Diawali Sebagai Gerakan Sosial, Chef Muda Tiarbah Lebarkan Sayap Melalui Nasi Goreng

Diawali Sebagai Gerakan Sosial, Chef Muda Tiarbah Lebarkan Sayap Melalui Nasi Goreng
info gambar utama

Berbagai macam model bisnis kini kian beragam cara kemunculannya. Mulai dari bisnis franchise produk yang sedang viral hingga bisnis yang didasarkan pada gerak kemanusiaan. Pandemi Covid-19 yang menghantam dunia sejak akhir 2019 ini membawa dampak besar pada ekosistem bisnis.

Indonesia tentu menjadi salah satu dari sekian banyak negara dan wilayah yang terdampak. Dikutip dari VOA Indonesia, Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat bahwa 10,1 persen Usaha Menengah Kecil (UMK) dan 5 persen Usaha Menengah Besar (UMB) di antaranya berhenti operasional karena terdampak corona (Covid-19).

Angka tersebut didapatkan dari hasil survei yang melibatkan 34.558 pelaku usaha pada 10-26 Juli 2020. Responden terdiri dari 25.256 UMK, 6.821 UMB, dan 2.482 usaha pertanian.

Meski demikian, celah dan peluang usaha selama pandemi Covid-19 nyatanya masih membuat sebagian orang bertahan bahkan justru memulai lembaran baru karenanya. Chef Tiarbah yang memiliki nama lengkap Bahtiar Sigar adalah satu dari sekian banyak orang yang memulai lembaran baru dalam dunia bisnis di masa pandemi.

Kiprah Maya Stolastika Menyebarkan Semangat Bertani Organik kepada Pemuda

Bermula di Belitung, kini Nasi Goreng Tiarbah tersebar di 55 kemitraan

Sebaran Kemitraan Nasi Goreng Tiarbah. | Mapgrafik : GoodStats/Hannah
info gambar

Chef profesional yang kerap disapa Chef Tiarbah ini merupakan penggagas Nasi Goreng Tiarbah yang ramai dibicarakan warganet sejak awal pandemi lalu. Mengusung nama Nasi Goreng Tiarbah, kini mitra kerja Chef Tiarbah mencapai 55 mitra yang tersebar di seluruh Indonesia.

Sebagai informasi, Bahtiar Sigar atau Chef Tiarbah adalah seorang chef profesional yang sebelumnya memiliki latar belakang pendidikan jurusan musik di salah satu perguruan tinggi di Bandung.

Meski demikian, guna memenuhi dorongan dari dalam diri untuk mengejar minat yang sesungguhnya Bahtiar mengikuti pendidikan perhotelan di Bandung untuk menjadi seorang Profesional Chef. Sementara itu, Chef Tiarbah yang berasal dari Tasikmalaya ini kini berdomisili di Belitung di mana sang istri berasal.

Chef Tiarbah sempat bekerja di salah satu hotel bintang 5 di Belitung namun memutuskan untuk mundur dan memulai gerakan sosial di balik Nasi Goreng Tiarbah. Kini, berdasarkan penuturan Chef Tiarbah, Nasi Goreng Tiarbah sudah memiliki 55 kemitraan yang tersebar dari Medan (daerah paling barat) hingga Makassar (daerah paling timur).

Garry Yusuf, Pemuda 18 Tahun yang Raih Omzet Besar dari Bisnis Martabak

Awal mula Nasi Goreng Tiarbah

Saat diwawancarai oleh tim GNFI Jumat (22/10/2021), Chef Tiarbah secara gamblang menjelaskan bahwa ide awal Nasi Goreng Tiarbah adalah gerakan sosial. Diawali sebagai gerakan sosial selama pandemi dengan tujuan agar orang-orang masih bisa berpenghasilan dan beroperasi, Chef Tiarbah akhirnya menjadikan nasi goreng dendeng lemak sebagai menu utama Nasi Goreng Tiarbah.

