Menilik Tingkat Ketahanan Covid-19 Negara-Negara Asia Tenggara

Menilik Tingkat Ketahanan Covid-19 Negara-Negara Asia Tenggara
info gambar utama

Masyarakat telah hidup beriringan bersama virus Covid-19 selama kurang lebih 20 bulan, di mana persoalan saat ini bukan lagi tentang kewaspadaan diri terhadap virus, tetapi lebih kepada bagaimana aktivitas keseharian dan virus dapat berdampingan seperti sediakala sebelum pandemi.

Penyesuaian tersebut disusun pada berbagai rangkaian kebijakan pemerintah, salah satunya Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) yang terbagi menjadi empat level. Periode perpanjangan PPKM yang terus menerus berlanjut semenjak kuartal awal 2021 nyatanya memberikan banyak dampak positif dalam meminimalisir jumlah kasus positif.

Salah satu dampak positif yaitu mengenai pulau Jawa-Bali yang telah menghilangkan status PPKM Level 4 dan ibukota DKI Jakarta yang saat ini berstatus Level 1 merupakan progres signifikan sejauh ini.

Hal tersebut tentu mengindikasikan adanya kelonggaran beberapa aktivitas di berbagai sektor sesuai regulasi yang berlaku, serta tetap beriringan dengan angka capaian vaksinasi Indonesia yang kian meningkat.

Melihat Kembali Efektivitas Kebijakan PPKM dalam Menurunkan Kasus Covid-19

Peringkat ketahanan Covid-19 versi Bloomberg

6 negara Asia Tenggara dalam Peringkat Global Ketahanan Covid-19 | GoodStats
info gambar

Sebuah laporan Bloomberg bertajuk “The Covid Resilience Ranking” mencantumkan daftar peringkat 53 negara yang memiliki skor ketahanan tertinggi terhadap virus Covid-19 dan beberapa di antaranya merupakan negara Asia Tenggara.

Peringkat ketahanan Covid-19 adalah gambaran bulanan di negara mana virus ditangani paling efektif, dengan pergolakan sosial dan ekonomi yang paling sedikit. Peringkat ini disusun menggunakan beberapa indikator di antaranya:

  • Pengendalian virus,
  • Kualitas perawatan kesehatan,
  • Cakupan vaksinasi,
  • Kematian secara keseluruhan, dan
  • Kemajuan menuju membuka kembali destinasi perjalanan.

Pada laporannya, Irlandia tercatat sebagai negara yang memiliki skor ketahanan Covid-19 paling tinggi dari 53 negara yang tercatat dengan skor 75,1.

Laporan Bloomberg hanya menempatkan 6 negara Asia Tenggara yang masuk dalam penilaian, keenam negara tersebut dinilai memiliki dinamika kasus yang selaras dengan seluruh indikator yang diterapkan.

Sayangnya peringkat keenam negara Asia Tenggara tergolong menengah kebawah bahkan beberapa di antaranya ada yang menempati 10 posisi terbawah. Hal itu lantaran masih tingginya kasus Covid-19 belakangan ini terutama di Filipina, Thailand, dan Vietnam.

Singapura menempati peringkat teratas di Asia Tenggara sekaligus menempati peringkat 39 global dengan skor 57,5. Sementara Filipina menempati peringkat paling bawah dengan hanya mencatat skor 40,5.

Mengenal 10 Jenis Vaksin Covid-19 yang Digunakan di Indonesia

Berbagai faktor yang mempengaruhi peringkat negara-negara Asia Tenggara

 Ilustrasi memakai masker © Pande Putu Hadi Wiguna/Shutterstock
info gambar

Singapura yang pada awal pandemi cukup sukses dalam menekan laju kasus harus puas berada di peringkat 39 global. Hal itu lantaran kasus Covid-19 di Singapura yang kembali merebak belakangan ini, membuat pihak berwenang setempat memberlakukan dan memperpanjang kembali beberapa pembatasan domestik.

