Indonesia Raih 20 Medali dari Kejuaraan Dunia Kempo 2021

Indonesia Raih 20 Medali dari Kejuaraan Dunia Kempo 2021
info gambar utama

Kabar besar nan membanggakan kembali datang dari dunia olahraga tanah air, tepatnya tim cabang olahraga (cabor) seni bela diri kempo. Tim Indonesia diketahui berhasil membawa pulang sebanyak 20 medali dari Kejuaraan Kempo Dunia atau World Kempo Championship 2021 yang berlangsung di Antyla, Turki, pada tanggal 25-31 Oktober lalu.

Lebih detail, secara keseluruhan terdapat sebanyak 14 atlet seni bela diri kempo yang dikirimkan untuk mengikuti kejuaraan tersebut, di mana 11 di antaranya merupakan atlet putra dan tiga sisanya atlet putri.

Melansir Antara, keberangkatan tim kempo Indonesia, Minggu (24/10/2021), malam dilepas secara resmi oleh Menteri Hukum dan HAM (Menkumham) Yassona H Laoly, yang sekaligus menjabat sebagai Dewan Kehormatan PP FKI.

Bukan hanya itu, di saat yang bersamaan diketahui turut serta juga kontingen tambahan yang terdiri dari empat orang wasit untuk memimpin pertandingan pada kejuaraan tersebut, tiga orang ofisial, dan pimpinan rombongan yaitu Ketua Umum Pengurus Pusat Federasi Kempo Indonesia (PP KFI), Timbul Thomas Lubis.

Pencak Silat, Tradisi Bela Diri Nusantara yang Mendunia

Sekilas tentang Kempo di Indonesia

Seni bela diri Kempo
info gambar

Barangkali ada sebagian besar masyarakat yang belum mengetahui secara lebih detail mengenai Kempo, cabor satu ini merupakan salah satu seni bela diri yang berasal dari Jepang.

Kempo (Kenpō), faktanya merupakan seni bela diri turunan dari Kung Fu, Karate, dan Jujutsu yang lebih banyak menggunakan permainan tangan dalam praktiknya. Meski masih asing bagi sebagian besar masyarakat awam di tanah air, namun kempo nyatanya sudah masuk ke Indonesia sejak tahun 1966.

Mengutip Kompasiana, seni bela diri kempo dibawa ke tanah air oleh tiga orang yang sebelumnya menempuh pendidikan di Jepang kemudian dijuluki the founding fathers saat memperkenalkan seni bela diri satu ini lewat pendirian Persaudaraan Shorinji Kempo Indonesia (PERKEMI).

Adapun ketiga orang yang dimaksud terdiri dari Indra Kartasasmita, Ginandjar Kartasasmita, dan mendiang Utin Syahraz. Ketiga sosok tersebut diketahui mempelajari seni bela diri kempo di Jepang secara langsung dari pendirinya, yaitu mendiang Doshin So.

Bela Diri Warisan Majapahit ini Lestari di Filipina

Pendirian PORKEMI dan prestasi gemilang dalam waktu singkat

Jika melihat pencapaian yang berhasil diraih saat ini, perolehan sebanyak 20 medali dari ajang sekelas kejuaraan dunia sejatinya merupakan prestasi besar yang tak boleh luput dari perhatian. Karena faktanya, Persatuan Olahraga Kempo Indonesia (PORKEMI) yang secara resmi menaungi para atlet kempo di tanah air ternyata baru dibentuk selama kurang lebih tiga tahun, tepatnya sejak tanggal 5 November 2018 lalu.

Meski terbilang masih muda di antara sejumlah pengurus resmi cabang olahraga lain yang ada di tanah air, namun PORKEMI sudah menyumbang sederet prestasi membanggakan dan berhasil mengangkat nama Indonesia dengan mempersembahkan sejumlah medali baik perunggu, perak, bahkan emas dari berbagai kejuaraan tingkat internasional.

Beberapa penghargaan di antaranya medali perak dan medali perunggu pada ajang The 1st E-Kempo IKF World Championship 2020 yang diselenggarakan di Portugal pada tanggal 18-19 Juli 2020.

