Sutari dan BSTC Malang Patroli Tiap Malam Demi Menyelamatkan Penyu di Pantai Bajulmati

Sutari dan BSTC Malang Patroli Tiap Malam Demi Menyelamatkan Penyu di Pantai Bajulmati
info gambar utama

Pertemuan para pemimpin dan perwakilan dari berbagai negara di dunia dengan agenda melawan perubahan iklim telah berlangsung. Kegiatan tersebut bernama COP26 yang diselenggarakan di Glasgow, Skotlandia.

Pertemuan yang diharapkan dapat menghasilkan kebijakan tertulis dan praktis terkait penyelamatan dunia dan makhluk hidup di dalamnya dari ancaman perubahan iklim global.

Fokus konservasi dan upaya penyelamatan lingkungan tidak terbatas di darat saja, melainkan juga konservasi ekosistem air, termasuk lautan untuk tetap menjaga suhu bumi tidak naik lebih dari 1,5 derajat celsius. Salah satu satwa yang berperan dalam menjaga eksositem laut adalah penyu.

Penyu berperan menjaga fungsi terumbu karang supaya produktif hingga memindahkan nutrisi penting dari perairan ke daratan atau pantai. Salah satu upaya yang dilakukan oleh masyarakat pesisir selatan Kabupaten Malang dalam menjaga ekosistem alam adalah memberi perhatian khusus terkait keberadaan penyu dan telur penyu di Pantai Bajulmati.

Bajulmati Sea Turtle Conservation (BSTC) Malang merupakan wadah penggiat konservasi penyu di Pantai Bajulmati, Desa Gajahrejo, Kecamatan Gedangan, Kabupaten Malang, Jawa Timur.

BSTC Malang merupakan gabungan dari dua Kelompok Masyarakat Pengawas (Pokmaswas) Desa Gajahrejo yang dipimpin oleh Sutari dan Pokmaswas Desa Tumpakrejo yang dipimpin oleh Sunari.

Kelompok tersebut terbentuk melalui musyawarah forum yang dihadiri semua anggota penggiat konservasi penyu dan relawan dari berbagai pihak antara lain:

  • Universitas Muhammadiyah Malang (UMM),
  • Mahasiswa Pecinta Alam (MAPALA) Universitas Ma Chung,
  • Kelompok Studi PCRB dari Ilmu Kelautan Universitas Brawijaya, dan
  • Perhutani.

BSTC Malang diresmikan pada 10 Oktober 2020 oleh Bupati Malang H. Sanusi yang ditandai dengan pemotongan pita, penandatanganan batu dan deklarasi.

“Harapan kedepan, BSTC dapat menjadi destinasi wisata Malang yang baru dan menjadi tempat di mana penyu-penyu dapat berkembang biak dengan baik di sini”, ujar Bupati Malang dalam sambutan peresmian BSTC Malang yang dikutip dari Instagram @bstc_mlg.

Perjuangan Raymundus Remang dan Warga Sui Utik Hidup Mempertahankan Hutan Adat

Sosok Sutari di balik BSTC Malang

Salah satu ketua Pokmaswas di BSTC Malang adalah Sutari, warga dari Desa Gajahrejo. Sutari dan beberapa anggota Pokmaswas hampir setiap malam keluar rumah untuk melihat kondisi pesisir Pantai Bajulmati.

Hal tersebut dilakukan untuk memeriksa kawasan yang biasanya digunakan oleh penyu-penyu untuk bertelur sembari mencatat segala data yang didapatkan dari pengecekan penyu di lokasi seperti jenis penyu, ukuran penyu, lokasi persis di mana penyu bertelur, dan sebagainya.

Pengecekan lokasi dan kondisi penyu tidak berakhir di pesisir pantai, melainkan juga sampai pada perawatan dan pemulangan penyu kembali ke habitatnya. Sutari, melalui Mongabay Indonesia pernah mengungkapkan bahwa, kerap kali ditemukan penyu dalam kondisi yang mengkhawatirkan bahkan sudah mati dalam keadaan busuk.