Kendati demikian, peringkat ketahanan Covid-19 dinilai lebih baik dibanding negara-negara Asia Tenggara lain. Singapura baru-baru ini mulai membuka rute perjalanan bagi pengunjung yang divaksinasi tanpa skema karantina khusus untuk pengunjung dari beberapa negara bagian Eropa dan Amerika Serikat.

Adapun Filipina yang masih menempati peringkat terakhir di antara 53 negara lainnya dalam laporan milik Bloomberg tersebut, salah satu faktornya adalah indikator penilaian yang mengukur ketahanan ekonomi terhadap pandemi Covid-19.

Karl Kendrick Chua, Sekretaris Perencanaan Ekonomi Filipina mengatakan, Ekonomi Filipina diproyeksi membutuhkan lebih dari satu dekade untuk kembali ke pertumbuhan pra-pandemi. Ia memperingatkan, bahkan dua generasi ke depan warga Filipina masih akan membayar biaya Covid-19 yang terjadi saat ini.

"Total biaya jangka panjang kami dari Covid-19 dan karantina berimbas untuk masyarakat sekarang dan masa depan, yang berarti anak-anak dan cucu kami akan mencapai 41,4 triliun peso (atau 810 miliar dolar AS),” ujar Karl (30/9/2021), dikutip Suara.com.

Angka tersebut lebih dari dua kali produk domestik bruto Filipina pada 2020, yang diperkirakan Bank Dunia sebesar 361,5 miliar dolar AS.

Selain itu, pemerintah Filipina nampaknya masih kesulitan dalam mengontrol kasus. Dalam sepekan terakhir, kasus mingguan (weekly trends) di Filipina masih tergolong tinggi (14.358 kasus) dengan laju vaksinasi yang masih di bawah 30 persen.

Sementara Tingkat ketahaanan Covid-19 Indonesia sendiri tercatat berada di peringkat ke-2 di Asia Tenggara. Di antara negara Asia Tenggara lain, Indonesia termasuk negara yang alami penurunan kasus positif mingguan terendah. Periode 3-7 November 2021, kasus Covid-19 di Indonesia turun 19 persen dibandingkan pekan sebelumnya, dari 3.470 kasus menjadi 4.283 kasus.

Sayangnya angka kematian akibat Covid-19 di Indonesia tergolong cukup tinggi, bahkan menjadi yang tertinggi dibanding negara Asia Tenggara lainnya dengan 143.592 kasus kematian. Catatan ini yang mendasari Indonesia menempati peringkat ke-48 secara global.

Disamping itu, upaya penanggulan Covid-19 di Tanah Air dapat terlihat pada aspek lain yang terbukti telah dikonfirmasi oleh laporan Covid Recovery Index milik Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit AS (CDC).

Dalam laporan CDC, Indonesia menjadi negara yang menempati peringkat tertinggi di Asia Tenggara dalam kategori pemulihan Covid-19. Indonesia masuk level 1 risiko penularan Covid-19 paling rendah, bersama 29 negara lainnya.

Adapun negara di kawasan Asia Tenggara seperti Brunei, Myanmar, Thailand, dan Singapura masih ada di level 4 dengan risiko penularan Covid-19 paling tinggi.

Hal itu mengindikasikan, sejauh ini peringkat ketahanan dan pemulihan Covid-19 Indonesia tercatat selangkah lebih baik dibandingkan mayoritas negara-negara Asia Tenggara lainnya. Namun jangan sampai lengah, kewaspadaan harus tetap digalakan guna terus menekan laju kasus harian Covid-19 di Tanah Air.

Indonesia Masuk ke Daftar Negara dengan Risiko Penularan Covid-19 Terendah Versi CDC

Jika Anda tertarik untuk membaca tulisan Dinda Aulia Ramadhanty lainnya, silakan klik tautan ini arsip artikel Dinda Aulia Ramadhanty.

DR
IA
Tim Editor arrow

Terima kasih telah membaca sampai di sini