Indeks Keamanan Kota Asia Tenggara 2021, Jakarta Masuk 5 Besar

Indeks Keamanan Kota Asia Tenggara 2021, Jakarta Masuk 5 Besar
info gambar utama

Economist Intelligence Unit (EIU) kembali merilis daftar kota teraman di dunia pada Agustus lalu. Laporan edisi keempat ini memuat Safe Cities Index (SCI) untuk menunjukkan skor keamanan yang dimiliki tiap kota di dunia.

Pemeringkatan ini diberikan kepada 60 kota pada lima benua di dunia. Lebih lanjut, EIU menyusun SCI 2021 menggunakan 76 indikator yang terdapat dalam lima pilar keamanan, yaitu:

  • Personal,
  • Kesehatan,
  • Infrastruktur,
  • Lingkungan, dan
  • Digital.

Untuk skor yang dimuat, dilakukan penghitungan dengan skala 0-100 dengan pengertian semakin besar skor, semakin baik penilaiannya.

Menurut Editor Senior EIU Naka Kondo, para ahli menemukan bahwa pandemi COVID-19 telah mengubah seluruh konsep keamanan dalam perkotaan. Keamanan digital menjadi prioritas utama karena pekerjaan dan perdagangan telah beralih menjadi daring.

Maka dari itu, pihak yang bertanggung jawab atas keamanan infrastruktur harus menyesuaikan diri dengan perubahan dinamis. Kemudian, badan-badan yang bertanggung jawab atas keamanan pribadi perlu mengatasi perubahan pola kejahatan yang didorong oleh kuncitara.

Tak hanya itu, badan yang bertanggung jawab atas keamanan pribadi juga perlu melindungi prioritas yang ditetapkan oleh masyarakat dan pemerintah untuk mendukung keamanan lingkungan karena COVID-19 telah menjadi peringatan nyata terhadap krisis yang tidak terduga.

Kerangka indeks untuk SCI telah dievaluasi ulang dan mengalami perubahan yang signifikan, termasuk pembaruan pada indikator dan metodologi penilaian, serta penambahan indikator baru karena dampak dari pandemi COVID-19 tersebut.

Adapun pilar baru dalam SCI 2021 adalah keamanan lingkungan. Indeks ini mencerminkan semakin pentingnya isu keberlanjutan dan langkah-langkah adaptasi iklim di tengah pandemi.

Jakarta tempati peringkat ke-5 kota teraman di Asia Tenggara

Indeks kemanan kota Asia Tenggara | GoodStats
info gambar

Untuk kawasan Asia Tenggara, Singapura menjadi kota paling aman dengan skor 80,7. Skor ini juga membawa Singapura berada di peringkat ke-3 kota teraman di dunia.

Kemudian, Kuala Lumpur, ibu kota Malaysia berada di urutan ke-2 dengan skor sebesar 66,6. Lalu disusul dengan Bangkok, Thailand dengan skor 60,2 dan Kota Ho Chi Minh di Vietnam di urutan ke-4 dengan skor 58,5.

Sementara itu, ibu kota Indonesia, Jakarta, menempati peringkat ke-5 dengan skor 56,4. Skor tersebut sekaligus membawa Jakarta berada di peringkat 46 secara global.

Secara lebih rinci, Jakarta memiliki skor 38,0 di pilar keamanan digital. Skor ini membuat Jakarta menjadi kota ke-3 paling rendah di dunia yang memiliki keamanan digital paling baik.

Lalu, Jakarta memiliki skor 58,9 untuk pilar keamanan kesehatan, 63,7 untuk pilar keamanan infrastruktur, 47,6 untuk keamanan personal, dan 73,8 untuk pilar keamanan lingkungan.

Hasil pemeringkatan ini serupa dengan hasil pemeringkatan lain yang dikeluarkan oleh Global Finance. Pada awal Juli kemarin, Global Finance merilis peringkat World's Safest Countries 2021 atau Negara Teraman di Dunia 2021.

Peringkat ini dihitung berdasarkan tiga faktor utama yaitu, perang dan damai, keamanan pribadi, dan risiko bencana alam. Selain itu, kejahatan kriminal dan terorisme juga diperhitungkan oleh Global Finance. Untuk tahun ini, risiko dari pandemi COVID-19 juga masuk ke dalam faktor risiko bencana alam.

Dalam laporan tersebut, Singapura menjadi negara paling aman di Asia Tenggara dengan skor 4,62. Di urutan kedua, terdapat Malaysia dengan skor 8,09 dan Laos di urutan ketiga dengan skor 8,42. Indonesia sendiri berada di peringkat ke-5 dengan skor 9,81.

Filipina tetap berada di bawah peringkat negara teraman Global Finance, sama seperti pada 2019 dan 2017. Hal ini disebabkan tingkat kejahatan dan risiko bencana alam (letusan gunung berapi, gempa bumi, tsunami) yang relatif tinggi tinggi.

Sebagai catatan, seluruh faktor yang diukur dalam peringkat ini diperoleh dari laporan 2020 yang diselesaikan pada 2021. Untuk memastikan data relevan, skor risiko COVID-19 diperoleh dari data per 30 Mei 2021. Lalu, negara yang tidak memiliki data di ketiga faktor utama, tidak akan dimasukkan dalam laporan peringkat.

10 Kota Terbaik untuk Bekerja Sambil Berlibur di Asia, Jakarta Masuk Daftar

Respons pemerintah

Pemerintah provinsi (Pemprov) DKI Jakarta melalui Wakil Gubernur Ahmad Riza Patria meminta masyarakat saling berkolaborasi dan bersinergi guna menjaga keamanan ibu kota.

"Jadi sekali lagi, tugas kita bersama masyarakat menjaga, pemerintah berupaya, aparat memastikan Jakarta aman. Aparat yang ada, fasilitas yang ada yang kita hadirkan, tetapi butuh dukungan yang baik, RT, RW, Siskamling kan tetap diadakan," kata Riza, Rabu (6/10/2021), seperti dikutip dari Kompas.com.

Riza juga menambahkan bahwa masalah yang dihadapi kian bertambah di tengah pandemi ini. Salah satunya adalah masalah sosial.

Sebagai dampak dari pandemi, jumlah pengangguran semakin bertambah dan menyebabkan potensi kriminalitas meningkat. Namun, ia mengingatkan masalah sosial dan ekonomi ini jangan sampai mempengaruhi masalah keamanan di Ibu Kota.

"Ya memang banyak (peningkatan kriminalitas). Kita tahu sekarang juga pengangguran bertambah. Orang yang tidak bekerja bertambah itu berarti potensi masalah sosial juga meningkat. Untuk itu mari kita bekerja sama menjaga keamanan kita," pinta Riza.

Jika Anda tertarik untuk membaca tulisan Lydia Fransisca lainnya, silakan klik tautan ini arsip artikel Lydia Fransisca.

LF
IA
Tim Editor arrow

Terima kasih telah membaca sampai di sini