Pesona Bawah Laut Sauwandarek, Desa Memesona di Raja Ampat

Pesona Bawah Laut Sauwandarek, Desa Memesona di Raja Ampat
info gambar utama

Nama Raja Ampat sebagai salah satu destinasi wisata alam di Indonesia telah tersohor sampai ke kancah internasional. Tak mengherankan, sebab kawasan perairan tersebut memang memiliki kekayaan alam dan flora-fauna yang mudah membuat wisatawan jatuh hati. Raja Ampat diketahui memiliki sekitar 75 persen spesies karang seluruh dunia. Di sana, kita bisa melihat 540 jenis karang, 1.511 spesies ikan, dan ribuan biota laut lain.

Tak hanya itu, Raja Ampat juga memiliki pantai-pantai indah berpasir putih lembut, deretan tebing-tebing tinggi, hingga kawasan hutan tropis menghiasi kawasan ini. Sebelumnya, nama-nama seperti Piaynemo, Teluk Kabui, dan Wayag telah lebih dahulu terkenal hingga ke seluruh dunia.

Belum cukup sampai di situ, ada sebuah desa yang juga tak kalah seru untuk dikunjungi saat liburan ke Raja Ampat, yaitu Desa Sauwandarek di Distrik Meos Mansar, Kabupaten Raja Ampat, Papua Barat.

Pada Selasa, (26/10/2021), Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif/Kepala Badan Pariwisata dan Ekonomi Kreatif, Sandiaga Salahuddin Uno berkesempatan mengunjungi Desa Sauwandarek dan menyelami bawah lautnya.

Kata Sandiaga, saat menyelam ia melihat berbagai jenis biota laut seperti penyu, hiu, ikan nemo (clown fish), serta terumbu karang aneka warna. Ia mengatakan bahwa potensi wisata bahari di Kabupaten Raja Ampat sangat besar.

Usai berdialog dengan para pelaku pariwisata dan ekonomi kreatif Raja Ampat, ia menyimpulkan ada tiga catatan yang akan jadi perhatian, yaitu peningkatan kapasitas SDM khususnya bagi pramuwisata, usulan Kabupaten Raja Ampat menjadi salah satu destinasi live on board untuk karantina wisatawan, dan menyiapkan Raja Ampat sebagai lokasi side event di G20 tahun 2022 yang berkaitan dengan keberlanjutan lingkungan.

Pesona bawah laut Sauwandarek | Dokumentasi Kemenparekraf
info gambar
Menjelajah Agrowisata Perkebunan Anggur Terbesar Indonesia yang Ada di Bali

Daya tarik Desa Sauwandarek

Berkunjung ke Desa Sauwandarek, wisatawan akan disuguhkan dengan hamparan pantai pasir putih, air laut dengan gradasi warna tosca dan biru tua yang sebening kristal, ditambah lagi dengan keindahan di bawah lautnya yang begitu memesona.

Menyelami bawah lautnya, pengunjung akan melihat berbagai jenis biota laut seperti kuda laut mini, ikan mandarin, kakap ekor kuning, udang mantis, blue ring octopus, bahkan ikan tuna dan barakuda. Selain snorkeling, pengunjung juga bisa melakukan diving. Desa Sauwandarek yang berada di Selat Dampier ini memang memiliki beberapa titik selam.

Usai bermain di air, pengunjung pun dapat berjalan-jalan menyusuri kawasan pedesaan. Suasana pedesaan di sana masih terkesan tradisional, dapat terlihat dari arsitektur rumah-rumah panggung terbuat dari kayu dan beratapkan jerami.

Beberapa rumah memang sudah dicat berbagai warna, tetapi ada pula penduduk yang masih membiarkan rumahnya dengan warna asli dari kayu. Di sana pun terdapat sebuah bangunan yang tampak berbeda dari bangunan rumah biasa, yaitu Gereja Masehi Advent yang menjadi pusat kegiatan keagamaan di desa.

Di desa tersebut, banyak kaum hawa yang melakukan kegiatan ekonomi kreatif dengan membuat kerajinan berupa topi dan tas dari daun pandan laut. Tak ada salahnya membeli hasil karya tersebut untuk dibawa pulang sebagai oleh-oleh. Harga jualnya sekitar Rp25-50 ribuan. Jika ingin bersantai-santai, bisa menikmati waktu di tepi pantai sambil minum kelapa muda.

Pemandangan Desa Sauwandarek | Dokumentasi Kemenparekraf
info gambar
Destinasi Wisata Alam Kabupaten Mamuju di Sulawesi Barat

Telaga Yenauwyau

Masih berada di kawasan Desa Sauwandarek, Anda pun bisa mengunjungi Telaga Yenauwyau yang memiliki keunikan berupa air asin. Konon, air asin tersebut berasal dari sebuah gua yang dulunya menghubungkan telaga dengan laut. Namun, saat ini, akses tersebut sudah tidak ada lagi.

Menurut cerita masyarakat setempat, telaga tersebut dihuni oleh penyu putih. Konon, siapa saja yang melihat penyu tersebut dipercaya akan mendapat keberuntungan. Selain keindahan pemandangannya, di telaga ini ada sebuah dermaga yang biasa didatangi pengunjung untuk bersantai dan melepas lelah. Di sana, Anda bisa melihat burung maleo waigeo yang merupakan burung endemik Papua yang terancam punah.

Untuk mengunjungi Desa Sauwandarek, wisatawan bisa berangkat dari Kota Sorong ke Pelabuhan Waisai menggunakan kapal selama 2-4 jam. Dari sana, lanjutkan perjalanan dengan long boat atau speed boat. Meski perjalananya cukup memakan waktu lama, tak perlu khawatir karena sepanjang jalan Anda akan disuguhi dengan pemandangan alam dan lautan Raja Ampat.

Menjelajahi Keindahan Alam Desa Ngilngof di Kepulauan Kei

Jika Anda tertarik untuk membaca tulisan Dian Afrillia lainnya, silakan klik tautan ini arsip artikel Dian Afrillia.

Terima kasih telah membaca sampai di sini