Pemuda dan Semangat Berbagi, Windi Sayap Hati: Energi Indonesia Itu di Kebersamaan

Pemuda dan Semangat Berbagi, Windi Sayap Hati: Energi Indonesia Itu di Kebersamaan
info gambar utama

''Indonesia apa pun itu, misal ada bencana di tanah air atau apa di luar negeri, siapa yang pertama kali ribut untuk galang sumbangan? Indonesia. Energi masyarakat Indonesia itu di kebersamaan.''

---

Di balik segala masalah yang menghinggapi masyarakat Indonesia. Baik itu secara ekonomi, hukum hingga sosial yang berdampak terhadap perubahaan karakter bangsa. Bahkan tidak sedikit yang menimbulkan perselisihan.

Ada satu sisi yang tidak pernah berubah dari sifat masyarakat Indonesia yaitu kebiasaan gotong royong. Kebiasaan ini begitu melekat dalam budaya masyarakat Indonesia hingga banyak mendapat pujian dari dunia international.

Bedasarkan survei Charities Aid Foundation (CAF) World Giving Index 2021 menyatakan Indonesia menduduki peringkat pertama negara paling dermawan. Pada laporan ini disebutkan 8 dari 10 orang Indonesia menyumbangkan uangnya dan tingkat sukarelawan negara lebih banyak dari tiga kali rata-rata global.

Hal menarik inilah yang mendorong Windi Wijaya dari gerakan Sayap Hati untuk terjun ke lapangan menyalurkan bantuan kepada sesama. Windi menilai selama perjalanannya menyalurkan sumbangan sudah membuktikan bahwa bangsa Indonesia begitu peduli dengan sesama.

"Indonesia apa pun itu, misal ada bencana di tanah air apa di luar negeri siapa yang pertama kali ribut untuk galang sumbangan? Indonesia. Energi Indonesia itu di kebersamaan," ucapnya saat dihubungi oleh GNFI, Selasa (26/10/2021).

Pemuda asal Palembang ini melihat banyak anak muda yang mulai berperan untuk membantu sesama. Namun tidak banyak yang menyorot hal ini karena tertutup berita-berita negatif.

Kepada penulis GNFI, Rizky Kusumo, Windi menyampaikan beragam pengalamannya selama membantu sesama. Baik pengalaman bahagia, duka, juga rencana Sayap Hati pada masa depan.

Juga harapannya kepada anak muda yang ingin berperan bagi kebaikan untuk sesama. Berikut petikan wawancaranya:

Awal mula gerakan Sayap Hati?

Awalnya ini bukan akun bantu orang, tetapi ini akun galau, meme cinta, puisi, awal mulanya dari situ. Ketika itu saya punya mentor dari gereja, dia bilang kamu ini punya sosial media ada Instagram (IG) tetapi mengapa kamu malah bikin kata-kata yang bikin orang galau, murung, sedih.

Jangkauan sosial media kan luas, harusnya mengarah lebih ke positif dan menginspirasi orang. Dahulu namanya Raja Galau, sekitar tahun 2016 diganti jadi Sayap Hati.

Dari situ saya mulai posting kata-kata bijak inspirasi, bersyukur, jangan menyerah dan lain-lain. Saat masih kata-kata galau itu baru 5.000 followers. Setelah saya posting tentang motivasi dalam jangka waktu 2 minggu jadi 50 ribu, benar-benar cepat banget.

Diawali Sebagai Gerakan Sosial, Chef Muda Tiarbah Lebarkan Sayap Melalui Nasi Goreng

Awalnya saya masih kata-kata saja belum ada aksi. Lalu ada kisah yang menguatkan saya. Ada di tengah malam, saat itu saya belum tidur lalu buka Direct message (DM).

Ada orang yang punya permasalahan, lalu curhat dan malam itu dirinya mengaku ingin bunuh diri. Jadi dia cerita, sudah enggak kuat menjalani hidup, lalu mau bunuh diri.

Tetapi dia bilang, setelah melihat postingan dari Sayap Hati tentang anak Afrika yang lagi minum air kotor. Dirinya baru sadar hidupnya tidak berat-berat banget. Banyak orang yang lebih susah. Makasih karena postingan ini bisa membuat saya sadar, katanya.

Saya nangis saat itu, jadi lebih semangat bikin konten kaya gitu.

Dari mana awal mula gerakan berbagi?

