Mengagumi Mahakarya Land of Diversity Indonesia di World Expo 2020 Dubai

Mengagumi Mahakarya Land of Diversity Indonesia di World Expo 2020 Dubai
info gambar utama

Tidak pernah berhenti melakukan berbagai aksi memukau yang bertujuan untuk membuat nama Indonesia semakin diperhitungkan eksistensinya di mata dunia, kali ini upaya besar untuk membawa budaya tanah air ke ranah internasional dilakukan lewat kolaborasi antara berbagai pihak dengan memanfaatkan momentum World Expo 2020 Dubai.

Sekadar informasi, World Expo merupakan salah satu gelaran pameran terbesar yang sejak tahun 2000 rutin diadakan setiap lima tahun sekali, dan berpotensi mendatangkan puluhan juta pengunjung dari berbagai penjuru dunia ke negara tuan rumah pameran tersebut diadakan.

Sama seperti gelaran internasional pada umumnya, tak heran jika berbagai negara hingga detik ini kerap memperebutkan kesempatan untuk menjadi tuan rumah World Expo dari masa ke masa.

Seperti apa sebenarnya bentuk World Expo?

Melansir DestinAsian, World Expo merupakan pameran yang diisi dengan paviliun berbagai negara di mana hingga saat ini diketahui terdapat sebanyak 196 negara yang berpartisipasi dalam gelarannya, termasuk Indonesia.

Tahun ini, World Expo terlaksana di Dubai sebagai tuan rumah dan telah berlangsung sejak awal bulan Oktober lalu hingga akhir bulan Maret tahun 2022 mendatang.

Sebagai salah satu pihak yang berpartisipasi sejak awal penyelenggaraan di tahun ini, Indonesia sudah pasti tidak menyia-nyiakan kesempatan untuk menjaring sejumlah peluang besar dari berbagai bidang, mulai dari penjaringan investasi di berbagai sektor oleh sejumlah pihak hingga kesempatan pengenalan budaya.

10 Seni Pertunjukkan Jawa Barat dalam Warisan Budaya Tak Benda

Pengenalan identitas Indonesia bertajuk Land of Diversity

Pertunjukan National Day Indonesia
info gambar

Bicara soal pengenalan budaya, pada Jumat, (4/11/2021) lalu menjadi hari di mana Indonesia berkesempatan untuk melaksanakan National Day sebagai ajang untuk memperkenalkan identitas negara kepada dunia secara lebih luas, tidak hanya mengandalkan keberadaan paviliun melainkan dengan menggelar sebuah showcase bertajuk Land of Diversity yang disaksikan oleh ribuan pasang mata pengunjung.

Berdasarkan penjelasan dari laman ekon.go.id, National Day Indonesia yang diselenggarakan pada hari tersebut mengusung tema capaian, kemajuan, serta profil Indonesia di segala bidang terutama di sektor ekonomi serta sosial dan budaya yang beragam.

Disaksikan secara langsung oleh Presiden Joko Widodo dan Putra Mahkota UEA Mohammed bin Zayed Al Nahyan, Jokowi yang berkesempatan membuka pertunjukkan showcase tersebut menyampaikan tiga elemen yang menjadi tema besar Land of Diversity.

"Indonesia the Land of Majesty, tanah yang kaya akan alam dan budaya, Indonesia the Land of Opportunity yang akan terus membuka peluang dan kesempatan baru, Indonesia the Land of Innovation yang akan terus berinovasi untuk generasi yang akan datang. Inilah kami, Indonesia, the Land of Diversity," ujar Presiden Jokowi.

Budaya Jadi Harapan Besar Generasi Muda untuk Masa Depan Indonesia

Pertunjukan seni yang pamerkan sejumlah kekayaan budaya

Tari Kecak Bali, salah satu penampilan dalam pertunjukan seni Indonesia di World Expo 2020 Dubai
info gambar

Masih berdasarkan sumber yang sama, dijelaskan bahwa showcase yang menjadi puncak acara dalam penyelenggaraan National Day Indonesia dikemas dalam bentuk pementasan seni dan budaya tanah air yang dipadukan dengan permainan sekaligus penayangan video di layar besar Dome, yang diinisiasi dan dipersembahkan oleh pelaku kreatif yang sudah memiliki nama besar di tanah air, yaitu Wishnutama.

