Refleksi Hari Sumpah Pemuda, dan Catatan Produktif Pemuda Indonesia di Era Digital

Refleksi Hari Sumpah Pemuda, dan Catatan Produktif Pemuda Indonesia di Era Digital
info gambar utama

Hari Sumpah Pemuda menjadi agenda yang yang setiap tahun menghiasi bulan Oktober sejak 1928. Mengikrarkan janji bertumpah darah, berbangsa dan berbahasa yang satu, Indonesia, pemuda menjadi salah satu tonggak penting dalam berdirinya suatu bangsa.

Berbicara mengenai pemuda di Hari Sumpah Pemuda, Badan Pusat Statistik (BPS) Indonesia pun memberi fokus khusus terhadap statistik pemuda setiap tahunnya. Laporan terakhir dari BPS mengenai pemuda berjudul “Statistik Pemuda Indonesia 2020”.

Bersama Literasi Anak Banua, Pemuda Asal Kalsel Tingkatkan Literasi Daerah 3T Indonesia

Pemuda dalam bingkai statistik BPS

Laporan mengenai statistik pemuda di Indonesia yang dilampirkan oleh BPS, tercatat sudah dimulai sejak tahun 2003 di mana laporan tersebut menyajikan data hasil Survei Sosial Ekonomi Nasional (SUSENAS) 2003 mengenai keadaan pemuda Indonesia, terutama peran sertanya dalam berbagai aspek kehidupan.

Salah satu poin yang diangkat dalam laporan Statistik Pemuda Indonesia 2020 adalah produktivitas pemuda. Indikator yang dimaksud dalam produktivitas pemuda adalah keterlibatan pemuda dalam ketenagakerjaan.

Dalam laporan Statistik Pemuda Indonesia 2020, dinyatakan sebuah narasi bahwa optimalisasi peran pemuda yang cukup besar dapat dilakukan melalui penerapan kebijakan dan program ketenagakerjaan yang tepat. Diharapkan jumlah pemuda yang besar dapat dimanfaatkan untuk percepatan pembangunan.

Oleh karena itu, diperlukan informasi mengenai karakteristik ketenagakerjaan pemuda Indonesia sebagai acuan dalam penyusunan kebijakan, strategi dan pelaksanaan program ketenagakerjaan kepemudaan.

Infografis Produktivitas Pemuda | Infografis : GoodStats/Hannah
info gambar

Laporan Statistik Pemuda Indonesia 2020 menggambarkan bahwa lebih dari separuh pemuda Indonesia di tahun 2020 memiliki kegiatan utama “bekerja” dari 5 jenis kegiatan utama. Batas definisi pemuda yang dimaksud oleh BPS yakni warga negara Indonesia baik laki-laki maupun perempuan yang berada di kelompok umur 16–30 tahun.

Sementara itu, per tahun 2020, BPS menggambarkan bahwa 1 dari 4 penduduk Indonesia adalah pemuda atau setara dengan 64,50 juta jiwa dan lebih dari separuh pemuda tersebut berada di Pulau Jawa. Banyaknya pemuda yang berada di Pulau Jawa sejalan dengan hasil Sensus Penduduk 2020 di mana distribusi penduduk Indonesia masih terpusat di Pulau Jawa.

Mengulang Generasi 1928 dengan Gagasan Baru Pemuda 2020

Digitalisasi dunia kerja jadi peluang dan tantangan bagi pemuda

Jumlah pemuda sebanyak 64,50 juta jiwa tersebut merupakan aset bangsa. Melalui pemuda, pembangunan dan perubahan terhadap perkembangan zaman akan dilalui. Salah satu tantangan dan juga peluang yang berhadapan langsung dengan pemuda di abad ke-21 ini adalah digitalisasi terutama di dunia kerja.

Pemanfaatan teknologi digital di bidang ketenagakerjaan dapat menjadi peluang bagi pemuda. Digitalisasi yang masuk ke berbagai sektor termasuk pekerjaan, akhirnya melahirkan berbagai startup yang banyak digawangi oleh para pemuda.