Awalnya itu memang pakai uang pribadi juga. Di awal-awal tahun itu belum ada donatur juga tidak ada pengalaman.

Lalu mulai ada yang DM, kak tolong ini bantu, setelah itu mulai ada donatur berdatangan. Sayap Hati sekarang punya donatur tetap, juga ada rekan di berbagai kota. Bisa menyalurkan bantuan.

Sekarang kepercayaan orang-orang kepada Sayap Hati itu makin besar sampai sekarang. Misalnya setiap ada postingan minta bantuan itu pasti tag kita. Dari misal postingan di akun gosip atau akun pemerintahan jadi saking sudah percaya ke kita.

Sekarang setiap hari ratusan pengikut Sayap Hati meminta untuk membuka donasi bagi sosok-sosok yang membutuhkan uluran tangan sesama.

Penyaluran donasi dari Sayap Hati (Dok: Windi Wijaya)

Bagaimana membangun kepercayaan dari masyarakat?

Kita ada transparansi, jadi uang yang terkumpul kita data, juga rincian siapa orang yang kita telah bantu. Kita jelaskan dalam satu pos, jadi orang percaya apa yang kita lakukan. Kirim ke rekan kita yang tahu dan kenal, jadi kita pantaunya seperti itu sih.

Lalu tidak semua juga kita kasih bantuan, bukan karena pilih-pilih tetapi tetap harus survei keadaannya bagaimana. Saya punya kejadian, kita pernah ingin membantu orang yang tidak punya tangan. Kalau kita liat pasti simpati. Ternyata dia punya kontrakan. Jadi salah sasaran.

Karena itu semua bantuan dari Sayap Hati itu harus kita survei, keadaannya bagaimana? Apa yang harus kita bantu? Apalagi ini kan uang orang, tanggung jawab itu mahal banget, kepercayaan itu mahal banget.

Ada gerakan projectbahagia, bisa dijelaskan tujuannya?

Projectbahagia ini adalah jantung dari Sayap Hati. Biasanya yang sering ikutin kita, sudah tahu mereka bahwa Sayap Hati itu gerakannya projectbahagia.

Misalnya kemarin ada yang satu kita bantu di Bekasi, dia bapak-bapak pakai ojek online (ojol) sepeda. Dia sudah dapat bantuan, tetapi setelah kita cek anaknya putus sekolah.

Dia tidak ada biaya, tetapi karena ada bantuan Sayap Hati ini ibunya terima kasih banget kepada kita. Anaknya sekarang udah bisa sekolah SMA, saat SMP kelas 1 kita bantu.

Kita juga kasih bantuan usaha Warung Makan Indomie (Warmindo). Kebahagian itu yang membuat kita semangat.

Garry Yusuf, Pemuda 18 Tahun yang Raih Omzet Besar dari Bisnis Martabak

Punya pengalaman mengharukan?

Ada satu kejadian, misal satu sosok anak di Medan. Dia jualan balon sehari-hari. Dia jualan balon membantu perekonomian keluarga.

Kita bantu alat sekolah dan sepeda. Yang buat saya nangis itu adalah saat anak ini pegang tas baru, dia memang tidak punya tas, lantas sampai dicium.

Saya juga tidak berpikir sampai segitu. Ini bukan cuma kita bisa bantu, tetapi ini soal ketika orang merasa saya juga bisa punya lho barang ini.

Pernah mengalami masa-masa jenuh?

Mungkin di awal aja. Sebenarnya bukan karena bosan, tetapi penilaian nitizen. Ini lu ria (pamer/sombong) ya? Cari popularitas? Saya bilang siapa sih yang tahu niat kita. Manusia tahu? Tidak kan. Yang tahu kan Tuhan. Ini jadi pegangan saya. Jadi kalau ada komen begitu buat kritik dan saran saja.

Jadi itu buat awal, untuk sekarang kita tidak pikirkan. Kalau jenuh tidak ada dalam pikiran, karena kita liat orang bahagia. Ini bukan bikin jenuh malah bikin semangat.

Di masa pandemi seperti sekarang ini, apa menghalangi program Sayap Hati?

Saya secara pribadi ingin buka Warung Bahagia. Ini kita kasih makan enak untuk saudara-saudara kita. Masyarakat dhuafa, lansia. Buat stand di jalan. Mereka bisa bayar seikhlasnya.

