Salip Tangerang, Makassar Jadi Kota dengan Internet Tercepat di Indonesia

Salip Tangerang, Makassar Jadi Kota dengan Internet Tercepat di Indonesia
info gambar utama

Modernisasi merupakan faktor esensial dibalik perkembangan berbagai sektor, tak terkecualikan mengenai bagaimana ketergantungan masyarakat akan internet. Jika mengurutkannya dalam peringkat global menurut data Statista untuk Kuartal I 2021, Indonesia menduduki peringkat keempat di dunia dengan total 171,25 juta pengguna setelah China, India, dan Amerika Serikat.

Fenomena tersebut dilatarbelakangi tepat setelah pandemi Covid-19 mulai melanda, di mana kebutuhan internet mengalami peningkatan drastis akibat rotasi metode segala aktivitas menjadi serba daring termasuk kegiatan mengajar, bekerja, seminar, pameran, dan sebagainya.

Sejarahnya, internet mulai masuk ke Indonesia pada tahun 1990-an dengan sebutan Paguyuban Network yang memiliki makna gambaran semangat kerja sama, kekeluargaan, dan gotong royong yang melekat diantara para pengembang internet.

Universitas Indonesia (UI) yang merupakan pelopor perkembangan internet Indonesia, pada 1983 oleh seorang akademisi dari Departemen Ilmu Komputer UI Joseph Lukay, melakukan koneksi pertama di Indonesia.

Bahkan, internet memegang peran vital dalam aktivitas reformasi dan perubahan demokrasi di Indonesia.

Meskipun menduduki peringkat ketiga di Asia, Indonesia menjadi negara dengan jumlah pengguna internet tertinggi di Asia Tenggara yaitu sebanyak 202,6 juta jiwa. Dari keseluruhan total 274,9 juta penduduk Indonesia saat ini, 202,6 juta di antaranya merupakan pengguna internet, dan artinya penetrasi di Indonesia pada awal 2021 mencapai 73,7 persen.

Sedangkan pada peringkat global menurut Speedtest by Ookla pada kuartal III 2021, kecepatan internet seluler di Indonesia berhasil naik empat peringkat dibandingkan kuartal sebelumnya menjadi peringkat ke 118 dari seluruh negara.

Speedtest by Ookla juga memaparkan, kecepatan unduh (download) rata-rata internet seluler di Indonesia mencapai nilai 23,12 mega byte per second (Mbps) dan kecepatan unggah (upload) memiliki nilai rata-rata 12,56 Mbps serta latensi berkisar 36 mili second (ms).

Bersamaan dengan itu, kecepatan internet jelas menjadi tolok ukur utama untuk memaksimalkan kebutuhan pengguna dalam menggunakan internet seluler.

Seberapa Rendah Lantensi Internet untuk Game Online di Indonesia?

Kota dengan internet tercepat di Indonesia

10 kota dengan internet terceapt di Indonesia | GoodStats
info gambar

Pada kuartal III 2021, Makassar tercatat sebagai kota dengan internet tercepat di Indonesia menggeser Kota Tangerang yang pada kuartal II menempati peringkat teratas.

Kecepatan unduh Makassar mencapai 25,30 Mbps, naik dari periode sebelumnya yang hanya mencatat 22,37 Mbps. Selain itu, kecepatan unggah pun ikut naik dari sebelumnya 11,58 Mbps menjadi 11,67 Mbps.

Kota Tangerang yang pada kuartal sebelumnya menempati posisi teratas harus terlempar ke peringkat keempat. Kini kecepatan unduh Tangerang tercatat 23,37 Mbps atau turun -1,32 dari kuartal sebelumnya (24,69 Mbps).

Selain Tangerang, tiga kota lainnya yang berada pada peringkat teratas yaitu DKI Jakarta, Bekasi, dan Depok. Hasil ini menyimpulkan bahwa wilayah Jabodetabek kecuali Bogor, memiliki kecepatan internet yang menjanjikan.

Adapun DKI Jakarta yang stagnan pada peringkat kedua memiliki peningkatan kecepatan internet menjadi 24,31 Mbps (+0,37) untuk kecepatan unduh, 13,06 (-0,18) Mbps untuk kecepatan unggah, dan latensi 30 ms.

Speedtest Global Index: Telkomsel Jadi Provider Internet Tercepat di Indonesia

Latar belakang dibalik melejitnya peringkat Makassar

Progresif yang ditunjukkan oleh Makassar setelah menyabet empat kota diatasnya pada kuartal II, kini berhasil bersemayam di peringkat teratas pada kuartal III. Salah satu faktor pendorong dibalik pencapaian tersebut mungkin salah satunya adalah pembangunan infrastruktur digital yang dilakukan pemerintah setempat untuk upaya pembangunan ekonomi desa.

Kepala Badan Pengembangan dan Informasi Desa (BPI) Kementerian Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi, Razali memaparkan mengenai rencana penerapan untuk desa pintar (smart village), yaitu jejaring sosial Indonesia cerdas, rekrutmen duta dan kader digital, dan peningkatan kapasitas.

Jangkauan internet di Indonesia yang telah menyentuh angka lebih dari 60 persen juga mengartikan bahwa akan adanya potensi bagi masyarakat Makassar yang sudah familiar dalam mengakses internet.

“Akan ada 350 desa cerdas dengan desa digital dan target 70 duta digital,” ujar Razali mengutip pada portalmakassar.com.

Razali menambahkan, usaha digitalisasi mendorong kebiasaan di perkotaan dikembangkan di wilayah perdesaan, sehingga mencapai smart government. Tak hanya itu, digitalisasi juga akan memudahkan berbagai layanan publik seperti KTP dan akta, serta meningkatkan kecepatan pelayanan kepada masyarakat desa.

Kedepannya, masih sangat berpotensi bagi Makassar untuk bertahan lebih lama pada peringkatnya saat ini, menimbang upaya pemerintah setempat bersifat kontinyu, ditambah pada awal Oktober 2021 lalu, Biznet yang merupakan perusahaan infrastruktur digital terintegrasi di Indonesia telah memperluas ekspansi jaringan Biznet ke kota Makassar.

Sebagai informasi, menurut data Speedtest, Biznet mempertahankan peringkat teratas sebagai provider fixed broadband internet tercepat dengan perolehan speed score tertinggi 37,41 Mbps oleh Ookla pada kuartal I-II 2021.

Selain Telkom dan PLN, Ada 2 Perusahaan BUMN yang Terjun ke Bisnis Internet 

Jika Anda tertarik untuk membaca tulisan Dinda Aulia Ramadhanty lainnya, silakan klik tautan ini arsip artikel Dinda Aulia Ramadhanty.

DR
IA
Tim Editor arrow

Terima kasih telah membaca sampai di sini