Suzzanna, Ratu Film Horor yang Bikin Merinding Penonton Bioskop Indonesia

Suzzanna, Ratu Film Horor yang Bikin Merinding Penonton Bioskop Indonesia
info gambar utama

Suzzanna telah terkenal sebagai ratu film horor Indonesia. Salah satu film horor Suzzanna yang diingat publik adalah Sundelbolong (1981).

Memakai pakaian putih panjang hingga mata kaki. Suzzanna berjalan di tengah malam mendatangi seorang pedagang sate.

"Bang, Satenya 200 tusuk."

Suzzanna memesan 200 tusuk sate, kemudian memakannya habis dan minum kuah soto panas dari panci besar. Menjadi adegan paling dikenang dalam film ini.

Suzzanna lahir di Bogor pada 13 Oktober 1942, dirinya punya darah Jerman-Belanda-Manado-Jawa dalam tubuhnya. Bakat seni mengalir dalam darahnya, ayahnya seorang pemain sandiwara sementara ibunya seorang penyanyi.

Dirinya memulai karier sejak usianya memasuki delapan tahun. Suzzanna pertama kali main dalam film garapan Usmar Ismail, Bapak Film Indonesia, Darah dan Doa, pada 1950.

Berkat kegigihannya, Suzzanna yang telah jadi gadis remaja bisa memenangkan audisi di Yogyakarta untuk bermain dalam film Asrama Dara yang juga disutradarai oleh Usmar Ismail. Bakat Suzzanna yang saat itu berusia 16 tahun pun dipoles Usmar, kemampuan aktingnya diasah.

“Sekarang saya akan masuk menjadi siswa ATNI (Akademi Teater Nasional Indonesia) yang dipimpin Om Usmar,” ujar Suzzanna dikutip Varia.

Berkat kerja keras dan aktingnya yang memukau dalam film Asrama Dara, Suzzanna dilirik para sineas internasional. Pada April 1960, Suzzanna terpilih sebagai aktris anak terbaik dalam film Asrama Dara pada Festival Film Asia ke-7 di Tokyo.

'Sebelum Iblis Menjemput' akan Diputar di Amerika

Menikah mudah hingga vakum dari dunia film

Tahun 1960, Suzzanna menikah muda pada umur 18 tahun dengan aktor Dicky Suprapto. Pasangan ini dikaruniai dua anak, Arie Adrianus Suprapto dan Kiki Maria.

Bersama suaminya, dia mendirikan perusahaan Tri Murni Film. Perusahaan ini menghasilkan satu film, Segenggam Tanah Perbatasan (1965). Mereka menjadi pemeran utama.

Setahun kemudian, mereka mendirikan Tidar Jaya Film. Perusahaan ini menghasilkan lima film, yakni Suzie (1966), Tuan Tanah Kedawung (1970), Beranak dalam Kubur (1971), Bumi Makin Panas (1973), dan Napsu Gila (1973).

Beranak Dalam Kubur yang disutradarai oleh Ali Shahab ini merupakan film horor pertama Suzzanna. Saat itu Suzzanna sudah menjadi bintang dan salah satu aktris dengan bayaran tertinggi di Indonesia.

Untuk film Bernapas dalam Lumpur (tahun 1970), kabarnya dia mendapat honor Rp 1 juta. Tetapi saat karirnya ada di puncak, justru rumah tangganya berantakan dan tertimpa musibah.

10 Film Indonesia Terlaris 2018, Bisa Tebak?

Terguncang oleh prahara rumah tangganya, Suzzanna sempat libur panjang dari dunia film. Sekitar empat tahun dia cuti dari industri film. Kepada wartawan Benta Buana beberapa tahun kemudian, Suzzanna menuturkan bagaimana dia bersama kedua anaknya melewati masa-masa gelap itu.

“Ketika kami dalam kemelut dahulu, kami sempat berencana bunuh diri bertiga. Kamar sudah kami siram dengan bensin. Saya sudah siap dengan pistol. Tetapi Arie tiba-tiba berkata, ‘Jangan Mama, kita tidak boleh mati. Saya belum mau mati, saya belum membalas kebaikan mama. Arie belum membahagiakan mama,” ucap Suzzanna menuturkan.

Masalah tak berhenti di situ. Anak laki-lakinya, Arie Adrianus Suprapto, tewas dalam peristiwa penusukan pada 1977 oleh dua pemuda tak dikenal. Rentetan musibah ini membuat Suzzanna terpukul.

Ratu film horor Indonesia

Suzzanna kembali ke dunia film kala bermain dalam Pulau Cinta (1978). Ali Shahab lah yang akhirnya bisa merayu Suzzanna untuk bermain film lagi setelah empat tahun menghilang.

"Almarhum anak saya ingin saya main film lagi,” kata Suzzanna saat konferensi pers pada Desember 1978.

Selama empat tahun, Suzzanna mengaku telah menolak 30 kali tawaran bermain film. Lantaran sutradara Ali Shahab, teman dekatnya, dia mau main film lagi dalam Pulau Cinta bersama Robby Sugara.