Ini tidak gratis, karena kita tidak ingin merendahkan mereka. Jadi saya ingin menamamkan kepada mereka kebanggaan. Ketika bayar seikhlasnya bisa lho beli makan enak.

Tetapi karena pandemi kita takut berkumpul gitu. Apalagi di Jakarta agak lumayan pandeminya. Kalau dua bulan ini udah memungkinkan kita akan buka.

Penyaluran bantuan Sayap Hati (Dok: Windi Wijaya)

Jadi tetap menyalurkan bantuan saat pandemi?

Saya selalu pakai masker, target kita kebanyakan lansia. Kita tidak mau, awalnya ingin bantu orang tetapi malah bikin celaka.

Kita taat protokol kesehatan (prokes), pakai masker bawa hand sanitizer, cuci tangan, kalau target kita tidak ada masker kita kasih. Jadi saling jaga. Selama pandemi penyaluran bantuan tetap berjalan.

Jadi percaya bahwa masyarakat Indonesia sangat dermawan?

Benar, kalau saya liat salah satu keistimewaan Indonesia itu adalah hati mereka. Jadi kalau ada yang bilang orang Indonesia itu tidak baik, itu kata-kata yang dilihat dari sisi negatif. Harusnya kita liat dari sisi positif.

Indonesia apa pun itu, misal ada bencana di tanah air apa di luar negeri siapa yang pertama kali ribut untuk galang sumbangan? Indonesia. Energi Indonesia itu di kebersamaan.

Bagi saya hal yang kayak gini agak hilang dalam pembahasan. Jadi jangan selalu mengangkat dari sisi negatif. Padahal kebersamaan kita dalam membantu orang kuat sekali.

Ada data yang menyebut Indonesia merupakan negara yang paling dermawan. Saya harap ini yang disorot media. Orang-orang ini dimunculkan supaya anak muda terinspirasi.

Kiprah Maya Stolastika Menyebarkan Semangat Bertani Organik kepada Pemuda

Jadi memang banyak anak muda yang berperan dalam gerakan Sayap Hati?

Kebetulan tim saya itu mayoritas anak muda yang tersebar di berbagai kota-kota. Apa alasanya? Saya bilang kepada mereka jangan buang-buang waktu untuk hal negatif.

Karena waktu yang kita buang tidak pernah terulang lagi. Karena kalau kita tabur benih kebaikan sekarang, nanti yang dipetik adalah hal baik.

Anak-anak muda ini kan tidak ada yang mengarahkan. Mereka apa-apa yang tren diikutin. Anak-anak muda ini harus ada wadah buat mereka, sehingga mereka bisa terlibat.

Sebenarnya, anak-anak muda ini punya hati yang sensitif kepada sesama mereka. Mereka keren-keren.

Harapan kepada anak muda yang ingin terlibat dalam gerakan kemanusian?

Tolong jangan kucilkan anak muda yang sedang melakukan gebrakan. Kasih semangat mereka. Karena mereka memulai itu saja tidak gampang.

Takutnya di lingkungan mereka, tidak mendapat dukungan. Jadi kalau ada anak muda yang membuat gebrakan positif tolong dukung mereka. Karena ini berarti bagi mereka.

Bayangkan tidak sih, mereka baru mulai ada yang mencibir. Kalau mereka kuat ya tidak masalah. Tetapi kalau mereka tidak kuat jadi malah apatis. Kalau ada anak-anak muda, ayo dukung mereka.

Memang bukan uang tetapi semangat. Karena yang mengubah bangsa ini bukan orang tua. Tetapi anak muda yang melakukan hal-hal kecil, namun tidak terlihat yang akan mengubah bangsa ini.

Catatan:

Artikel di atas merupakan persembahan GNFI untuk memperingati Hari Sumpah Pemuda, 28 Oktober 2021.

Mereka adalah segelintir dari banyak anak muda yang mampu membangkitkan asa, mendobrak pesimistis, dan bermanfaat bagi diri sendiri, keluarga, serta lingkungannya, di tengah situasi pandemi Covid-19 ini.

Selamat Hari Sumpah Pemuda, Maju Terus Anak Muda Indonesia. Kalian adalah pemantik asa yang perkasa.

Jika Anda tertarik untuk membaca tulisan Rizky Kusumo lainnya, silakan klik tautan ini arsip artikel Rizky Kusumo.

RK
MI
Tim Editor arrow

Terima kasih telah membaca sampai di sini