“Bisnis ini sebenernya murni diawali gara-gara pandemi sih, kalau gak ada pandemi sihkayanya bisnis ini gak akan ada” kata Chef Tiarbah saat ditanya mengenai gagasan awal hadirnya Nasi Goreng Tiarbah.

Oleh sebab itu, Chef Tiarbah menyebut kemitraan sebagai ekspansi bisnis nasi goreng tersebut, dengan inti pemikiran bahwa Nasi Goreng Tiarbah didasarkan pada gerakan sosial.

Sang istri memiliki peran penting di balik ramainya pembicaraan mengenai Nasi Goreng Tiarbah di dunia maya. Istri Chef Tiarbah mengunggah foto dan deskripsi nasi goreng tersebut yang akhirnya menarik rasa penasaran orang-orang terdekat mereka hingga tersebar luas dan dinanti oleh berbagai kalangan di daerah-daerah lain.

Akhirnya, Chef Tiarbah dan tim memutuskan untuk membuka kemitraan Nasi Goreng Tiarbah dan mengatur sedemikian rupa manajemen Nasi Goreng Tiarbah agar dapat menyejahterakan berbagai pihak.

Memiliki core sebagai gerakan sosial

Chef Tiarbah juga secara terang-terangan belum ingin mengkomersilkan Nasi Goreng Tiarbah. Maksud komersil dalam hal ini yaitu menjadikan Nasi Goreng Tiarbah sebagai bisnis atau usaha yang profit oriented.

Emang Nasi Goreng Tiarbah sudah terbentuk sebagai gerakan sosial (bukan money/profit oriented), kita jaga, kita rawat, momennya pas dan bermanfaat. Mungkin di brand lain seperti contoh Pizza Tiarbah atau yang lain bisa kita buka kemungkinan untuk profit oriented, tapi untuk Nasi Goreng Tiarbah sepertinya belum ingin di-profit oriented-kan”, jelas Tiarbah.

Chef Tiarbah memegang nilai bahwa bisnis Nasi Goreng Tiarbah memiliki core atau inti usaha sebagai gerakan sosial. Oleh sebab itu, sebisa mungkin Chef Tiarbah bersama timnya untuk merawat nilai tersebut hingga waktu yang belum dipastikan meskipun tawaran untuk menjual produk dengan keuntungan margin yang besar melalui Nasi Goreng Tiarbah terus berdatangan.

Arul Ismail, Pemuda Asal Ciamis yang Sukses Rintis Usaha Miniatur Pesawat

Sempat minus, namun nasi goreng Tiarbah tetap berusaha mempertahankan nilai

Nasgor Tiarbah | Foto : Instagram @nargostiarbah
info gambar

Nasi Goreng Tiarbah saat ini mungkin nampak seperti jaringan para pelaku usaha nasi goreng di bawah naungan Chef Tiarbah yang terus berekspansi. Namun, di balik semua itu, nyatanya Nasi Goreng Tiarbah pernah mengalami defisit anggaran di awal-awal usahanya.

“Kita sempet minus itu, di bulan-bulan awal kita secara manajemen minus. Bahkan untuk ukuran yayasan itu harusnya punya pemasukan ya. Akhirnya kita mulai mikir untuk cari keuntungan walaupun sedikit karena core-nya kita gerakan sosial jadi kita ambil margin sedikit dari beberapa produk wajib Nasi Goreng Tiarbah”, lanjutnya.

Chef Tiarbah dan tim selalu menyatakan bahwa core bisnis atau usaha Nasi Goreng Tiarbah adalah gerakan sosial, sehingga usaha ini dijalankan bukan dengan konsep profit oriented. Salah satu sumber keuntungan Nasi Goreng Tiarbah selain dari biaya administrasi kemitraan adalah penjualan produk wajib dendeng lemak.

