Komitmen Dwi Sulistia, Dedikasikan Hidup untuk Bangun Pemberdayaan Masyarakat

Komitmen Dwi Sulistia, Dedikasikan Hidup untuk Bangun Pemberdayaan Masyarakat
info gambar utama

Mendedikasikan diri untuk secara totalitas terjun dalam bidang sosial bukanlah hal yang mudah. Kenyataannya, tidak semua orang khususnya kalangan pemuda mau menukar ‘waktu emas’ mereka untuk melakukan suatu pengorbanan secara sukarela, tanpa mendapat hasil yang setidaknya dapat bermanfaat untuk dirinya sendiri.

Di saat yang bersamaan, beruntungnya segelintir orang yang rela melakukan pengorbanan tersebut tetap ada, terutama di kalangan pemuda yang memiliki kepedulian tinggi dalam berbagai aksi sosial demi memajukan kesejahteraan masyarakat secara menyeluruh. Beberapa bahkan mendedikasikan hidupnya secara totalitas untuk menjalani hal tersebut.

Salah satunya adalah Dwi Sulistia, satu dari sederet pemuda yang dapat dikatakan berjasa dalam memajukan kesejahteraan sebagian kecil masyarakat Indonesia secara nyata.

Memiliki tekad besar untuk membuat masyarakat di daerah tempat tinggalnya yaitu Desa Cijayanti, Kecamatan Babakan Madang, Kabupaten Bogor dapat menyesuaikan dengan tuntutan dari perkembangan zaman, Dwi sudah menjalani kurang lebih tiga tahun berperan memajukan masyarakat desa tersebut untuk dapat lebih berkembang dari segala aspek, baik itu pendidikan, sumber daya manusia, maupun perekonomian melalui pemberdayaan UMKM.

Saat dihubungi GNFI, Jumat (29/10/2021), dirinya yang menceritakan bagaimana awal mula aksi sosial yang dilakukan berjalan. Dwi mengungkap bahwa ia bertekad terus mendedikasikan hidupnya untuk memajukan desa tersebut di waktu yang akan datang.

Pemuda dan Semangat Berbagi, Windi Sayap Hati: Energi Indonesia Itu di Kebersamaan

Berawal dari merintis usaha

Sama seperti sebagian anak muda pada umumnya yang memiliki semangat untuk membangun usaha, Dwi mengungkap bahwa pada tahun 2018 ia lebih dulu merintis usaha kuliner benama Polubi Snack, yaitu berupa camilan keripik pisang dan singkong dengan memanfaatkan bahan baku dari petani setempat.

Namun seiring berjalannya waktu tepatnya ketika memasuki tahun 2021, permasalahan muncul ketika tanah yang biasa digarap oleh para petani tidak lagi tersedia karena terlibat sengketa dengan pihak pengelola kawasan Sentul, sehingga membuat tidak tersedianya bahan baku dalam hal ini pisang dan singkong.

Meski telah menggunakan lahan pribadi atau dalam hal ini tanah keluarga untuk penggarapan bahan baku oleh para petani, namun siklus panen yang membutuhkan waktu lebih lama nyatanya tetap membuat masalah ketersediaan bahan baku tak terhindarkan.

Tidak ingin memaksakan keadaan, akhirnya semenjak kondisi tersebut Dwi mengatakan bahwa untuk usaha keripik saat ini ia jalankan dengan sistem pre-order (PO) yang kebetulan hanya diproduksi saat bahan baku tersedia.

Namun terlepas dari situasi tersebut, Polubi Snack ini yang kenyataannya menjadi pelopor UMKM pertama di Desa Cijayanti dan secara bersamaan mendorong munculnya unit UMKM lain yang dihadirkan oleh sejumlah warga di desa setempat.

Garry Yusuf, Pemuda 18 Tahun yang Raih Omzet Besar dari Bisnis Martabak

Bergabung dengan Bale Baca Cijayanti dan kembangkan SDM

Saat sedang menjalani usaha Polubi Snack, Dwi mengungkap bahwa dirinya pertama kali mendapat ajakan untuk bergabung dalam pendirian Taman Bacaan Masyarakat Bale Baca Cijayanti (TBM BBC).

Sesuai namanya, TBM yang ada di desa tersebut awalnya diperuntukkan sebagai fasilitas untuk meningkatkan angka dan minat literasi khususnya di kalangan anak-anak, remaja, hingga ibu-ibu buta aksara.

Namun, Dwi mengungkap bahwa di saat yang bersamaan ia juga memiliki fokus untuk menyelesaikan permasalahan utama yang dimiliki oleh desa tempat tinggalnya, yaitu mengenai kualitas dan ketersediaan Sumber Daya Manusia (SDM). Sehinga keberadaan TBM BBC bukan hanya sebatas sebagai rumah baca, tapi sekaligus untuk mengembangkan potensi SDM yang dimiliki oleh desa tersebut.

Di saat yang bersamaan, Dwi menjelaskan bahwa usaha Polubi Snack yang sebelumnya masih ia kendalikan sendiri, pada akhirnya diserahkan kepada orang tuanya yang dalam pengelolaan atau operasionalnya, juga memberdayakan ibu-ibu di wilayah setempat.

“Hubungan antara usaha Polubi dan TBM BBC ini, jadi setiap keuntungan yang diperoleh dari Polubi, akan didonasikan ke TBM BBC,” tutur Dwi.

