Hadirkan Gerakan Perubahan, 11 Anak Muda Terima Apresiasi SATU Indonesia dari Astra

Hadirkan Gerakan Perubahan, 11 Anak Muda Terima Apresiasi SATU Indonesia dari Astra
info gambar utama

Peringatan Hari Sumpah Pemuda mungkin telah berlalu, tapi euforia yang terasa untuk terus memperingati momentum istimewa tersebut rasanya tidak pernah usai, bahkan semangat Sumpah Pemuda dapat dikatakan terus hidup dan berjalan di setiap waktu.

Hal tersebut terbukti dengan semangat kehidupan yang dimiliki oleh sebagian besar generasi muda masa kini. Terlihat atau tidak, ternyata tidak sedikit kalangan muda di tanah air yang sudah melakukan langkah besar dan membawa banyak perubahan berarti untuk berbagai aspek kehidupan masyarakat selama ini.

Beruntung selalu ada pihak atau kesempatan yang membuat sejumlah gerakan pemuda tersebut terekspos, dengan tujuan memotivasi berbagai kalangan lainnya untuk ikut melakukan gerakan besar yang sama.

Salah satunya adalah program penghargaan Semangat Astra Terpadu untuk (SATU) Indonesia, atau SATU Indonesia Awards dari Astra, yang telah berhasil menyorot dan memfasilitasi berbagai perjuangan serta perubahan yang dilakukan sekelompok anak muda di tanah air selama lebih dari 10 tahun terakhir.

Pemuda dan Semangat Berbagi, Windi Sayap Hati: Energi Indonesia Itu di Kebersamaan

Sekilas tentang SATU Indonesia

Laskar Hijau, salah satu penerima apresiasi SATU Indonesia di tahun 2010
info gambar

SATU Indonesia adalah sebuah program dari Astra yang akan menyaring berbagai inovasi bermnafaat bagi masyarakat, milik generasi muda dari berbagai penjuru tanah air untuk selanjutnya melalui ragam penilaian dan berakhir dengan penganugerahan serta apresiasi yang diberikan kepada inovasi terbaik.

Menjadi program tahunan yang telah berjalan sejak tahun 2010, setiap tahunnya SATU Indonesia telah berhasil menyorot dan membesarkan berbagai gerakan perubahan yang ada dari segala aspek, mulai dari lingkungan, kesehatan, pendidikan, teknologi, kewirausahaan, dan masih banyak lagi.

Tidak serta merta berakhir setiap satu periode tertentu, setiap inovasi yang besar dari program ini nyatanya terus mendapat pembinaan serta kontribusi sosial secara berkelanjutan untuk tahun-tahun setelahnya, sehingga manfaat dari perubahan besar yang dihadirkan benar-benar terasa bagi masyarakat.

Salah satu contoh nyata langkah besar yang dihadirkan adalah gerakan bertani organik yang dilakukan oleh Maya Stolastika sejak tahun 2012, namun namanya kian melambung serta mendapat apresiasi dari program SATU Indonesia pada tahun 2019 dan gerakan perubahan yang ia bawa terus terasa hingga detik ini.

Kiprah Maya Stolastika Menyebarkan Semangat Bertani Organik kepada Pemuda

Wajah baru generasi muda pembawa perubahan

Di tahun ini, tepatnya program SATU Indonesia Awards ke-12 kembali membesarkan sejumlah gerakan perubahan yang telah dilakukan oleh ribuan generasi muda selama beberapa tahun terakhir.

Dari ribuan generasi muda tersebut, dua di antaranya berhasil meraih apresiasi dan menjadi wajah baru sebagai motivasi untuk generasi muda di tahun-tahun berikutnya agar ikut terpacu menghadirkan gerakan perubahan yang lebih besar, yaitu Hendra dan Vania Febriyantie.

Hendra merupakan seorang pemberdaya nelayan lobster asal Jember, Jawa Timur yang telah melahirkan sebuah inovasi IoT bernama Lobstech, yang berperan dalam kelangsungan proses budidaya lobster.

Bersama rekannya, Hendra membuat sebuah kotak sensor berbasis IOT untuk mengontrol kualitas air. Kotak tersebut dapat dioperasikan dari aplikasi yang tersedia di komputer sekaligus perangkat ponsel milik para nelayan.

