3 Sektor Andalan Indonesia Masuk Peringkat 10 Besar Industri Halal Dunia

3 Sektor Andalan Indonesia Masuk Peringkat 10 Besar Industri Halal Dunia
info gambar utama

Meski memiliki keanekaragaman penduduk dengan berbagai latar belakang kepercayaan yang membuat negeri ini kaya akan budaya, namun hal istimewa tersebut nyatanya juga tidak menghalangi Indonesia untuk dapat meraih posisi yang diperhitungkan dalam industri halal dunia.

Melansir World Population Review, Indonesia berada di peringkat pertama sebagai negara dengan penduduk muslim terbanyak di dunia, tepatnya di angka 231 juta umat, memimpin Pakistan yang mengikuti dengan 212,3 juta umat, dan India sebanyak 200 juta umat.

Dengan latar belakang tersebut, tak heran jika pemerintah dalam beberapa tahun terakhir cukup gencar mengupayakan agar Indonesia menjadi pusat industri halal bahkan sekaligus sebagai pusat ekonomi syariah (eksyar) dunia.

Meski belum sampai pada tujuan akhir dari upaya yang terus dilakukan, namun pencapaian yang dimiliki sejauh ini nyatanya sudah memberikan hasil yang luar biasa, dan diyakini akan terus meningkat di waktu yang akan datang.

Adapun maksud dari pencapaian yang dimiliki adalah masuknya tiga sektor yang memang sejak awal diandalkan RI, yaitu makanan dan minuman (mamin), fesyen, serta kosmetik ke dalam peringkat 10 besar industri halal dunia.

Sudah sejauh mana detail pencapaian yang diraih oleh ketiga sektor tersebut?

Mendominasi di Asia Tenggara, 3 Merek Indonesia Disebut Sebagai Pelopor ‘’Halal Beauty’’

Pencapaian tiga sektor andalan di industri halal dunia

Sektor fesyen, salah satu andalan industri halal RI
info gambar

Berdasarkan data yang dipublikasi lewat The State of Global Islamic Economy tahun 2020-2021, diketahui bahwa Indonesia berada di urutan ke-empat pada sektor makanan halal dunia mengikuti posisi Malaysia, Singapura, dan Arab Saudi (UEA) yang secara berturut-turut berada di peringkat tiga besar.

Masih merujuk sumber yang sama, untuk sektor fesyen Indonesia berada di peringkat ketiga industri halal dunia, mengikuti jejak Arab Saudi dan Turki.

Sementara itu menilik pada sektor lainnya yakni kosmetik dan farmasi, walau masih berada di peringkat enam dan belum mampu menyaingi negara lain seperti Malaysia, Arab Saudi, Singapura, Iran, dan Mesir, namun hal tersebut nyatanya tetap dipandang sebagai pertumbuhan yang cukup signifikan.

Bukan tanpa alasan, pandangan tersebut muncul meningat pada tahun sebelumnya sektor kosmetik dan farmasi Indonesia masih belum mampu masuk ke peringkat 10 besar industri halal dunia.

Indonesia Bersiap Beralih Menjadi Produsen Utama Industri Halal Dunia

Alasan pentingnya industri halal dunia bagi Indonesia

Ilustrasi industri halal dunia
info gambar

Mengapa industri halal menjadi sangat penting? Tanpa menyoroti persoalan kepercayaan atau hal sejenisnya, potensi yang dapat dimiliki dari segi ekonomi nyatanya menjadi hal yang dapat mendukung tumbuhnya perekonomian di tanah air.

Masih menurut laporan yang sama, diketahui bahwa umat muslim dunia ternyata telah membelanjakan tidak kurang dari 2,02 triliun dolar AS atau mendekati Rp28.500 triliun untuk berbagai kebutuhan di sektor syariah seperti mamin, farmasi, kosmetik, fesyen, pariwisata, dan masih banyak lagi.

Melihat potensi tersebut, maka bukan hal yang aneh jika pemerintah khususnya para pelaku industri di tanah air turut gencar mendorong berbagai sektor untuk ikut berkontribusi di industri halal dunia, potensi besar dan menjanjikan sudah jelas akan dimiliki jika Indonesia berhasil menduduki peringkat pertama dari berbagai sektor yang telah disebutkan sebelumnya.

"Industri halal memiliki peran strategis dalam meningkatkan perekonomian nasional, hal tersebut terlihat dengan banyaknya negara-negara di dunia yang fokus untuk mengembangkannya, termasuk negara-negara yang memiliki populasi muslim yang relatif sedikit, seperti Brazil, Thailand, Korea Selatan, Jepang, dan China. Indonesia harus bekerja lebih keras untuk dapat bersaing dalam merebut pangsa pasar global industri halal," tutur Wakil Presiden (Wapres) Ma'ruf Amin, dalam Opening Ceremony Indonesia Sharia Economic Festival (ISEF) 2021, Rabu (27/10).

Wisata Halal? Apa sih Artinya?

Upaya meningkatkan industri halal di dalam negeri

Dari sederet target yang ingin diraih untuk menjadikan Indonesia sebagai pusat industri halal dunia, upaya dan langkah konkret jelas dibutuhkan untuk mewujudkan target besar tersebut.

Sebagai upaya untuk mewujudkan misi besar yang dimaksud, Doddy Widodo selaku Sekretaris Jenderal Kementerian Perindustrian (Kemenperin), dalam sebuah acara virtual bertajuk Indonesia Bidik Raja Industri Halal yang berlangsung pada, Senin (11/10), mengungkap bahwa Kemenperin telah melakukan berbagai strategi di antaranya dengan pendirian unit kerja Pusat Pemberdayaan Industri Halal (PPIH).

Unit kerja tersebut hadir secara khusus untuk menangani industri halal, yang di saat bersamaan juga berjalan dengan persiapan infrastruktur halal melalui Kawasan Industri Halal (KIH), di mana infrastruktur yang disediakan memiliki sistem dan fasilitas yang hanya memproduksi produk halal sesuai dengan Halal Product Assurance System.

Diketahui bahwa saat ini terdapat tiga kawasan industri yang siap menyediakan kawasan halal yang dimaksud, yaitu Modern Cikande Industrial Estate, Bintan Inti Industrial Estate, serta Kawasan Industri Halal Safe & Lock di Sidoarjo, Jawa Timur.

Dalam rilis berbeda, Menteri Perindustrian (Menperin) Agus Gumiwang Kartasasmita bahkan menungkap jika pihaknya mengundang berbagai investor yang masuk ke Indonesia untuk tidak hanya berinvestasi pada sektor industri konvensional, melainkan juga berinvestasi untuk industri halal di tanah air.

“Beberapa investor yang masuk ke kawasan industri, baik investor baru maupun relokasi, yakni investor dari Amerika Serikat, Jepang, dan Korea Selatan. Pada kesempatan yang baik ini, saya mengundang para pengusaha dan investor untuk berkolaborasi dan berpartisipasi dalam pengembangan industri 4.0, kawasan industri, dan industri halal di Indonesia,” pungkas Agus.

Upaya Membentuk Ekosistem Halal, Bisnis Plat Merah Sediakan Logistik Halal

Jika Anda tertarik untuk membaca tulisan Siti Nur Arifa lainnya, silakan klik tautan ini arsip artikel Siti Nur Arifa.

Terima kasih telah membaca sampai di sini