Diawali Sebagai Gerakan Sosial, Chef Muda Tiarbah Lebarkan Sayap Melalui Nasi Goreng

Memajukan kehidupan masyarakat desa dalam tiga program

Saat ditanya mengenai upaya apa saja yang dilakukan untuk mewujudkan target membangun dan mengembangkan taraf kehidupan masyarakat desa di wilayahnya, Dwi mengungkap bahwa pada dasarnya ia melalui TBM BBC tersebut menerapkan fokus kepada tiga program untuk mencapai tiga tujuan utama.

Adapun tiga fokus yang dimaksud yaitu mencetak sumber daya manusia, membantu ekonomi kreatif lewat pemberdayaan UMKM, dan mengembangkan potensi pertanian melalui program petani milenial.

Perihal program petani milenial, Dwi menyebut bahwa kelompok pemuda yang terlibat dalam keanggotaannya merupakan hasil dari bentukan sumber daya manusia yang dikembangkan oleh TBM BBC, di mana sepanjang pengembangannya mereka berhasil mengirimkan satu orang perwakilan untuk berpartisipasi dalam kesempatan beasiswa studi pertanian ke Korea Selatan.

“Kita sudah ada 23 anak muda yang memang senang bertani, dan Alhamdulillah kita sudah bisa mencetak satu anak muda petani yang akan berangkat ke Korea bersama dengan Pemerintah setempat untuk belajar di sana,” bangganya.

Bukan hanya untuk sektor pertanian, Dwi mengungkap bahwa SDM yang tercetak dari kelompoknya juga berperan dalam forum klinik UMKM Cijayanti, yang akan memasarkan berbagai produk UMKM yang lahir dari desa tersebut.

“Apa yang kita lakukan di forum klinik UMKM ini? Yang paling utama itu edukasi, soal bagaimana membuat suatu produk usaha yang dihasilkan supaya dikemas dalam bentuk yang aman dan tepat untuk dipasarkan.”

“Jadi kalau disimpulkan secara ringkas, kepalanya ini ada di BBC sendiri yang mencetak SDM. Tapi untuk pemberdayaannya itu saya sebar ke masing-masing bidang yang sudah disebutkan tadi, ada petani milenial untuk pemberdayaan dan membangkitkan lagi potensi petani, forum klinik untuk pemberdayaan UMKM, dan Polubi yang masih berjalan sebagai pendukung untuk keberlangsungan BBC sendiri,” beber Dwi.

Dengan sederet program tersebut, diketahui bahwa saat ini ada sekitar 27 anggota pengurus TBM BBC yang didominasi oleh kalangan pemuda atau milenial yang digerakkan oleh Dwi, untuk terus berupaya memajukan Desa Cijayanti.

Kiprah Maya Stolastika Menyebarkan Semangat Bertani Organik kepada Pemuda

Memutuskan untuk berdedikasi sepenuhnya

Dwi bersama anak-anak muda pengurus TBM BBC
info gambar

Dalam kesempatan yang sama, Dwi juga bilang bahwa dalam satu waktu dirinya pernah bekerja menjadi staf pelayanan di Desa, namun hanya bertahan tiga bulan dan dirinya memutuskan untuk berhenti dan kembali fokus pada kegiatan yang ia jalani di TBM BBC.

“Karena kalau ketika terjun di lapangan itu langsung berhadapan dengan masyarakat, jadi semuanya benar-benar ke masyarakat langsung, tidak harus berhadapan dengan ini dulu itu dulu,” ungkapnya.

Berangkat dari kondisi tersebut, Dwi ingin apa yang ia lakukan dapat membuat masyarakat di Desa Cijayanti memiliki lebih banyak SDM yang lebih unggul dan dapat menyesuaikan dengan perkembangan zaman terutama dalam hal teknologi.

Ia juga berharap agar desa tersebut dapat lebih mandiri, lebih maju, dan memiliki penerus yang dapat menjadi penggerak selain dirinya. Dwi juga menaruh harapan agar para pemuda yang terlibat bersama dirinya dapat terus konsisten dalam memiliki semangat untuk membangun desa mereka sendiri.

“Jadi yang disorot bukan hanya tentang saya, tetapi tentang desa. Jadi ketika saya semisal sudah tidak ada pun harus ada yang meneruskan, modalnya ya SDM yang punya pola pikir terbuka dan berkualitas karena itu kunci untuk kemajuan desa itu sendiri,” pungkas Dwi.

Catatan:

Artikel di atas merupakan persembahan GNFI untuk memperingati Hari Sumpah Pemuda, 28 Oktober 2021.

Mereka adalah segelintir dari banyak anak muda yang mampu membangkitkan asa, mendobrak pesimistis, dan bermanfaat bagi diri sendiri, keluarga, serta lingkungannya, di tengah situasi pandemi Covid-19 ini.

Selamat Hari Sumpah Pemuda, Maju Terus Anak Muda Indonesia. Kalian adalah pemantik asa yang perkasa.

Refleksi Hari Sumpah Pemuda, dan Catatan Produktif Pemuda Indonesia di Era Digital

Jika Anda tertarik untuk membaca tulisan Siti Nur Arifa lainnya, silakan klik tautan ini arsip artikel Siti Nur Arifa.

SA
MI
Tim Editor arrow

Terima kasih telah membaca sampai di sini