Untuk penyu yang masih hidup namun dengan kondisi terluka, maka penyu tersebut akan dibawa ke Resor BKSDA (Balai Konservasi Sumber Daya Alam) Sempu.

“Jika terluka atau dirawat dan diobati. Kemudian dilepas ke habitatnya. Jika luka parah dirawat dan dilaporkan ke Resor BKSDA (Balai Konservasi Sumber Daya Alam) Sempu,” kata Sutari selaku Ketua Pokmaswas Pilar Harapan.

Pantai Bajulmati memang sudah menjadi tempat di mana indukan penyu bertelur setiap tahunnya. Menurut Sutari, hal tersebut sudah terjadi sejak lama, bukan satu atau dua tahun terjadi melainkan sudah menjadi kebiasaan para penyu untuk menepi ke Pantai Bajulmati dan bertelur di sana.

"Ya karena memang sudah turun temurun bertelur di sini (Pantai Bajulmati). Tidak mau berubah penyu itu, jika koordinatnya di situ ya akan terus bertelur di situ," terang Sutari, dalam Surya.co.id (15/09/2020).

Salah satu jenis penyu endemik Pantai Bajulmati adalah Penyu Lekang dan Penyu Abu-Abu yang mana telur-telur dari dua jenis penyu tersebut kerap kali diperjualbelikan oleh masyarakat.

Melalui BSTC Malang dan pihak-pihak lain yang berkontribusi dalam pelestarian penyu, Sutari mengungkapkan bahwa kini sudah terjadi adanya perubahan positif dalam menjaga penyu dan telur penyu di Pantai Bajulmati yang melibatkan masyarakat.

“Butuh waktu yang tidak sebentar mengajak masyarakat sekitar sini untuk bersama menyelamatkan telur penyu”, ujar Sutari, menukil Times Indonesia (11/09/2020).

Selain diburu untuk diperjualbelikan, telur penyu juga diburu untuk dikonsumsi. Menurut Sutari, telur penyu dikonsumsi untuk lauk pauk yang dimasak dengan cara direbus atau digoreng. Oleh sebab itu, telur penyu kerap kali tidak menetas dan jumlah penyu menurun.

Aksi pengawasan dan penyelamatan penyu juga makin melebar di wilayah lain. Sutari menjelaskan bahwa penyelamatan penyu juga dilakukan di Pantai Goa Cina yang berada di Dusun Tumpak Awu, Desa Sitiarjo, Kecamatan Sumbermanjing Wetan, Kabupaten Malang, Jawa Timur. Pantai Bajulmati dan Pantai Goa Cina berjarak sekitar 3 kilometer.

"Kami (BSTC Malang) juga akan melakukan penyelamatan di Pantai Goa Cina. Telurnya kita bawa dari Goa Cina. Lalu pelepasannya tetap di Goa Cina," lanjut Sutari yang dikutip dari Tribunnews (15/09/2020).

Sutari bersama Pokmaswas mulai menekuni aksi pengawasan dan penyelamatan penyu sejak tahun 2019. Alasan yang mendasari aksi ini adalah karena sadar akan peran penting penyu dalam ekosistem alam terutama di lautan lepas.

Penyu berperan sebagai pemakan plankton yang mana jika jumlah penyu berkurang maka plankton di lautan akan bertambah banyak dan hal tersebut dapat menghambat sinar matahari masuk dan tembus ke dasar laut.

Kini, BSTC Malang bersama berbagai pihak seperti Universitas Muhammadiyah Malang, Pegiat Konservasi, Pelaku Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM), dan pihak lainnya mendukung beroperasinya Rumah Penyu BSTC Malang.

Tercatat, BSTC Malang memiliki 20 titik pendaratan penyu di sepanjang 765 meter di antara Pantai Bajulmati sampai Pantai Ungapan.