Atau yang terbaru, pada bulan April kemarin tim kempo Indonesia juga berhasil menyabet sebanyak 16 medali yang terdiri dari lima emas, enam perak, dan lima perunggu pada penyelenggaraan Kejuaraan Dunia Kempo Virtual 2021.

Ukir Sejarah Baru, Amellya Nur Sifa Bawa Nama Indonesia ke Final Piala Dunia BMX 2021

Detail perolehan medali World Kempo Championship 2021

Kempo
info gambar

Sementara itu kembali membahas perihal pencapaian terbaru yang diraih belakangan ini, Ketum PP FKI Thomas mengungkap bahwa peraihan sebanyak 20 medali sama sekali diluar dugaan. Karena awalnya, tim kontingen diketahui hanya membidik sebanyak 5 medali yang ditargetkan untuk ikut pulang ke tanah air.

“Target kami sebenarnya lima medali, tetapi penampilan anak-anak sungguh luar biasa sehingga bisa membawa pulang 20 medali,” ujar Thomas, lewat keterangan resmi yang dimuat oleh Bola.com.

Berkat pencapaian tersebut, tim kempo Indonesia diketahui berhasil menempatkan Indonesia sebagai runner-up perolehan kategori tradisional kempo, dan menduduki peringkat empat besar dari total capaian klasemen akhir 29 negara yang berpartisipasi dalam kejuaraan tersebut.

Lebih jelas, berikut detail perolehan medali yang berhasil diraih tim Indonesia dalam ajang World Kempo Championship 2021:

Emas

  • Aprilianus Marko Jahang (Kata Perorangan Putra KU 16-18)
  • Doni Samuel Harefa (Kata Perorangan Putra U-21)
  • Raden Setya Gunawan/Mulya L Sitanggang (Master Self Defense KU 38+)
  • Tuti Nurlima/M Gilang Ramadhan (Self Defence Campuran KU 21-38)
  • M Rizal - Ramandaka Ismail (Self Defense Putra U-21)
  • Tuti Nurlima-Valen Vahira-Lorena (Kata Synchronic Putri)
  • Doni Samuel Harefa-M Rizal-Ramandaka (Kata Synchronic Putra KU 21-38)
  • Theo Paputungan (Semi Kempo 85 kg)

Perak

  • M Rizal (Kata Perorangan Putra KU 18-20)
  • Theo Paputungan/Angga Kusuma Bangsa (Self Defense Putra KU 21-38)
  • Lorena Saputri /Valen Fahira (Self Defense Putri KU 21-38)
  • M Salahuddin Kevin Santosa/Aprilianus Marko Jahang (Self Defense U-21)
  • Ramandaka Ismail (Semi Kempo Putra 60 kg)

Perunggu

  • Lorena-Ahmad Kurniawan (Self Defense Campuran KU 21-38)
  • M Gilang Ramadhan/Ahmad Kurniawan (Self Defense KU 21-38)
  • M Salahuddin Kevin Santosa (Self Defense Putra KU 16-18)
  • Ahmad Kurniawan/Angga Kusuma/Theo Paputungan (Kata Synchronic Putra KU 21-38)
  • Valensia Vahira (Semi Kempo Putri 65 kg)
  • Ahmad Kurniawan (Semi Kempo Putra 60 kg)
  • Valensia Vahira (Full Kempo Putri 60 kg)

Lepas dari kejuaraan ini, disebutkan bahwa setelah pulang dari Turki para atlet akan mempersiapkan diri untuk mengikuti dua pertandingan lanjutan di tahun 2022.

“Setelah dari sini, kami mungkin meliburkan atlet beberapa saat dan akan memanggil mereka kembali untuk fokus menyiapkan diri di Kejuaraan Dunia di Portugal pada Maret 2022 dan turnamen di Tunisia pada Mei 2022,” pungkas Thomas.

Lifter Muda Rizki Juniansyah dan Muhammad Faathir Raih Emas di Kejuaraan Dunia Angkat Besi

Jika Anda tertarik untuk membaca tulisan Siti Nur Arifa lainnya, silakan klik tautan ini arsip artikel Siti Nur Arifa.

SA
MI
Tim Editor arrow

Terima kasih telah membaca sampai di sini