Film drama ini lumayan sukses, Suzzanna masuk nominasi Pemeran Utama Wanita Terbaik dalam Festival Film Indonesia (FFI) pada 1979. Dua tahun kemudian dia membintangi Permainan Bulan Desember.

Usai membintangi dua film drama itu, Suzzanna memerankan tokoh hantu gentayangan bernama Alisa dalam Sundelbolong (1981). Sejak itu dia lebih sering memerankan karakter hantu-hantu khas Indonesia.

4 Lelembut Menurut Cerita Rakyat Indonesia

Dia sukses memerankan karakter hantu-hantu khas Indonesia dalam film-filmnya, seperti Nyi Blorong (1982), Malam Jumat Kliwon (1986), dan Malam Satu Suro (1988). Dari 42 judul film yang pernah dimainkannya, tercatat ada 18 judul bertema horor.

Pada film Malam Satu Suro, ada adegan Bokir menyanyikan lagu Tembok Derita di sebuah pemakaman lalu muncul Suzzanna yang berperan sebagai Suketi, hantu gentayangan. Film ini juga membekas dalam benak pecinta film nasional.

Suzanna sempat masuk nominasi Aktris Terbaik Festival Film Indonesia lewat film Ratu Ilmu Hitam. Di samping itu, film yang jadi sorotan ialah Nyi Blorong.

Pada artikel bertajuk Perkembangan Film Horor Indonesia Tahun 1981-1991, menyebut film ini menandai dikenalnya Suzzanna di luar negeri. Film tersebut tayang di Singapura dan menarik minat warga setempat. Film ini juga dipasarkan ke Italia dan Filipina.

Mereka yang menghidupkan Suzzanna

Suzzanna perlahan mundur dari layar kaca pada tahun 1990-an. Pada era tersebut wajahnya hanya tampak di empat film. Tempo mengabarkan bahwa dia memilih tinggal di Magelang bersama pasangannya, Clift Sangra, serta mengisi waktu luang dengan berkebun.

Selain itu, kata Clift, Suzzanna memilih pulang ke kampung halaman di Magelang untuk mengurus ibunya yang sudah lanjut usia, Johanna Van Osch. “Dia mau fokus mengurus ibunya.”

Selama sekian tahun tak banyak berita soal Suzzanna. Pada pertengahan November 2005, tiba-tiba ada kabar heboh soal keluarga Suzanna. Clift dilaporkan ke polisi dengan tuduhan penganiayaan terhadap Abriharso Prihanto, suami dari Kiki Maria, anak tirinya sendiri.

Mengapa Hantu yang Populer di Indonesia Identik dengan Perempuan?

Clift balas melaporkan Abriharso dengan tuduhan yang sama. Gara-gara kasus itu, hubungan Suzzanna dengan Kiki Maria memburuk dan Clift sempat beberapa bulan menghuni penjara.

Suzzanna kemudian meninggal pada 15 Oktober 2008, dia wafat akibat diabetes dan komplikasi dengan penyakit lain. Kepergian Suzzanna tidak membuat namanya dilupakan.

Pada tahun 2012, aktris Julia Perez menyatakan ingin menjalani berbagai aktivitas yang dijalankan Suzzanna saat hendak memerankan film horor. Tujuannya agar bisa menghayati peran.

Langkah serupa dilakukan pula oleh Luna Maya beberapa waktu lalu. Luna memerankan Suzzanna dalam film Bernapas dalam Kubur yang rilis pada November 2018. Luna tahu Suzzanna kerap melakukan meditasi, berendam malam hari di pemandian, dan mengunjungi sejumlah tempat yang dinilai penting demi kelancaran peran.

"Saya menonton semua film Suzzanna. Mempelajari bahasa tubuh sampai caranya memenggal kalimat. Saya mencatat adegan di film mana yang cocok menggambarkan emosi di film yang saya bintangi. Ini seperti menyusun puzzle. Memerankan Suzzanna itu berat. Siapa yang tidak tahu dia?" papar Luna.

Memang Suzzanna telah menciptakan mitosnya sendiri di luar film-filmnya. Kita seolah melihatnya sebagai orang yang dekat dengan kehidupan mistis seperti di film. Kebiasaannya makan bunga melati kita percaya sebagai bagian dari ritualnya yang berbau mistis.

Namun ada syarat utama agar kita percaya seseorang punya sisi mistis seperti di film yang orang tersebut bintangi. Pertama-tama, orang tersebut harus lebih dahulu berhasil meyakinkan kita lewat film-filmnya kalau dia memang membuat kita ketakutan.

Memang bagi siapa pun yang berharap menjadi titisan Suzzanna, tak perlu repot melakukan ritual ini itu. Cukuplah berakting maksimal, membuat kita takut seperti yang dilakukan Suzzanna dahulu.

Jika Anda tertarik untuk membaca tulisan Rizky Kusumo lainnya, silakan klik tautan ini arsip artikel Rizky Kusumo.

RK
MI
Tim Editor arrow

Terima kasih telah membaca sampai di sini