Dengan teknologi yang dihadirkan Hendra, produksi lobster diketahui bisa meningkat mencapai 50 persen. Kabarnya, kini Hendra sedang melakukan penjajakan dengan sebuah perusahaan dari Jerman untuk mengembangkan sensor yang tingkat akurasinya lebih tinggi.

Di sisi lain, gerakan perubahan yang tak kalah berarti juga dimiliki oleh perempuan asal Bandung bernama Vania, yang menghadirkan inovasi petani kota dengan advance payment pada sebuah pertanian urban dengan memanfaatkan lahan tidur di Kota Bandung.

Lewat inovasinya tersebut, Vania menjamin keberlangsungan siklus pemasaran dan pendistribusian hasil petani urban sehingga dapat memiliki pendapatan yang tetap.

Anak Muda Mau Keren? Jadilah Petani

Ragam dan keberlanjutan inovasi penerima apresiasi SATU Indonesia

Termasuk Hendra dan Vania, diketahui bahwa pada program SATU Indonesia ini sejatinya terdapat 11 penerima apresiasi lain yang membawa berbagai gerakan perubahan di berbagai sektor, enam di antaranya berada di kategori umum, dan lima sisanya merupakan kategori khusus bagi mereka yang telah berjuang tanpa pamrih di masa pandemi Covid-19.

Adapun enam anak muda dari kategori umum yang mendapat apresiasi berkat perubahan dan kontribusi positif yang mereka berikan bagi lingkungan terdiri dari:

  1. Rahmad Maulizar, “Pemberi Senyum dan Harapan Baru untuk Anak Sumbing” – Banda Aceh, Aceh,
  2. Achmad Irfandi, “Penggerak Konservasi Budaya ‘Kampung Lali Gadget’” – Sidoarjo, Jawa Timur,
  3. Arky Gilang Wahab, “Penggerak Program Sistem Konversi Limbah Organik untuk Ciptakan Ketahanan Pangan” – Banyumas, Jawa Tengah,
  4. Yudi Efrinaldi, “Perintis ‘Es Gak Beres yang Sangat Beres’” – Asahan, Sumatra Utara,
  5. Hendra, “Pemberdaya Nelayan dengan ‘Lobstech’ melalui Penerapan Teknologi Berbasis IOT” – Jember, Jawa Timur, dan
  6. Siti Salamah, “Penggerak Sistem Pengelolaan Sampah Terintegrasi Berbasis Teknologi” – Tangerang Selatan, Banten.

Sementara itu lima anak muda yang mendapat apresiasi berkat upayanya dengan tanpa pamrih memberikan kontribusi positif selama situasi pandemi terdiri dari:

  1. Elmi Sumarni Ismau, “Sahabat Difabel dari Kupang” – Kupang, Nusa Tenggara Timur,
  2. Gede Andika, “Penggerak Kreasi Edukasi Bahasa dan Literasi Lingkungan – Desa Pemuteran” – Buleleng, Bali,
  3. Maman Sulaeman, “Pengembang Aplikasi Penilaian Belajar ‘Tanpa Sinyal, Tanpa Server’” – Pekalongan, Jawa Tengah,
  4. Muhammad Zidny Kafa, “Penata Panggung Tanggap COVID-19” – Bantul, Yogyakarta, dan
  5. Vania Febriyantie, “Petani Kota dengan Advance Payment” – Bandung, Jawa Barat.

Pada konferensi pers yang berlangsung secara virtual, Kamis, (28/10/2021), Boy Kelana Soebroto selaku Head of Corporate Communications Astra menyatakan bahwa tiap penerima apresiasi akan mendapatkan dana bantuan kegiatan sebesar Rp60 juta, serta pembinaan kegiatan yang dikolaborasikan dengan kontribusi sosial berkelanjutan Astra, yakni Kampung Berseri Astra dan Desa Sejahtera Astra.

“...semoga kedepannya semakin banyak anak-anak muda yang punya program memberikan manfaat. Bisa dibayangkan dengan demikian, Indonesia akan menjadi lebih cerah di tangan anak-anak muda yang berjuang memberikan manfaat untuk masyarakat di lingkungan sekitarnya…” pungkas Boy.

Refleksi Hari Sumpah Pemuda, dan Catatan Produktif Pemuda Indonesia di Era Digital

Jika Anda tertarik untuk membaca tulisan Siti Nur Arifa lainnya, silakan klik tautan ini arsip artikel Siti Nur Arifa.

SA
MI
Tim Editor arrow

Terima kasih telah membaca sampai di sini