Tujuh Bahasa Daerah dengan Penutur Terbanyak di Indonesia, Bahasa Daerah Apa Saja?

Tujuh Bahasa Daerah dengan Penutur Terbanyak di Indonesia, Bahasa Daerah Apa Saja?
info gambar utama

Penulis: Nur Annisa Kusumawardani

Gabung ke Telegram Kawan GNFI, follow Instagram @kawangnfi dan Twitter @kawangnfi untuk dapat update terbaru seputar Kawan GNFI.

Di Indonesia, Bulan Bahasa dan Sastra secara rutin diselenggarakan Kemendikbud pada bulan Oktober sejak 1980. Hal ini dilakukan untuk memperingati hari lahirnya Sumpah Pemuda, yang menyepakati bahasa Indonesia sebagai bahasa persatuan bangsa.

Terdiri dari belasan ribu pulau yang membentang dari Sabang ke Merauke, Indonesia memiliki lebih dari 718 bahasa daerah yang tersebar. Keragaman ini menjadi kekayaan bangsa yang perlu dijaga kelestariannya.

Di antara banyaknya bahasa daerah yang ada, terdapat beberapa bahasa yang dituturkan oleh sebagian besar masyarakat Indonesia. Bahasa apa saja yang memiliki penutur terbanyak di Indonesia? Berikut daftarnya.

1. Bahasa Jawa

Ilustrasi | Qureta
info gambar

Dilansir dari News Detik, Pulau Jawa adalah pulau Indonesia dengan penduduk terpadat pada tahun 2020. Situs World Atlas juga merilis, tak hanya sebagai pulau terpadat di Indonesia, pulau Jawa juga salah satu yang terpadat di dunia di tahun 2019. Diperkirakan, terdapat sekitar 141 juta penduduk di pulau Jawa, atau kira-kira 56 persen dari total penduduk Indonesia.

Tak heran jika urutan pertama bahasa daerah dengan penutur terbanyak adalah bahasa Jawa. Menurut data sensus 2000, penutur bahasa Jawa di Indonesia adalah sebanyak 60 hingga 84 juta jiwa.

Indonesia Miliki 750 Bahasa Daerah yang Terverifikasi Kemendikbud

Bahasa Jawa tersebar di seluruh pulau Jawa, terutama di bagian tengah dan timur Jawa. Selain itu, Bahasa Jawa juga tersebar di pulau lain seperti Sumatra dan Kalimantan. Di luar negeri pun terdapat pula penutur berbahasa Jawa, seperti Suriname, Kaledonia Baru, Malaysia, dan Singapura.

Memiliki tingkatan bahasa yaitu Ngoko, Madya, dan Krama, bahasa Jawa juga memiliki dialek yang berbeda-beda di tiap daerah di pulau Jawa. Misalnya, bahasa Jawa mataraman yang dituturkan oleh kebanyakan orang Madiun, Kediri, dan Blitar. Atau bahasa Jawa Suroboyoan yang digunakan oleh kebanyakan orang Surabaya dan Sekitarnya.

2. Bahasa Sunda

Ilustrasi | Good News From Indonesia
info gambar

Bahasa Sunda dituturkan oleh masyarakat Indonesia terutama di pulau Jawa bagian barat. Selain itu, dengan adanya warga Sunda yang melakukan migrasi, bahasa ini juga dituturkan di berbagai pulau lain di Indonesia.

Pengguna Bahasa Sunda adalah sekitar 32,4 juta jiwa. Bahasa ini memiliki beberapa dialek, di antaranya dialek barat (Banten Selatan), dialek utara (Bogor, dan sekitarnya), dialek selatan/dialek Priangan (Bandung dan sekitarnya, dialek tengah timur (Majalengka dan sekitarnya), dialek timur laut (Kuningan dan sekitarnya), dan dialek tenggara (Ciamis dan sekitarnya).

3. Bahasa Madura

Ilustrasi | Lontar Madura
info gambar

Memiliki jumlah penutur sekitar 7,7 Juta jiwa, bahasa Madura banyak digunakan dalam kehidupan sehari-hari di Pulau Madura dan kawasan pantai utara (Probolinggo dan sekitarnya) di Jawa Timur. Selain itu, bahasa ini juga tersebar di beberapa wilayah Indonesia, seperti kepulauan Masalembo, Malang dan sekitarnya, hingga Pulau Kalimantan.