Contohnya adalah Tokopedia yang kini menjadi lokapasar paling populer di Indonesia. Didirikan oleh William Tanuwijaya ketika berusia 28 tahun (2009) untuk memulai ekonomi digital hingga kini memiliki 4000-an orang pekerja.

Ada juga Ruangguru, perusahaan rintisan yang bergerak di bidang pendidikan nonformal. Didirikan oleh Belva Devara dan Iman Usman, kini Ruangguru melayani lebih dari 22 juta pengguna dengan ratusan pengajar yang menjadi salah satu jenis mata pencaharian bagi sebagian pemuda.

Selain menjadi peluang, digitalisasi juga menjadi tantangan bagi pemuda dalam dunia kerja. Digitalisasi manufaktur yang kini menggunakan mesin otomasi atau disebut juga otomasi industri, akhirnya memangkas jumlah pekerja terutama dalam bagian produksi.

Beberapa bagian yang sebelumnya diposisikan dan diisi oleh pekerja secara manual kini beralih digantikan oleh mesin otomasi. Kompas.com memberikan beberapa contoh pekerjaan manusia yang nantinya dapat digantikan teknologi digital. Contohnya adalah perakitan dan pekerja pabrik.

Dua jenis pekerjaan tersebut akan banyak tergantikan dengan Spesialis Data Analyst. Otomasi industri seperti ini nantinya akan memicu peningkatan jumlah pengangguran karena jumlah pekerja yang diperlukan dalam produksi akan berkurang.

Desa Menagih Sumpah Pemuda

Hari Sumpah Pemuda jadi momen recharge kemampuan

Semangan di Hari Sumpah Pemuda | Foto : Shutterstock/Odua Images
info gambar

Oleh sebab itu, perlu adanya bekal mental serta skill yang dimiliki para pemuda sebagai salah satu motor penggerak pembangunan bangsa. Momen Hari Sumpah Pemuda menjadi waktu yang tepat untuk kembali mengisi energi dan semangat khususnya bagi para pemuda dalam menghadapi perkembangan zaman.

Salah satu kemampuan yang harus dimiliki adalah kemampuan beradaptasi terhadap perubahan. Digitalisasi berkembang pesat sejak awal abad ke-21 ini dan pemuda memiliki kemampuan lebih dalam memilah dan memanfaatkan teknologi digital.

Kecakapan dalam memanfaatkan teknologi dapat melahirkan peluang dan inovasi seperti beberapa contoh di atas. Selain itu, pergeseran struktur umur penduduk, peran pemuda semakin strategis. Era digital dan perkembangan teknologi seharusnya menuntut pemuda untuk lebih kreatif, inovatif, produktif, dan memiliki kapasitas lebih agar berdaya saing.

Peran dan fungsi pemuda tentunya menjadi perhatian bagi pemerintah. Kementerian/Lembaga terkait diharapkan dapat terus berusaha untuk mengembangkan segenap potensi yang ada melalui penyadaran, pemberdayaan, pengembangan kepemudaan di berbagai bidang, sebagai bagian dari pembangunan nasional.

Kesempatan tersebut dapat menjadi peluang dan inovasi di berbagai bidang, terutama dunia kerja. Momen Hari Sumpah Pemuda tidak lagi menjadi tugas pemuda semata dalam memaksimalkan potensinya, namun peran berbagai pihak dalam memaksimalkan kesempatan hadirnya pemuda untuk kemajuan bangsa.

Garry Yusuf, Pemuda 18 Tahun yang Raih Omzet Besar dari Bisnis Martabak

Jika Anda tertarik untuk membaca tulisan Widhi Luthfi lainnya, silakan klik tautan ini arsip artikel Widhi Luthfi.

WL
IA
MI
Tim Editor arrow

Terima kasih telah membaca sampai di sini