Ulang Tahun Ke-39, Simak Fakta Menarik Tentang TN Bromo Tengger Semeru

Ulang Tahun Ke-39, Simak Fakta Menarik Tentang TN Bromo Tengger Semeru
info gambar utama

Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (TNBTS) sedang memperingati momen ulang tahun ke-39 hari ini. Tepat pada 14 Oktober 1982, kawasan tersebut ditetapkan menjadi taman nasional oleh pemerintah Indonesia.

Siapa yang tak tahu TNBTS? Taman nasional ini berada di Jawa Timur dan terletak di wilayah Kabupaten Pasuruan, Malang, Lumajang, dan Probolinggo. Kawasan ini berasal dari Cagar Alam Laut Pasir Tengger, Cagar Alam Ranu Kumbolo, Cagar Alam Ranu Pani-Ranu Regulo, Taman Wisata Ranu Darungan, Taman Wisata Tengger Laut Pasir, Hutan Produksi dan Hutan Lindung yang dikelola Perum Perhutani Unit II Jawa Timur.

Selain menjadi kawasan konservasi, taman nasional ini juga dihuni berbagai flora dan fauna, serta dikenal sebagai destinasi wisata. Dalam rangka memperingati hari ulang tahun TNBTS, berikut kami rangkum berbagai fakta menarik tentang taman nasional tersebut:

Menelusuri Hutan Gambut dan Danau Eksotis di Taman Nasional Zamrud

Memiliki tujuh zonasi

TNBTS merupakan kawasan pelestarian alam yang punya banyak pemanfaatan, termasuk tujuan penelitian, ilmu pengetahuan, pendidikan, sebagai penunjang budidaya, pariwisata, dan rekreasi. Kawasan ini juga dikelola dengan menjadi tujuh zonasi yaitu zona inti, rimba, pemanfaatan, tradisional, rehabilitasi, khusus, dan religi.

Menurut keterangan Kepala Sub Bagian Data Evaluasi Pelaporan dan Humas Balai Besar Taman Nasional Bromo Tengger Semeru, Sarif Hidayat, pada zona pemanfaatan sebenarnya bisa untuk beragam kepentingan, misalnya wisata, tetapi harus tetap berbasis kepentingan konservasi.

"Zona pemanfaatan itu ada yang disebut dengan ruang usaha dan ruang publik, Dan prosesnya untuk penetapan zona pemanfaatan, tidak semudah dengan kaitannya dengan zona pemanfaatan. Penetapan zona keseluruhan itu mulai dari evaluasi, kajian, kemudian juga ada semacam FGD, konsultasi publik, dan kemudian muncul zona-zona yang saya sebutkan tadi," ujar Sarif.

"Jadi ibarat rumah, ada ruang makan, ruang dapur, kamar mandi, ruang tidur. Dan ruang tidur masih dibagi lagi kamar tidur anak-anak atau orang dewasa. Semacam itu. Itu pembagian-pembagian saja. Kalau konteksnya ada kaitannya peluang usaha wisata itu di zona pemanfaatan tidak boleh di zona lainnya," tambahnya.

Menjelajah Taman Nasional Aketajawe Lolobata di Halmahera

Habitat bagi berbagai flora dan fauna

Ada berbagai tipe ekosistem di TNBTS yang meliputi ekosistem sub-montana, ekosistem montana, dan ekosistem sub-alphin. Terdapat banyak pohon besar yang mencapai ratusan tahun serta berbagai spesies fauna ditemukan di kawasan ini.

Sekitar 1.025 jenis flora hidup di taman nasional ini. Berdasarkan penelitian oleh Balai Besar TNBTS dan LIPI (Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia) di zona inti didominasi oleh famili tumbuhan seperti Meliaceae, Apocynaceae, Moraceae, Euphorbiaceae, dan Araliaceae.

