke waktu. Pada bulan Juni 2021, McDonald's meluncurkan 'BTS Meal' yang menghebohkan itu, begitu panjangnya orang-orang mengantri di semua outlet McDonald’s dan memaksa gerai makanan tersebut menutup gerainya karena alasan pandemic.

BTS meal | Mcdonald's
info gambar

Popularitas luar biasa BTS di seluruh dunia memang laksana durian runtuh bagi branding Korea Selatan. Popularitas mereka adalah contoh penyebaran soft power Korea melalui ide dan pesan yang bergema melintasi batas-batas budaya.

Situs yang dikelola oleh pemerintah 'Imagine Your Korea' menampilkan daftar lokasi dari video musik dan sampul album BTS.

Informasi ini begitu “sangat berguna” para para fans BTS di seluruh dunia untuk (setidaknya berencana) mengunjungi lokasi-lokasi tersebut, dan merasakan sendiri bagaimana BTS pernah berada di situ, “menghirup udara yang sama, memandang pemandangan yang sama, berdiri di tempat yang sama”. Perasaan yang menjadi impian ratusan juta fans mereka.

Pada bulan Juli 2021, Presiden Korea Selatan Moon Jae-In menunjuk BTS sebagai Utusan Khusus Presiden untuk Future Generations and Culture (Generasi dan Budaya Masa Depan). Juru bicara pemerintah menyebut penunjukan itu sebagai "bagian dari diplomasi publik yang berupaya memperluas cakrawala diplomatik dengan mengumpulkan kemampuan diplomatik." Sebuah tujuan yang jujur, dan dahsyat.

Di Korea Selatan, masyarakat luas menyadarai bahwa menumbuhkan soft power melalui diplomasi budaya merupakan kepentingan bersama. Tak heran jika Big Hit Entertainment, yang mengelola BTS, begitu antusias memproduksi dan mempromosikan konten-konten Hallyu, yang didorong oleh kepentingan bersama tersebut.

Para pelaku industri kreatif Korea, termasuk BTS, menyadari bahwa dasar dari diplomasi adalah 'people-to-people', yang berarti penciptaan pandangan positif terhadap suatu bangsa atau budaya yang diperluas melalui pengalaman bersama antara orang-orang di seluruh perbedaan geografis dan budaya.

Dari sisi ekonomi, industri konten kreatif Korea Selatan memang relatif kecil dibandingkan dengan sektor manufaktur yang begitu besar. Meski begitu, terus berkembang dengan mantap. Ekspor konten kreatif mencapai 10,8 miliar dolar As tahun 2020 lalu, kira-kira sepersepuluh dari chip (ekspor utama Korsel), tetapi sudah menghasilkan lebih dari beberapa ekspor utama lainnya seperti peralatan rumah tangga dan kosmetik.

Nilai ekspor hiburan Korea Selatan, yang meliputi penerbitan, permainan, musik, film dan acara TV, naik 6,3 persen tahun lalu bahkan ketika pengiriman barang secara keseluruhan turun 5,4 persen karena pandemi Covid-19.

Bahkan produk konsumen yang terkait dengan Hallyu, seperti kosmetik, pakaian dan makanan, naik 5,5 persen tahun lalu, menurut laporan oleh Yayasan Korea untuk Pertukaran Budaya Internasional (KOFICE).

Kontribusi industri kreatif pada ekonomi Korea | Bloomberg
info gambar

Popularitas Kpop dan drakor Korea Selatan menyebabkan lonjakan wisatawan pada tahun-tahun sebelum Covid-19 melanda. Di antara total turis yang masuk, 13 persen diperkirakan telah mengunjungi Korea Selatan pada 2019 khusus untuk tujuan mengalami dan merasakan sendiri budaya pop dan menghadiri jumpa fans, dengan pengeluaran mereka mencapai 2,7 miliar dolar AS tahun itu, menurut KOFICE.

Meskipun secara relatif masih kecil, sektor hiburan di Korsel adalah salah satu sektor yang tumbuh paling cepat di Korea Selatan bersama dengan sektor teknologi. Jumlah pekerja di bidang jasa kreatif dan seni tumbuh 27 persen antara 2009 dan 2019, sementara itu di bidang manufaktur, mesin pertumbuhan ekonomi korsel, meningkat 20 persen pada periode yang sama, menurut data dari situs web Statistik Korea.

Dalam sebuah laporan bulan lalu, Netflix mengatakan telah membantu menciptakan 16.000 pekerjaan penuh waktu di Korea dari 2016 hingga 2020 di seluruh industri hiburan dan terkait. Netflix memperkirakan kontribusinya sebesar 4,7 miliar dolar AS terhadap perekonomian pada periode tersebut.

Referensi:

Bloomberg.com, Bloomberg, https://www.bloomberg.com/news/articles/2021-10-07/k-pop-to-squid-game-lift-korean-soft-power-and-the-economy.

Hermesauto. “Squid Game Takes South Korean Soft Power up a Notch, Good for Economy Too.” The Straits Times, 7 Oct. 2021, https://www.straitstimes.com/business/economy/squid-game-takes-south-korean-soft-power-up-a-notch-good-for-economy-too.

Khan, Nuzhat. “BTS to Squid Game: How K-Pop Globalisation Is Translating into Korean Soft Power.” TheQuint, 8 Oct. 2021, https://www.thequint.com/entertainment/bts-to-netflix-squid-game-k-pop-and-cultural-globalisation#read-more.

“Korea.net.” [Business World] Squid Game Helps Boost Korean Soft Power, Economy : Korea.net : The Official Website of the Republic of Korea, https://www.korea.net/Events/Overseas/view?articleId=12455.

Jika Anda tertarik untuk membaca tulisan Akhyari Hananto lainnya, silakan klik tautan ini arsip artikel Akhyari Hananto.

AH
MI
Tim Editor arrow

Terima kasih telah membaca sampai di sini