3 Kawasan Ekonomi Khusus Batam yang Diproyeksi Menyerap Banyak Tenaga Kerja

3 Kawasan Ekonomi Khusus Batam yang Diproyeksi Menyerap Banyak Tenaga Kerja
info gambar utama

Batam merupakan kota terbesar di Kepulauan Riau yang menjadi satu-satunya kota di Indonesia yang memiliki 3 Kawasan Ekonomi Khusus (KEK). Tujuan utama pengembangan KEK adalah untuk menciptakan pertumbuhan ekonomi, pemerataan pembangunan, dan peningkatan daya saing suatu wilayah.

Tiga KEK yang berada di Kota Batam yakni KEK Kesehatan Internasional Sehat (KIS), KEK Batam Aero Technic, dan kek Nongsa Digital Park.

Keberadaan teknologi yang berjalan beriringan dengan perkembangan kehidupan manusia, membawa dampak di berbagai sektor, salah satunya dampak pada dunia usaha.

Ada peluang yang sangat besar untuk menanamkan modal di bidang teknologi terlebih teknologi digital yang kini merambah hingga ke lini terkecil keperluan manusia. Potensi yang sangat besar ini juga dimanfaatkan dengan membuat Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) dengan basis teknologi digital di kota Batam.

Industri digital saat ini menjadi sektor yang diunggulkan oleh berbagai negara dalam membuat inovasi, tidak terkecuali dengan Indonesia. Berdasarkan data yang dirilis oleh Kementerian Keuangan, hingga tahun 2025, pertumbuhan di bidang industri digital diprediksi bisa mencapai 1.820 triliun rupiah. Bahkan pada tahun 2019, nilai ekonomi digital telah mencapai 560 triliun rupiah.

Lokasi 3 KEK di Batam | Infografik : GoodStats
info gambar
10 Kota dengan Ekonomi Terbesar di Asia Tenggara

KEK Batam Nongsa Digital Park

Peraturan Pemerintah (PP) tentang KEK yang berlokasi di Batam yakni PP Nomor 68 Tahun 2021 tentang KEK Nongsa Digital Park (NDP) telah ditandatangani Presiden Joko Widodo pada 8 Juni 2021 lalu. KEK NDP berdiri di atas lahan seluas 166,45 hektare nantinya diproyeksikan dapat menyerap target tenaga kerja sebanyak 16.500 orang.

“Dalam rencana awalnya KEK NDP akan menyerap total investasi sebesar 16 triliun rupiah, dengan investasi pembangunan kawasan sekitar 1,1 triliun rupiah dan investasi dari tenant diproyeksi menembus 14,9 triliun rupiah.

KEK NDP akan menjadi entry point bagi perusahaan IT internasional, seperti dari Singapura atau mancanegara lainnya untuk menumbuhkan investasi yang besar di sektor ekonomi digital. KEK ini akan dikembangkan untuk kegiatan berbasis IT- digital dan pariwisata,” kata Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita dalam siaran pers di laman resmi kemenperin.go.id (14/06/21).

KEK NDP dibentuk untuk memberikan keleluasaan investasi di bidang industri digital. Nantinya, Kota Batam akan menjadi digital hub antara pihak Indonesia dengan Singapura bahkan dunia. Singapura sebagai negara tetangga pun menyambut baik dengan adanya KEK NDP.

Nantinya, perusahaan dari Singapura yang bermukim di Batam tidak lagi bergerak di bidang manufaktur dan elektronik melainkan, nantinya perusahaan dengan basis teknologi informasi yang lebih banyak bermunculan khususnya di KEK NDP.

Industri digital yang digagas di KEK NDP juga berkaitan erat dengan konsep yang sedang direncanakan yaitu menjadi aerocity yakni KEK Batam Aero Technic. Arus lalu lintas barang yang masuk dan keluar dari Batam dengan volumenya yang meningkat setiap tahunnya, menjadikan keuntungan tersendiri untuk kedua KEK ini nantinya.

Percepat Pemulihan Ekonomi, Investree Lakukan Beragam Kolaborasi

KEK Batam Aero Technic (BAT)

Pemerintah telah menerbitkan PP tentang KEK yang berlokasi di Batam, yaitu PP Nomor 67 Tahun 2021 tentang KEK Batam Aero Technic (BAT). PP ini ditandatangani Presiden RI Joko Widodo (Jokowi) pada 8 Juni 2021 lalu.