Di kawasan semak belukar, terdapat beberapa famili seperti Rubiaceae, Zingiberaceae, Solanaceae, dan Verbenaceae. Taman nasional yang juga punya julukan Land of Edelweis ini juga menjadi habitat bagi banyak jenis edelweis.

Ada pula 158 jenis anggrek dan 40 di antaranya merupakan anggrek langka. Di antara flora-flora langka, ada beberapa yang termasuk endemik, misalnya Habenaria tosariensis endemik dari TNBTS, Malaxis purpureonervosa endemik Semeru Selatan, dan Macodes pentola sebagai flora anggrek yang dilindungi.

Untuk fauna, kawasan TNBTS ini memiliki 38 jenis satwa liar yang dilindungi oleh pemerintah, termasuk 24 jenis aves, 1 jenis reptil, 2 jenis insekta, dan 11 jenis mamalia. Di sana terdapat pula 118 jenis burung. Beberapa nama fauna yang hidup di TNBTS antara lain elang jawa, lutung jawa, macan tutul jawa, ular sendok jawa, ular air, bunglon, dan berbagai jenis kupu-kupu.

Menyusuri Labirin Air Hitam di Taman Nasional Sebangau, Kalimantan Tengah

Memiliki 16 gunung

Taman Nasional Bromo Tengger Semeru diketahui memiliki sebanyak 16 gunung yang sering jadi tujuan wisata dan pendakian. Salah satu yang paling tersohor tentunya adalah Gunung Semeru dengan puncaknya, Mahameru.

Berikut daftar gunung-gunung yang meliputi kawasan TNBTS:

  1. Gunung Semeru,
  2. Gunung Bromo,
  3. Gunung Batok,
  4. Gunung Kursi,
  5. Gunung Watangan,
  6. Gunung Widodaren,
  7. Gunung B-29,
  8. Gunung Linggo,
  9. Gunung Penanjakan,
  10. Gunung Pundak Lembu,
  11. Gunung Gandera,
  12. Gunung Ringgit,
  13. Gunung Widangan,
  14. Gunung Sumbersenami,
  15. Gunung Pranten, dan
  16. Gunung Bajangan.

Perbedaan Kawasan Konservasi di Indonesia; Cagar Alam, Suaka Margasatwa dan Taman Nasional

Kegiatan wisata di TNBTS

Selain menjadi kawasan pelestarian alam dan ‘rumah’ bagi berbagai flora dan fauna, taman nasional ini juga ramai dikunjungi wisatawan hampir sepanjang tahun. Tak heran, sebab kawasan Bromo Tengger Semeru memang dikenal dengan keindahan alamnya yang menakjubkan. Bahkan, sekali mengunjungi kawasan ini tak akan cukup saking banyaknya area yang bisa dijelajahi.

Pertama, Anda bisa mendaki Gunung Bromo dengan ketinggian 2.329 meter di atas permukaan laut. Salah satu pesona gunung ini adalah bentuknya yang tampak berkaitan antara kaldera lautan pasir, ngarai, dan lembah.

Tentunya, Anda pun bisa mendaki Gunung Semeru sebagai gunung tertinggi di Pulau Jawa. Banyak pendaki dan pencinta alam mengunjungi gunung ini dan melakukan perjalanan sampai ke puncaknya.

Namun, bagi yang tak terlalu tertarik dengan kegiatan mendaki pun bukan berarti tak bisa menikmati alam di TNBTS. Sebab, masih banyak objek wisata alam yang bisa dinikmati tanpa pendakian, misalnya lautan pasir Bromo, Bukit Teletubbies, Danau Ranu Kumbolo, atau mengunjungi Ranu Pani, desa tertinggi di Jawa dan menjadi desa terakhir yang disinggahi para pendaki yang akan menuju ke Gunung Semeru.


Jika Anda tertarik untuk membaca tulisan Dian Afrillia lainnya, silakan klik tautan ini arsip artikel Dian Afrillia.

DA
MI
Tim Editor arrow

Terima kasih telah membaca sampai di sini