Melihat Kolaborasi Jakarta dalam Konferensi Tata Kota Cerdas Berkelanjutan 2021

Melihat Kolaborasi Jakarta dalam Konferensi Tata Kota Cerdas Berkelanjutan 2021
info gambar utama

Penulis: Nur Annisa Kusumawardani

Gabung ke Telegram Kawan GNFI, follow Instagram @kawangnfi dan Twitter @kawangnfi untuk dapat update terbaru seputar Kawan GNFI.

Sebagai bagian dari proyek bersama “Smart Change” yang didanai oleh Uni Eropa, pemerintah kota Jakarta dan Berlin menjadi tuan rumah Konferensi Perubahan Cerdas yang diselenggarakan pada 5 Oktober 2021 lalu. Konferensi ini merupakan lanjutan dari Smart Change Conference 2020 dan berfokus pada kolaborasi Berlin, Jakarta, dan Bangkok dalam mengidentifikasi dan menghubungkan solusi perkotaan dengan pembangunan berkelanjutan bagi kemajuan smart city mereka.

Bertemakan Urban Collaboration, pertemuan antar negara ini membahas mengenai bidang-bidang kebijakan yang relevan bagi pengelolaan kota cerdas yang baik. Tak lupa, indikator mobilitas dan lingkungan yang cerdas juga menjadi fokus utama kolaborasi.

Peran serta kota Jakarta dalam konferensi ini menunjukkan komitmen Jakarta untuk menjadi smart city yang mampu memberikan yang terbaik bagi warganya. Konferensi Perubahan Cerdas tahun ini juga menjalin kerja sama dengan pemangku kepentingan perkotaan di tingkat internasional guna menemukan best practice melalui interaksi komprehensif dengan para ahli.

Indeks Keamanan Kota Asia Tenggara 2021, Jakarta Masuk 5 Besar

Lebih dekat dengan smart city sebagai ruang akselerasi digital

Jakarta Smart City | Foto: Smart City Jakarta
info gambar

Dilansir dari laman Kementerian Kominfo, smart city atau kota pintar dapat diartikan sebagai upaya inovatif yang dilakukan ekosistem kota dalam mengatasi berbagai persoalan. Tak hanya itu, smart city juga meningkatkan kualitas hidup manusia dan komunitas yang tinggal di dalamnya.

Seringkali, smart city dikaitkan dengan pemanfaatan teknologi untuk mengatasi berbagai masalah perkotaan, mulai dari infrastruktur, pelayanan publik, hingga transportasi. Adanya pandemi juga menjadi pertimbangan sendiri dalam pembangunan kerangka kota pintar. Hal ini dilakukan dengan mempertimbangkan aspek protokol kesehatan, keperluan pembatasan tatap muka, dan pola hidup beserta interaksi yang tak lagi sama seperti masa sebelumnya.

Proses transformasi digital ini menjadi tugas tersendiri bagi pemerintah dan masyarakat untuk beradaptasi dan berinovasi. Adanya kota pintar diharapkan mampu menyediakan kemudahan dalam akselerasi digital, sekaligus tetap memberi ruang bagi para pengusaha UMKM dan individu agar tetap berdaya saing.

19 Tahun Menanti, Indonesia Kembali ke Podium Tertinggi Thomas Cup

Komitmen kolaborasi dengan stakeholders

Konferensi daring kedua untuk Smart City Governance di Jakarta | Foto: DW
info gambar

Konferensi Tata Kota Cerdas Berkelanjutan 2021 menghadirkan berbagai pemangku kepentingan perkotaan, meliputi masyarakat sipil, think tank, akademisi, dan pelaku industri dunia. Melanjutkan kegiatan serupa di tahun lalu, interaksi pada konferensi ini dipusatkan pada para ahli Jakarta dan Berlin.

Tercatat, terdapat 17 pembicara dari berbagai latar belakang organisasi yang turut hadir dalam bertukar pengetahuan dan berdiskusi. Selain itu, lebih dari 200 peserta juga berpartisipasi untuk bersama membahas tentang konsep holistik baru perencanaan kota.

Hal ini ada kaitannya dengan tata kelola dan layanan terkait kota pintar, khususnya layanan publik seperti penyediaan kualitas udara dan transportasi yang memadai. Konferensi ditutup dengan pembahasan mengenai Online Learning and Exchange Platform, yang juga mengusung konsep berkelanjutan sebagai hasil kegiatan proyek Smart Change tersebut.

10 Kota Terbaik untuk Bekerja Sambil Berlibur di Asia

Hasil konferensi ini bersifat terbuka dan dapat diakses oleh masyarakat umum sehingga siapa pun dapat memberi masukan. Nantinya, masukan dapat dipertimbangkan dalam konferensi yang akan digelar kembali di tahun depan.

Melalui Konferensi Tata Kota Cerdas Berkelanjutan 2021, diharapkan negara-negara yang turut serta di dalamnya, khususnya Indonesia, dapat menemukan cara terbaik dan inovasi baru dalam meningkatkan pengelolaan kota. Bahasan mengenai hubungan lintas kota dengan kota Bangkok pada konferensi ini, membuka kemungkinan pertukaran pengetahuan secara lebih luas dan mendalam melalui kerjasama trilateral.*

Referensi: DW | Majalah CSR | Kemenkominfo

Jika Anda tertarik untuk membaca tulisan Kawan GNFI Official lainnya, silakan klik tautan ini arsip artikel Kawan GNFI Official.

Terima kasih telah membaca sampai di sini