Inspiration Porn, 'Pedang Bermata Dua' Jadikan Disabilitas Sumber Inspirasi

Inspiration Porn, 'Pedang Bermata Dua' Jadikan Disabilitas Sumber Inspirasi
info gambar utama

Penulis: Habibah Auni

Gabung ke Telegram Kawan GNFI, follow Instagram @kawangnfi dan Twitter @kawangnfi untuk dapat update terbaru seputar Kawan GNFI.

Apakah Kawan pernah sedih ketika sedang membaca kisah perjuangan orang disabilitas? Menganggap mereka sebagai sosok inspiratif dan hebat lantaran mereka bisa sampai di titik terhebat meski punya keterbatasan diri. Jika benar merasa seperti ini, bahkan pernah memberikan pujian kepada orang disabilitas, selamat, Kawan telah melakukan inspiration porn!

Apa itu inspiration porn? Inspiration porn merupakan suatu istilah di dunia disabilitas yang pertama kali diperkenalkan oleh Stella Young. Kondisi saat orang-orang disabilitas dianggap sebagai sumber inspirasi oleh orang-orang non-disabilitas.

Bagi orang-orang disabilitas, pujian 'inspiratif' atau 'keren' yang dilontarkan kepada diri mereka itu seolah-olah menganggap bahwa mereka hidup hanya untuk memenuhi kepuasan batin orang-orang non-disabilitas. Bisa dibilang, inspiration porn dilakukan oleh orang-orang non-disabilitas untuk membuat diri mereka merasa lebih baik.

Ketika orang-orang disabilitas sudah terkena inspiration porn, mereka akan terjebak dalam suatu arus dianggap sebagai suatu objek semata. Seolah seperti pornografi sungguhan, orang-orang disabilitas dipaksa untuk mencapai standar tidak realistis yang ditetapkan oleh orang-orang non-disabilitas kepada mereka.

Takut Alami Penolakan? Pahami 3 Jurus Jitu Fear of Rejection

Beragam contoh inspiration porn

Ilustrasi orang-orang disabilitas | Foto: DiversityQ
info gambar

Sebenarnya, sudah banyak sekali contoh inspiration porn di kehidupan sehari-hari. Mulai dari pembicaraan telinga antar telinga, tulisan di berita, hingga framing orang-orang disabilitas di film.

Contoh inspiration porn paling dekat dapat dilihat dari suatu kisah seorang disabilitas yang dianggap luar biasa karena sudah bisa memasang sabuk pengaman sendiri tatkala sedang duduk di kursi belakang taksi.

Di mata orang disabilitas, ini sama saja dengan memasangkan harapan yang rendah pada mereka. Sehingga, bebas saja ketika orang-orang non-disabilitas memberikan penghargaan atas hal ini kepada orang-orang disabilitas.

Penting! 5 Langkah Jitu untuk Rencanakan Pengembangan Karier

Lalu dalam kasus ini, bagaimana cara memperlakukan orang-orang disabilitas dengan baik? Tentunya, Kawan bisa menganggap orang-orang disabilitas memiliki hak yang sama di lingkungan sosial.

Sehingga, ekspektasi yang diberikan oleh orang-orang non-disabilitas kepada orang-orang disabilitas jangan dikecilkan. Sesuaikan standar kesuksesan orang-orang disabilitas sesuai dengan kelebihan dan kekurangan mereka, jangan hanya berdasarkan pada stigma sosial saja.

Contoh paling dekat berikutnya, memuji orang-orang disabilitas sebagai sosok pemberani dan pahlawan bagi orang-orang non-disabilitas saat baru pertama kali bertemu dengan mereka.

Bisa jadi pedang bermata dua

Bagi orang disabilitas, pandangan seperti ini sangatlah aneh, terlebih orang-orang non-disabilitas itu belum pernah mengenal dirinya sebelumnya. Barangkali bagi orang-orang non-disabilitas, ini terlihat sangat luar biasa. Namun, bagi orang-orang disabilitas ini melemahkan mereka secara tidak langsung.

Tambah lagi, menjadi orang disabilitas tidak seburuk yang dibayangkan kebanyakan orang. Namun, yang membuat orang-orang disabilitas merasa semakin menderita adalah respons orang-orang kepada mereka.

Kenali Crab Mentality, Perilaku yang Dapat Menghambat Kesuksesan

Terkadang, hal-hal remeh-temeh seperti pujian bisa menjadi pedang bermata dua di diri orang-orang disabilitas. Bahkan tanpa kita sadari, orang-orang disabilitas tengah memperjuangkan untuk mendapatkan hak, kesempatan, dan keistimewaan. Agar mereka bisa memperoleh hak pendidikan yang sama, bekerja dengan mapan, dan menikah.

Dengan Kawan menghindarkan diri dari perilaku inspiration porn, Kawan sudah membantu kehidupan orang-orang disabilitas. Lantaran, Kawan terlihat sedang berupaya bersama mereka dalam menihilkan stereotip di lingkungan sosial. Sehingga, orang-orang disabilitas bisa diberdayakan selayaknya orang-orang non-disabilitas.*

Referensi: Meriah Nichols | The Wheelchair Teen

Jika Anda tertarik untuk membaca tulisan Kawan GNFI Official lainnya, silakan klik tautan ini arsip artikel Kawan GNFI Official.

Terima kasih telah membaca sampai di sini