Apakah Mereka "The Next Minions"?

Apakah Mereka "The Next Minions"?
info gambar utama

Kebahagiaan dan kebanggaan kita sama sekali belum pudar. Pun jantung kita yang menyaksikan detik demi detik laga perempatfinal, semi final, dan final Piala Thomas 2020 (dilaksanakan pada Oktober 2021) yang berlangsung di Ceres Arena, Aarhus, Denmark. Terbayar sudah penantian panjang 19 tahun membawa kembali Piala Thomas ke Ibu Pertiwi.

Seluruh pemain bermain cemerlang, dan terus terang saja, saya tak pernah luput menyaksikan sang ganda putra peringkat 1 dunia, Marcus Fernaldi Gideon/Kevin Sanjaya, The Minions. Menyaksikan mereka bermain adalah olahraga jantung terbaik bagi saya.

Tentu, tak kalah menegangkannya menyaksikan ganda putra peringkat 2 dunia, Hendra Setiawan/Mohammad Ahsan--yang meskipun tak lagi muda--namun kecepatan dan staminanya tetap luar biasa.

Ada lagi satu pasangan yang begitu menarik perhatian sepanjang hajatan Piala Thomas 2020 yang baru lalu. Yakni pasangan muda Fajar Alfian/Muhammad Rian Ardianto. Ganda putra Indonesia ini bermain meyakinkan dan menyumbang poin-poin strategis untuk Tim Merah Putih sejak dari awal kejuaraan hingga final. Ganda ini sukses membuktikan bahwa mereka siap jadi pemain andalan, bukan lagi sebagai pelapis.

Mereka pun stabil berada di 10 besar dunia dalam peringkat BWF terbaru.

  1. Marcus Fernaldi Gideon/Kevin Sanjaya Sukamuljo (Indonesia)
  2. Hendra Setiawan/Mohammad Ahsan (Indonesia)
  3. Lee Yang/Wang Chi Lin (China Taipei)
  4. Li Jun Hui/Liu Yu Chen (China)
  5. Hiroyuki Endo/Yuta Watanabe (Jepang)
  6. Takeshi Komura/Keigo Sonoda (Jepang)
  7. Fajar Alfian/M. Rian Ardianto (Indonesia)
  8. Aaron Chia/Soh Wooi Yik (Malaysia)
  9. Choi Soigyu/Seo Seung Jae (Korea Selatan)
  10. Satwiksairaj Rankireddy/Chirag Shetty (India)

Sebenarnya, pasangan Fajar dan Rian menempuh jalan yang cukup panjang hingga akhirnya dipercaya turun pada Piala Thomas 2020.

Keduanya pertama kali disatukan saat menjalani pelatihan di pratama. Pelatih mereka di sana lah orang yang menduetkan Fajar dan Rian. Sebelumnya, kedua pemain hanya merupakan partner latihan. Keduanya tampil pertama kali pada Indonesia International Challenge 2014.

Meski terhitung baru bergabung, Fajar/Rian mampu memberi kejutan dengan menembus babak final. Bahkan, mereka mengalahkan rekan mereka yang lebih diunggulkan kala itu, Kevin Sanjaya Sukamuljo/Selvanus Geh.

PBSI mulai mengirim Fajar/Rian untuk ikut di berbagai turnamen dunia. Pasangan Fajar/Rian tercatat meraih empat titel BWF World Tour, yakni Malaysia Masters 2018, Syed Modi International 2019 (India), Swiss Open 2019, dan Korea Open 2019.

Di kejuaraan beregu, Fajar/Rian juga pernah merebut berbagai titel juara. Medali emas SEA Games 2017, medali emas SEA Games 2019, dan medali emas Kejuaraan Bulu Tangkis Asia Beregu 2020, sudah cukup menjadi bukti.

Kini, Fajar/Rian telah mencatat sejarah mentereng. Historik, heroik. Juara Piala Thomas! Tak akan mengejutkan bila suatu saat nanti, ganda putra ini bisa menjadi Minion baru di kancah bulutangkis dunia.

Referensi:

Sportstars.id. “Profil Ganda Putra Pasangan Fajar Rian: Begini Asal Mula Mereka Dipasangkan.” Https://Www.sportstars.id/, 17 Oct. 2021, https://www.sportstars.id/read/profil-ganda-putra-pasangan-fajar-rian-begini-asal-mula-mereka-dipasangkan-90Cze1?page=2.

Wibowo, Hendry. “Sukses Juara Piala Thomas 2020, Ini Ranking Para Jagoan Bulutangkis Indonesia : Siapa Saja Berstatus 10 Besar Dunia?” Bola.com, Bola, 19 Oct. 2021, https://www.bola.com/ragam/read/4688197/sukses-juara-piala-thomas-2020-ini-ranking-para-jagoan-bulutangkis-indonesia-siapa-saja-berstatus-10-besar-dunia.

Jika Anda tertarik untuk membaca tulisan Akhyari Hananto lainnya, silakan klik tautan ini arsip artikel Akhyari Hananto.

AH
MI
Tim Editor arrow

Terima kasih telah membaca sampai di sini