Ukir Sejarah Baru, Amellya Nur Sifa Bawa Nama Indonesia ke Final Piala Dunia BMX 2021

Ukir Sejarah Baru, Amellya Nur Sifa Bawa Nama Indonesia ke Final Piala Dunia BMX 2021
info gambar utama

Sejarah baru dalam dunia olahraga kembali berhasil dimiliki Indonesia. Secara lebih detail, kabar membanggakan datang dari salah satu bidang olahraga adu cepat yaitu UCI BMX Supercross World Cup atau Piala Dunia BMX 2021.

Dalam kejuaraan tersebut, Indonesia berhasil mencetak rekor baru dengan masuk ke babak final kategori putri U-23 lewat pencapaian yang diraih oleh atlet muda perempuan bernama Amellya Nur Sifa, yang menunjukkan kemampuannya lewat laga pertandingan, Minggu (31/10/2021), yang berlangsung di Sakarya, Turki.

Fakta mengagumkan lainnya, atlet yang akrab disapa dengan nama Sifa ini nyatanya berhasil mempersembahkan rekor untuk Indonesia di usia yang masih menginjak 18 tahun. Berdasarkan usia tersebut, diketahui bahwa seharusnya Sifa masih masuk dalam kategori junior.

Berprestasi dalam hening dan tiba-tiba membawa kabar besar dengan mencetak sejarah baru, seperti apa perjalanan Sifa untuk bisa sampai ke tahap final Piala Dunia BMX 2021?

Rider Olimpiade BMX Dunia, Cari Poin di Banyuwangi International BMX 2019

Awal berlaga untuk kelas Women’s Junior U-18

Melansir Suara Merdeka, disebutkan bahwa sejak rangkaian kejuaraan bergulir, atlet kelahiran Temanggung, Jawa Tengah tersebut awalnya diikutsertakan untuk kelas Women's Junior U-18 bersama seorang atlet putri lainnya yaitu Jasmine Azzahra, sejak seri yang berlangsung di Arnhem Papendallaan, Amsterdam, Belanda, pada tanggal 22 Agustus lalu.

Adapun selain Sifa, dua atlet pria yaitu Aditya Fajar dan Muhammad Alfauzan juga ikut berpartisipasi untuk kelas junior putra di kejuaraan yang sama.

Mereka diketahui sudah lebih dulu menjalani program stay training camp UCI di Belanda sejak tanggal 10 Agustus. Sayang, Alfauzan diketahui mengalami cedera saat berlaga di Amsterdam sehingga terpaksa harus absen, dan membuat Indonesia memiliki sisa tiga kontingen yang melanjutkan rangkaian kejuaraan berikutnya ke Turki.

Dari ketiga atlet yang berlaga, rupanya Sifa menjadi satu-satunya atlet yang berhasil mempertahankan performanya dan bertahan hingga laga puncak.

Mengutip Antara, saat diturunkan untuk kategori U-23 putri, Sifa nyatanya berhasil menunjukkan performa terbaiknya sampai ronde ke-delapan, meski pada putaran awal Sifa diketahui hanya mampu finis di urutan kelima dengan catatan waktu 41,292 detik.

Belum dapat menggapai partai semifinal lewat kesempatan tersebut, Sifa kembali mendapat kesempatan terakhir untuk memperebutkan tiket semifinal dan memanfaatkannya sebaik mungkin dengan finis di urutan kedua dengan catatan waktu 41,358 detik.

Berlaga di semifinal, Sifa secara tak terduga berhasil meraih peringkat ketiga dan membukukan catatan waktu 41,660 detik, yang otomatis mengantarkannya pada laga final sekaligus menorehkan sejarah baru bagi ajang balap sepeda Indonesia di kejuaraan dunia.

Menjadi satu-satunya atlet dari Indonesia yang bersanding dengan tujuh atlet lain asal Swiss, Jepang, Prancis, dan Latvia, Sifa harus puas meski hanya menyelesaikan balapan dengan capaian finis di posisi ke-enam, dan berhasil membukukan catatan waktu 40,648 detik.

Sementara itu gelar juara berhasil diraih oleh atlet asal Prancis yaitu Lea Brindjonc dengan catatan waktu 38,676 detik.

Meski begitu, prestasi yang berhasil diukir oleh Sifa kali ini jelas tidak dapat dipandang sebelah mata. Selain usianya yang terbilang muda, Sifa diketahui berhasil mengungguli dua atlet dari Swiss dan Jepang.

Indonesia Naik 12 Tingkat pada Posisi Peringkat Dunia BMX

Dipersiapkan untuk berbagai ajang internasional

Atlet Indonesia di ajang BMX Internasional
info gambar

Melihat pencapaian yang berhasil diraih oleh Sifa, sejumlah pihak memandang hal tersebut sebagai sinyal positif yang diberikan bidang olahraga sepeda di tanah air, khususnya dari kalangan atlet muda.

Masih berdasarkan sumber yang sama, Budi Saputra selaku Kepala Bidang Pembinaan dan Prestasi Pengurus Besar Ikatan Sport Sepeda Indonesia (PB ISSI) menyatakan bahwa hal tersebut menunjukkan bahwa atlet muda Indonesia terus menunjukan progres, terlebih jika melihat performa Sifa yang mampu bersaing dengan atlet kategori U-23 di usianya yang masih 18 tahun.

Menurut Budi, hal tersebut membuat pihaknya akan terus melakukan pematangan agar para atlet dapat terus berlaga dengan baik di berbagai kejuaraan atau kompetisi bertaraf internasional lainnya.

“Mereka terus kami siapkan dan matangkan performance dan jam terbang berlomba di level dunia,” ujar Budi.

Hal tersebut senada dengan apa yang diungkapkan oleh Wakil Ketua II Pengprov Ikatan Sport Sepeda Indonesia (ISSI) Jawa Tengah, Suma Novendi.

Saat Sifa pertama kali bertolak ke Belanda untuk menjalani training, Suma mengungkap bahwa atlet yang berada di peringkat ke-18 dunia kategori junior tersebut memiliki potensi yang luar biasa.

''Bagi Jateng, ini sebuah kesempatan emas. Sifa bisa semakin matang baik teknik maupun mental. Dia bisa belajar banyak di Belanda. Lawan mereka pembalap junior kelas dunia. Jadi ini kesempatan bagus untuk mendapatkan pengalaman,” terang Suma.

Sementara itu melalui akun instagramnya, Sifa mengaku akan menjadikan pencapaian membanggakan yang diraih sebagai pelajaran untuk terus berprestasi kedepannya.

"Pelajaran yang sangat berharga buat saya bisa mengikuti Race World Cup Turkey, masih banyak belajar dan tetap semangat. Terimakasih untuk orang tua dan kalian yang sudah mendoakan dan mendukung saya, terima kasih pelatih-pelatih saya, dan terima kasih semuanya," tulis Sifa.

Atlet BMX Gunakan Sepeda Buatan Gresik di Olimpiade Tokyo 2020

Jika Anda tertarik untuk membaca tulisan Siti Nur Arifa lainnya, silakan klik tautan ini arsip artikel Siti Nur Arifa.

SA
MI
Tim Editor arrow

Terima kasih telah membaca sampai di sini