KEK BAT berdiri di lahan seluas 30 hektare dan memiliki target investasi sebesar 7,2 triliun rupiah dengan proyeksi penciptaan lapangan pekerjaan untuk 9.976 tenaga kerja. Sesuai penetapannya, KEK ini akan dikembangkan untuk kegiatan industri berbasis MRO (maintenance, repair, overhaul) pesawat penumpang.

Dengan pengembangan tersebut, Batam dapat menyediakan fasilitas untuk pesawat terbang yang ingin melakukan perbaikan. Fasilitas MRO yang dimiliki oleh KEK Batam Aero Technic terintegrasi dengan Bandar Udara Hang Nadim.

Kawasan Bandar Udara Hang Nadim nantinya akan disulap menjadi aerocity, sehingga bandara udara Hang Nadim akan menjadi titik pusat dari kegiatan perekonomian. Upaya ini dilakukan untuk memaksimalkan potensi yang dimiliki Batam sekaligus meningkatkan pendapatan di sektor logistik. Mengingat lalu lintas barang yang melalui Batam dalam jumlah besar.

Adanya KEK BAT dengan konsep aerocity Hang Nadim, diharapkan mampu meningkatkan volume transaksi perdagangan khususnya di bidang online. Ini sesuai dengan pengembangan KEK Nongsa Digital Park yang akan berfokus kepada industri digital dan perdagangan online.

Dengan adanya fasilitas kargo yang dibuat di Bandar Udara Hang Nadim, akan mempercepat distribusi barang-barang yang diperjualbelikan. Dampak positif lainnya dengan adanya KEK BAT adalah sektor pergudangan dan transportasi. Keduanya berkaitan erat dengan logistik, sehingga akan saling terkoneksi dan membentuk jaringan secara nasional maupun global.

Ekonomi Kreatif dan Kontribusinya Terhadap Perekonomian Indonesia

KEK Kesehatan Internasional Sekupang (KIS)

Batam akan punya kawasan kesehatan melalui Kawasan Ekonomi Khusus Kesehatan Internasional Sekupang (KEK Sekupang). Ini dalam rangka pengembangan wisata medis atau health tourism, sejalan dengan rencana ‘Indonesia Health Tourism Board’ yang digaungkan Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi Luhut Pandjaitan.

“Untuk itu, perlu adanya suatu pengembangan strategi, pemasaran, dan model kerja sama kawasan kesehatan bertaraf internasional yang tepat sehingga mampu memenuhi kebutuhan pasar di Indonesia,” harap Enoh selaku Anggota Bidang Kebijakan Strategis BP Batam, Enoh Suharto Pranoto mengatakan dalam Focus Group Discussion (FGD) bertema, 'Inovasi Kerjasama Pemerintah dengan Badan Usaha untuk Membangun KEK Kesehatan Bertaraf Internasional di Sekupang Batam pada Rabu (15/9/2021).

Wisata kesehatan di Sekupang, terintegrasi dengan destinasi wisata baru lainnya yang akan diluncurkan yaitu Taman Rusa BP Batam, Kawasan Agribisnis Sekupang, Fisherism Tanjung Riau, dan Kawasan Agro Marina.

Sebelumnya, Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Sandiaga Salahuddin Uno menggerakkan program wisata kesehatan atau health destination. Ia pun menetapkan tiga destinasi prioritas yakni Jakarta, Medan dan Bali. Kemenparekraf akan menyasar wisatawan nusantara yang selama ini mendapatkan pelayanan kesehatan atau pengobatan di luar negeri.

“Kami berfokus kepada good quality agar fasilitas kesehatan bisa bersaing dengan luar negeri terutama dari aspek pelayanan,” kata Sandiaga dalam konferensi pers virtual, akhir bulan lalu dikutip dari Katadata (17/09/21).

Dalam hal ini, Kemenparekraf menggandeng berbagai instansi dari lintas-kementerian maupun swasta seperti Perkumpulan Dokter Wisata Indonesia.Nantinya, wisata kesehatan di Indonesia sendiri terdiri dari dua bagian yakni Medical Tourism dan Wellness Herbal Tourism.

Kota-Kota Ini Bakal Menjadi Kontributor Utama Ekonomi Digital RI

Jika Anda tertarik untuk membaca tulisan Widhi Luthfi lainnya, silakan klik tautan ini arsip artikel Widhi Luthfi.

WL
IA
Tim Editor arrow

Terima kasih telah membaca sampai di sini