Kisah Pawang Hujan, Para Komunikator Alam dalam Tradisi Masyarakat Nusantara

Kilas balik Rumah Penyu BSTC Malang

Dikutip dari akun resmi Instagram komunitas BSTC Malang, Rumah Penyu BSTC Malang bermula dari sebuah penelitian yang dilakukan oleh pihak Universitas Muhammadiyah Malang yang bekerja sama dengan TBBM Pertamina Malang sebagai penyedia dana penelitian.

Penelitian tersebut dilakukan oleh Novin, Wiyono dan Rully yang merupakan dosen dari Universitas Muhammadiyah Malang sebagai perancang program yang menghasilkan kerjasama CSR (Corporate Social Responsibility) dari TBBM Pertamina Malang. Program yang dilakukan yakni :

  • Pendampingan penguatan sumber daya manusia, organisasi, administrasi, database, dan legislasi konservasi penyu.
  • Pengembangan media, publikasi, sarana komunikasi, kegiatan edukasi, dan pendirian perpustakaan penyu.
  • Peningkatan sarana dan prasarana rumah penyu, laboratorium dan penghijauan kawasan konservasi.

BSTC Malang kini menjadi wahana wisata dan edukasi mengenai satwa penyu dan konservasi laut untuk wilayah Kabupaten Malang dan sekitarnya. Sutari kerap kali menjadi narasumber sekaligus pemimpin aksi konservasi penyu, baik itu dilakukan oleh BSTC Malang sendiri maupun kolaborasi dengan pihak-pihak lain.

Bupati Malang, H. Sanusi pun mengapresiasi kegiatan positif ini dan berharap akan keberlanjutan aksi konservasi penyu dan ekosistem laut.

“Ini merupakan contoh kegiatan yang positif, mempunyai nilai edukasi yang sangat tinggi, cocok sebagai media belajar anak anak, sekolah dan siapa saja, saya ucapkan terima kasih kepada bapak Sutari dan tim pegiat penyu BSTC, Pertamina, termasuk dukungan dari kecamatan, desa dan berbagai pihak terkait,” ucap Sanusi.

Mengenang Kasino, Pelawak Cerdas Sekaligus Pencinta Alam

Sutari dan penyu yang tak terpisahkan

Sutari merupakan satu dari sekian banyak orang yang memantapkan langkahnya untuk berjuang melawan kerusakan ekosistem. Bukan berjuang dengan senjata dan melawan penjajah, namun berjuang melalui penyelamatan penyu dan melawan kebiasaan buruk yang dapat merusak alam.

Sutari adalah contoh pahlawan yang bergerak untuk kelestarian alam, bukan untuk diri sendiri semata namun juga untuk lingkungan sekitarnya. COP26 telah berlangsung, pertemuan para pemimpin dan perwakilan berbagai negara di Glasgow, Skotlandia dengan membawa berbagai macam rencana, strategi dan klaim atas komitmennya terhadap aksi melawan perubahan iklim.

Jika COP26 nantinya menghasilkan berbagai regulasi struktural sebagai agenda melawan perubahan iklim global, maka Sutari bersama BSTC Malang menghasilkan kultur sebagai agenda merawat ekosistem laut Malang selatan.

Menjaga Desa, Melindungi Hutan Adat Tenganan Pegringsingan

Catatan:

Artikel di atas merupakan persembahan GNFI untuk memperingati Hari Pahlawan, 10 November 2021.

Mereka adalah segelintir dari banyak pahlawan lingkungan yang mampu membangkitkan asa, mendobrak pesimistis, dan bermanfaat bagi sekitarnya.

Selamat Hari Pahlawan, angkat topi untuk ''Para Penabur Lingkungan''.

Jika Anda tertarik untuk membaca tulisan Widhi Luthfi lainnya, silakan klik tautan ini arsip artikel Widhi Luthfi.

WL
IA
MI
Tim Editor arrow

Terima kasih telah membaca sampai di sini