Meditasi, Kunci Atasi Kecemasan dan Stres di Masa Pandemi

Meditasi, Kunci Atasi Kecemasan dan Stres di Masa Pandemi
info gambar utama

Tak hanya berbagai gejala yang disebabkan Covid-19, pandemi juga membawa pengaruh pada kesehatan mental. Hidup di masa pandemi ini memang bukan perkara mudah karena orang rentan mengalami stres, kecemasan, hingga serangan panik.

Perubahan pola hidup, terisolasi di rumah, kabar duka, ditambah dengan masalah pribadi, pekerjaan, keluarga, dan ketakutan akan masa depan yang tidak pasti dapat membuat kesehatan mental terganggu.

Bila sudah mengalami gejala-gejala stres yang mengganggu kehidupan sehari-hari, mendapatkan bantuan dari profesional seperti psikolog dan psikiater dapat membantu kondisi Anda. Namun, bila merasa masih sanggup mengatasinya, maka salah satu cara yang bisa dilakukan menjaga kewarasan diri sendiri adalah dengan meditasi.

Praktik Mindfulness yang Dapat Cegah Kelelahan Mental Saat WFH

Apa itu meditasi?

Melansir Verywellmind.com, meditasi didefinisikan sebagai teknik untuk mendorong kesadaran dan perhatian yang terfokus. Meditasi telah dipraktikkan selama ribuan tahun untuk tujuan relaksasi dan meningkatkan kesejahteraan fisik juga emosional dengan memusatkan perhatian dan mengurangi berbagai beban yang memenuhi kepala Anda hingga menyebabkan stres.

Pada praktiknya, meditasi terbagi dua jenis utama yaitu meditasi konsentrasi dan meditasi mindfulness. Meditasi konsentrasi dilakukan dengan memusatkan semua perhatian pada sebuah objek tertentu dan mengabaikan semua hal lain yang ada di sekitar. Gunanya agar Anda bisa benar-benar mendalami apa yang sedang difokuskan, baik itu napas, kata-kata, atau mantra tertentu.

Sementara itu meditasi mindfulness melibatkan kesadaran penuh dan membiarkan diri Anda terlibat seutuhnya pada kejadian atau kegiatan yang tengah dilakukan saat ini.

Berbagai penelitian telah menunjukkan bahwa praktik meditasi memiliki dampak positif untuk kesehatan fisik dan mental. Beberapa manfaat melakukan meditasi antara lain menurunkan tingkat stres, meningkatkan kekebalan tubuh, meredakan sakit kepala, meningkatkan kesadaran dan memori, meningkatkan keterampilan manajemen stres termasuk dalam mengelola gangguan kecemasan, nyeri, dan masalah tidur.

Kalahkan Toxic Positivity, Pikiran Positif yang Justru Memperburuk Kesehatan Mental

Praktik meditasi untuk pemula

Meski memiliki beragam manfaat untuk kesehatan, perlu diingat bahwa meditasi bukanlah pengobatan. Praktiknya tidak dapat menggantikan pengobatan medis yang diperlukan bagi pasien dengan masalah kesehatan yang membutuhkan perawatan intensif. Namun, meditasi bisa menjadi tambahan yang mungkin akan berguna dan membantu perawatan lain.

Seperti dikutip dari Mayoclinic.org, siapapun bisa berlatih meditasi. Praktiknya bisa dikatakan mudah dan murah. Anda bisa melakukannya di mana saja dan tidak butuh peralatan khusus. Di era modern ini, jenis meditasi semakin berkembang dan beragam. Setiap jenis mungkin memiliki fitur yang berbeda. Namun, secara umum praktik meditasi meliputi pemusatan perhatian dan pernapasan.

Untuk mencoba meditasi pertama kalinya, pilihlah tempat yang tenang dan bebas dari gangguan, termasuk suara televisi, telepon, hewan peliharaan, dan lainnya yang dapat mengganggu fokus Anda. Jika ingin menggunakan musik, pilih yang tenang.

Bagi pemula bisa menetapkan waktu yang lebih pendek. Anda mungkin bisa mencobanya selama 5-10 menit saja. Kemudian, duduklah dengan nyaman, bisa bersila di lantai dengan bantal atau duduk kursi pun tak masalah.

Mulailah fokus pada pernapasan. Tarik napas dalam-dalam kemudian hembuskan perlahan. Perhatikan bagaimana rasa setiap kali bernapas. Meskipun akan banyak hal-hal berkecamuk di kepala dan pikiran melayang, segera kembalikan fokus kepada napas. Lepaskan segala kekhawatiran dan bebaskan pikiran Anda dari gangguan yang menyebabkan stres.

Ketika sudah lebih terampil dalam bermeditasi, Anda tak wajib melakukannya di tempat yang tenang. Bahkan, meditasi dapat dilakukan di mana saja, seperti kantor, jalanan yang macet dan bising, rapat kerja yang membuat Anda stres, antrean masuk toko yang panjang, dan dalam kondisi lain dengan tingkat stres tinggi.

Tidak Hanya Sehat Fisik, Olahraga Bisa Bermanfaat Bagi Kesehatan Mental

Alive Fest, acara meditasi yang bertujuan menciptakan hidup bebas stres

Kali ini adalah tahun ke-4 Alive Fest digelar. Acara kesehatan dan meditasi urban ini diselenggarakan oleh The Golden Space Indonesia dan akan digelar pada Sabtu, 30 Oktober 2021 secara daring.

Dalam konferensi pers yang diadakan pada Selasa, (26/10/2021), Managing Director The Golden Space Indonesia, Silvia Basuki mengatakan bahwa pandemi memberikan dampak besar kepada kesehatan mental dan psikologis. Banyak orang menghadapi tantangan seperti stres, sulit mengontrol emosi, stres di rumah, membandingkan diri dengan orang lain, ingin membuat semua orang bahagia, dan semuanya berasal dari pikiran.

Vinzka Christabelle selaku Head of Alive Fest 2021 menambahkan bahwa acara ini nantinya akan mencakup banyak hal, termasuk isu kesehatan mental, kesehatan fisik, keuangan, hubungan, pekerjaan, dan gaya hidup modern. Tujuan dari acara ini agar banyak orang lebih memahami cara mengelola stres dan belajar mindfulness lewat meditasi. Nantinya, acara akan menggunakan virtual conference di mana ada empat ruangan dengan berbagai kelas yang bisa dipilih.

Acara akan berlangsung mulai pukul 9 pagi hingga 8 malam dengan total ada 50 pembicara dan 30 kelas seperti meditasi, yoga, zumba, demo masak makanan vegan, dan diskusi panel.

Adapun beberapa pembicara yang akan mengisi acara Alive Fest antara lain Andien Aisyah, Sailormoney, Anita Boentarman, Max Mandias, Sacred Earth, Robert Coxon, Master Umesh H. Nandwani, Stephanie Hermawan, Bagia Saputra, Yodhananta Soewandi, Vikra Ijas, Tiara Eve, Kiki Juliar, Liza Natalia, Anabella, dan Anastasia Satriyo.



Jika Anda tertarik untuk membaca tulisan Dian Afrillia lainnya, silakan klik tautan ini arsip artikel Dian Afrillia.

Terima kasih telah membaca sampai di sini