Dilansir dari IDN Times, Bahasa Madura banyak terpengaruh oleh bahasa Jawa, Melayu, Bugis, Tionghoa, dan sebagainya. Banyak pula kata-kata dari bahasa ini yang berakar pada bahasa Melayu, bahkan sampai bahasa Minangkabau. Terdapat beberapa dialek dalam Bahasa Madura, di antaranya adalah dialek Bangkalan, Sampang, Pamekasan, Sumenep, dan Kangean.

Sejarah Panggilan "Lo-Gue" yang Bukan dari Bahasa Betawi

4. Bahasa Betawi

Ilustrasi | Gentur Adiutama/Kompasiana
info gambar

Bahasa Betawi adalah bahasa daerah yang dituturkan oleh Suku Betawi yang mendiami Jakarta. Diambil dari kata Batavia yang merupakan julukan Jakarta di zaman Belanda, bahasa ini memiliki rumpun bahasa Austronesia, bahasa kreol (campuran), dan rumpun bahasa Melayu-Polinesia.

Penutur bahasa Betawi yang biasa disebut Orang Betawi ini diperkirakan berjumlah sekitar 5 juta jiwa. Bahasa ini banyak digunakan oleh masyarakat Jakarta dan sebagian masyarakat di wilayah Jawa Barat serta Banten.

5. Bahasa Bugis

Ilustrasi | Antara Foto
info gambar

Seperti namanya, Bahasa ini kebanyakan digunakan oleh suku Bugis dan masyarakat Sulawesi Selatan. Terdapat beberapa dialek dalam bahasa Bugis, antara lain dialek Pinrang, Bone, Soppeng, Wajo, Barru, Sinjai dan lain-lain.

Seperti umumnya bahasa etnis di Indonesia, bahasa Bugis memiliki rumpun bahasa Austronesia dalam grup Malayo-Polinesia. Uniknya, masyarakat Bugis memiliki cara penulisan tradisional yang mengakomodasi bahasa daerah mereka, yaitu dengan menggunakan aksara Lontara. Diperkirakan, jumlah penutur bahasa ini adalah sekitar 4,3 juta jiwa.

Sosrokartono, Peraih Gelar Sarjana Pertama Indonesia yang Kuasai Lebih dari 25 Bahasa

6. Bahasa Minangkabau/Minang

Ilustrasi | langgam.id
info gambar

Bahasa Minang atau Minangkabau adalah salah satu bahasa dari rumpun bahasa Melayu yang dituturkan oleh orang-orang di Minangkabau, Sumatra Barat. Bahasa ini juga dituturkan oleh masyarakat di bagian barat Riau dan Negeri Sembilan, Malaysia, dengan dialek yang disebut Baso Nogoghi.

Bahasa Minangkabau juga menjadi bahasa lingua franca di kawasan pantai barat Sumatra Utara. Bahkan, menjangkau hingga pesisir barat Aceh yang disebut sebagai Bahasa Jamee.

Dituturkan oleh sekitar 4,2 juta jiwa, Bahasa Minangkabau memiliki beragam dialek, di antaranya bahasa Minangkabau Baku (dialek Padang), Mandahiling Kuti Anyie, Padang Panjang, Pariaman, Ludai, Sungai Batang, Kurai, Kuranji, Salimpaung Batusangkar, dan Rao-Rao Batusangkar.

7. Bahasa Banjar

Festival Budaya Banjar | Banjarmasin Tribun
info gambar

Bahasa Banjar adalah bahasa ibu Kalimantan Selatan, biasa dituturkan oleh suku Banjar di Kalimantan Selatan dan daerah lain seperti Kalimantan Tengah, Kalimantan Timur, dan Kabupaten Indragiri Hilir, Riau. Di luar negeri, bahasa Banjar juga dituturkan oleh suku Banjar di Malaysia.

Banyak dipengaruhi oleh bahasa Melayu, Jawa, dan Dayak, bahasa Minang terdiri dari dua dialek. Pertama, dialek Banjar Hulu yang biasa digunakan oleh masyarakat Hulu Sungai. Kedua, dialek Kuala yang sebagian besar digunakan oleh sebagian besar masyarakat daerah Banjarmasin, Martapura, dan Pelaihari. Penutur Bahasa Banjar berjumlah sekitar 3,6 hingga 6,5 juta jiwa.*

Referensi: IDN Times | Nasional Sindonews | Detik

Jika Anda tertarik untuk membaca tulisan Kawan GNFI Official lainnya, silakan klik tautan ini arsip artikel Kawan GNFI Official.

Terima kasih telah membaca sampai di sini