Pedasnya Sambel Wader, Hidangan Khas Kabupaten Mojokerto Sejak Zaman Majapahit

Pedasnya Sambel Wader, Hidangan Khas Kabupaten Mojokerto Sejak Zaman Majapahit
info gambar utama
Gabung ke Telegram Kawan GNFI, follow Instagram @kawangnfi dan Twitter @kawangnfi untuk dapat update terbaru seputar Kawan GNFI.

Siapa yang tidak mengenal sejarah Kerajaan Majapahit? Konon, kerajaan ini merupakan kerajaan Hindu terbesar di nusantara. Beberapa sumber sejarah menyebutkan bahwa ibu kota dari kerajaan ini adalah Mojokerto, tepatnya di Kecamatan Trowulan.

Sampai saat ini, bukti-bukti tersebut masih bisa kita jumpai, salah satunya adalah Kolam Segaran. Kolam ini merupakan saksi bisu bagaimana canggihnya teknologi pengairan di zaman tersebut. Kini, tempat itu dijadikan sebagai tempat wisata.

Berbicara tentang wisata, pasti tidak lengkap jika tidak berburu kulinernya. Di sekitar Kolam Segaran terdapat wisata kuliner yang dipercaya sebagai makanan para raja dan para tamu Majapahit dahulu. Kuliner tersebut adalah sambal wader.

Mengulik Sejarah Jepara Sebagai Pusat Ukir Seni Kelas Dunia

Sambal wader merupakan olahan makanan yang berbahan dasar ikan wader, diolah dengan bumbu khas lokal dipadukan dengan sambal terasi khas Kabupaten Mojokerto. Pada zaman dahulu, para abdi kerajaan ketika ingin menghidangkan makanan untuk keluarga kerajaan, mereka mengambil ikan-ikan kecil yang ada di Kolam Segaran untuk dijadikan sebagai olahan menu spesial.

Sehingga, di zaman tersebut olahan makanan sambal wader menjadi berkelas. Seiring dengan perkembangan zaman, olahan makanan ini mulai menyebar ke penduduk masyarakat sekitar. Hingga sampai saat ini, masyarakat di sekitar Kolam Segaran masih menjaga olahan resep tersebut sebagai warisan budaya kuliner, agar tetap bisa dinikmati oleh generasi penerus.

Keunikan sambal wader

Sambal wader | Foto: Lentera Mojokerto
info gambar

Ada beberapa keunikan dari sambal wader. Keunikan pertama, ikan yang diolah merupakan ikan-ikan kecil yang berasal dari Kolam Segaran yang dikeringkan seperti olahan ikan laut. Ikan-ikan kecil tersebut kemudian digoreng sampai kering dengan penamabahan resep khas masyarakat sekitar.

Keunikan kedua, dari sambal yang dijadikan sebagai pelengkap olahan ini, diberikan bumbu rempah untuk memperkaya kelezatan. Keunikan terakhir adalah penyajiannya, diletakkan di atas cobek bersamaan dengan bumbu sambalnya.

Ragam Kuliner Khas Nias dengan Nama Unik, Hambae Natiti hingga Gowi Nifufu

Olahan makanan ini sangat nikmat untuk disantap terutama jika dipadukan dengan nasi hangat. Potensi kuliner ditangkap dengan baik oleh masyarakat di sekitar Kolam Segaran. Hal ini dibuktikan dengan berdirinya warung-warung di sekitar kolam tersebut yang menjadikan kuliner sambal wader sebagai kuliner utama.

Banyak warung sambal wader

Warung Bu Tin
info gambar

Salah satu warung terkenal yang menjual olahan sambal wadernya adalah Warung Bu Tin. Warung ini sangat mudah dijangkau oleh para wisatawan yang berkunjung. Tempat usaha ini sudah berdiri sejak tahun 1990 dan menjadi warung sambal wader pertama di Trowulan.

Warung ini dahulunya didirikan dengan modal hanya 5 juta rupiah saja. Berkat kekonsistenan dalam menjaga kualitas cita rasa sambal wader, menjadikan sang pemilik usaha ini bisa meraup keuntungan dengan rata-rata hampir 2 juta rupiah setiap harinya.

Pengunjung yang ingin menikmati olahan sambal wader di Warung Bu Tin tidak perlu merogoh saku terlalu dalam, cukup Rp15.000 per porsi saja. Pengunjung juga tidak perlu khawatir karena di warung ini juga telah disediakan fasilitas penunjang protokol kesehatan, seperti tempat untuk mencuci tangan.

Mencicipi Nasi Menok dan Tepo Tahu, Hidangan Khas Magetan

Sosok Bu Tin merupakan sosok yang bisa dijadikan teladan bagi generasi muda di zaman sekarang. Ia mengambil bagian untuk melestarikan warisan nenek moyang dengan mendirikan sebuah warung. Semua orang mempunyai kapasitasnya masing-masing dalam mengambil peran melestarikan budaya, terlebih kuliner yang sudah ada sejak zaman dahulu.

Intinya jangan melihat segala prespektif dari satu sisi, namun kita perlu untuk memperkaya prespektif kita dalam melihat sesuatu. Mari menjadi generasi muda yang kaya potensi, jeli melihat peluang, serta haus akan berkarya demi mempertahankan jati diri bangsa.*

Referensi:beritajatim.com | Kompas.com | brilio.net

Artikel ini dibuat oleh Kawan GNFI, dengan mematuhi aturan menulis di GNFI. Isi artikel ini sepenuhnya menjadi tanggung jawab penulis. Laporkan tulisan.

RS
KO
Tim Editor arrow

Terima kasih telah membaca sampai di sini