Dendeng lemak menjadi produk wajib yang harus hadir di setiap mitra Nasi Goreng Tiarbah sebagai salah satu cara untuk menjaga kualitas nasi goreng seperti awal digagas. Dari penjualan dendeng lemak tersebut, sedikit demi sedikit keuntungan mulai terkumpul hingga Nasi Goreng Tiarbah kini bekerja sama dengan 55 kemitraan.

Dampak yang nyata

Meski tidak terkoneksi langsung sebagai kemitraan Nasi Goreng Tiarbah, nyatanya, usaha yang diawali sebagai gerakan sosial ini membawa dampak domino terhadap berbagai pihak. Kemitraan atau mitra usaha Nasi Goreng Tiarbah sudah pasti menjadi pihak pertama yang terkena dampak baik dari Nasi Goreng Tiarbah.

Selain itu, pihak yang juga merasakan dampak baik Nasi Goreng Tiarbah adalah para pengemudi ojek online yang kata Chef Tiarbah mengalami kebanjiran pesanan Nasi Goreng Tiarbah.

Hal tersebut tentu saja memberikan keuntungan finansial bagi para pengemudi ojek online di mana mereka masih tetap dapat beroperasi meskipun pandemi. Chef Tiarbah juga mempekerjakan beberapa orang di bagian produksi dendeng lemak

“Mungkin kita (Nasi Goreng Tiarbah) tidak terlalu berdampak ya di masyarakat, namun yang kita lihat ada berapa ratus orang yang tetap dapat beraktivitas dan berpenghasilan melalui Nasi Goreng Tiarbah selama pandemi khususnya” katanya.

Harapan Chef Tiarbah untuk Nasi Goreng Tiarbah

Nasgor Tiarbah | Foto : Instagram @nasgortiarbah
info gambar

“Harapan saya Nasi Goreng Tiarbah bisa hadir di setiap kota di seluruh indonesia, jadi setiap kota itu ada minimal satu titik Nasi Goreng Tiarbah. Selain itu, kita juga pengen mitra kita sejahtera dari penghasilannya dengan membawa visi dan misi yang sama dengan kita.

Dan, membuat orang terinspirasi untuk memulai bisnis, tidak takut untuk memulai bisnis juga jadi harapan kita” lanjutnya.

Harapan Chef Tiarbah pada umumnya seperti harapan yang diimpikan oleh para pelaku usaha lainnya, yakni usahanya yang makin berkembang serta bermanfaat bagi orang sekitar. Namun, di sisi lain, Chef Tiarbah juga menekankan nilai yang dianut oleh Nasi Goreng Tiarbah beserta kemitraannya.

Nilai tersebut yakni “memanusiakan manusia, melihat sekitar, dan mengajak orang untuk tetap beraktivitas dan berpenghasilan di jalan yang baik”

Kemanusiaan seringkali menjadi payung dan tempat bernaung berbagai tindakan, salah satunya gerakan sosial dalam bentuk mitra usaha Nasi Goreng Tiarbah. Meraup berkah di kala pandemi, membuat Chef Tiarbah kini mampu mengajak ratusan orang tetap bisa berpenghasilan dan terus bergerak.

Rintis Holding Company yang DIgawangi Anak Muda, Isya Yusril: Harus Ada Kemauan

Catatan:

Artikel di atas merupakan persembahan GNFI untuk memperingati Hari Sumpah Pemuda, 28 Oktober 2021.

Mereka adalah segelintir dari banyak anak muda yang mampu membangkitkan asa, mendobrak pesimistis, dan bermanfaat bagi diri sendiri, keluarga, serta lingkungannya, di tengah situasi pandemi Covid-19 ini.

Selamat Hari Sumpah Pemuda, Maju Terus Anak Muda Indonesia. Kalian adalah pemantik asa yang perkasa.



Jika Anda tertarik untuk membaca tulisan Widhi Luthfi lainnya, silakan klik tautan ini arsip artikel Widhi Luthfi.

WL
IA
MI
Tim Editor arrow

Terima kasih telah membaca sampai di sini