Mantan Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif tersebut ditunjuk sekaligus dipercaya oleh Menteri Perdagangan Muhammad Lutfi untuk menjadi creative director, atau sosok yang bertanggung jawab dalam pelaksanaan pementasan seni dan budaya Land of Diversity.

Berdasarkan publikasi showcase yang ditayangkan melalui laman Virtual Expo Dubai, pementasan yang dibuka dengan sambutan oleh Presiden RI tersebut mengawali pertunjukkan dengan pemutaran video pada langit Dome yang memperkenalkan berbagai budaya Indonesia dari seluruh penjuru Nusantara.

Menyuguhkan kolaborasi dan perpaduan berbagai wajah budaya tanah air, pertunjukan diselingi dengan tampilan Tari Kecak Bali yang melibatkan puluhan penari dari Indonesia. Kemeriahan berlanjut dengan video peluncuran program Spice Up the World sebagai bagian dari promosi dan diplomasi kuliner Indonesia ke dunia.

Pertunjukan kemudian semakin dimeriahkan dengan tarian tradisional suku Sunda bertajuk Glen of Sundanese, dan tarian tradisional Maluku Utara. Tidak berhenti sampai di situ, pengenalan budaya selanjutnya datang dari tanah Papua berupa pertunjukkan tari tradisional yang diiringi perpaduan lagu Yamko Rambe Yamko dan Apuse.

Di tengah penampilan tersebut, terlihat ribuan pasang mata diaspora Indonesia yang menyaksikan dibuat terkagum sekaligus antusias dengan mengiringi lantunan lagu daerah dalam riuhan tepuk tangan di setiap pergantian tarian.

Seakan belum cukup, penampilan memukau lainnya disuguhkan oleh penyanyi muda tanah air yaitu Lyodra Ginting saat membawakan lagu Indonesia Pusaka, kemudian ditutup oleh penampilan yang menggambarkan wujud Indonesia sebagai negara di masa kini sekaligus di masa yang akan datang, lewat lagu bertajuk We Are Indonesia karya penata musik Ronald Steven.

Mengembangkan Musik Etnik Indonesia Sebagai Kekayaan Budaya

Showcase spektakuler karya tangan dingin Wishnutama

Bukan kali pertama menghasilkan karya luar biasa dan mengagumkan, Baik Ronald maupun Wishnutama nyatanya sudah banyak dikenal sebagai sosok penting dalam berbagai pertunjukkan kreatif di tanah air, salah satunya berkat kesuksesan dari kemeriahan seremoni pembukaan Asian Games 2018 yang pada masanya berhasil mencuri perhatian dunia.

"Kebetulan saya mendapat tugas dari beliau (mendag Lutfi) untuk pamerin Indonesia sedikit. Pak Menteri juga selalu supervisi berbagai macam isu-isu kreatif yang kami sampaikan dari A to Z beliau sangat detail dan diharapkan supaya penampilan kita nanti bagus," ujar Wishnutama, mengutip Indozone.

Bicara mengenai konsep yang diterapkan untuk gelaran mengagumkan Land of Diversity, Wishnutama mengungkap bahwa tugas untuk membuat pertunjukkan meriah kali ini memang cukup berat karena beberapa kondisi, mulai dari durasi pertunjukkan yang terbatas hingga waktu persiapan yang singkat.

"Itu konsepnya budaya Indonesia tapi tentunya kali ini kita kemas dengan banyak perpaduan teknologi, teknologi mapping, projection, dan lain sebagainya karena kita tahu kita enggak bisa ngirim orang terlalu banyak di sini, jadi total penari kita bawa ke sini 60 orang tapi dibantu dengan teknologi dan sound mungkin bisa lebih meriah lah," jelasnya.

Lewat karyanya yang memberi pesan bahwa Indonesia memiliki begitu banyak kekayaan budaya yang mengagumkan, Wishnutama berharap hal tersebut dapat membuat sejumlah pihak yang menyaksikan pertunjukkannya tertarik untuk berkunjung dan lebih mengenal Indonesia sebagai surga pariwisata.

Peran Teknologi dalam Menghidupkan Kembali Pariwisata di Indonesia

Jika Anda tertarik untuk membaca tulisan Siti Nur Arifa lainnya, silakan klik tautan ini arsip artikel Siti Nur Arifa.

Terima kasih telah membaca sampai di sini