Melihat Status dan Upaya Konservasi Penyu di Indonesia

Melihat Status dan Upaya Konservasi Penyu di Indonesia
info gambar utama

Penyu menjadi salah satu satwa air degan jenis yang sedikit. Tercatat, hanya ada 7 jenis penyu air laut di dunia dan 6 jenis di antaranya dapat ditemukan di perairan Indonesia. Hal tersebut dapat diartikan bahwa perairan Indonesia menjadi salah satu tempat di dunia yang cocok dijadikan sebagai habitat penyu serta food grounding atau tempat mencari makan bagi penyu.

Beberapa jenis penyu yang ada di Indonesia di antaranya Penyu Lekang, Penyu Hijau, hingga Penyu Sisik. Sementara itu, satu jenis penyu lainnya yang belum sempat mampir di perairan Indonesia adalah Penyu Kemp's Ridley (Lepidochelys kempii). Menurut National Geographic penyu ini hanya bisa ditemukan di Perairan Atlanta.

Berdasarkan konstitusi internasional, semua jenis penyu masuk dalam daftar satwa yang dilindungi serta berada dalam daftar merah satwa yang terancam. Hal serupa juga berlaku di bawah regulasi Indonesia, di mana semua jenis penyu yakni 6 jenis penyu yang dapat ditemukan di perairan Indonesia berada di bawah perlindungan undang-undang.

Peraturan yang melindungi penyu di Indonesia tertuang dalam beberapa kebijakan sebagai berikut:

  • Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 7 tahun 1999 tentang Pengawetan Jenis Tumbuhan dan Satwa,
  • Permen LHK Nomor 20 tahun 2018 tentang Jenis dan Satwa yang Dilindungi,
  • Permen LHK Nomor 106 tahun 2018 tentang perubahan Permen LHK Nomor 20 tahun 2018, menyatakan bahwa 6 jenis satwa yang dilindungi oleh undang-undang,
  • Undang Undang Nomor 5 tahun 1990 tentang Konservasi Sumber Daya Alam Hayati dan Ekosistemnya, dan
  • Surat Edaran Nomor SE 526 tahun 2015 tentang Pelaksanaan Perlindungan Penyu, Telur, Bagian Tubuh, dan/atau Produk Turunannya.

Meski telah dilindungi oleh peraturan domestik dan internasional, nyatanya keberadaan penyu di lautan terlebih di lautan lepas masih terancam. International Union for Conservation of Nature (IUCN) atau sebuah organisasi internasional yang bekerja di bidang konservasi alam dan pemanfaatan berkelanjutan dari sumber daya alam, menetapkan status konservasi penyu di dunia.

Status Konservasi Penyu | Infografis : GoodStats/Angelia
info gambar

Dari 6 jenis penyu yang dapat ditemukan di Indonesia, Penyu Sisik adalah jenis penyu yang keberadaannya paling terancam dengan status konservasi “Sangat Terancam Punah” atau “Critically Endangered”. Alasan yang paling mendasari terancamnya keberadaan Penyu Sisik adalah perburuan liar dan menjadi objek perdagangan penyu beserta telurnya.

Sementara itu, Penyu Belimbing yang merupakan jenis penyu terbesar pun tidak memiliki nasib yang lebih baik. World Wild Fund for Nature (WWF) pernah menyatakan bahwa jumlah penyu belimbing betina ada di angka 2.300 ekor. Angka tersebut dapat terus berkurang jika perburuan masih terus berlanjut dan regulasi baik di lingkup domestik maupun internasional tidak direalisasikan secara maksimal.

Sutari dan BSTC Malang Patroli Tiap Malam Demi Menyelamatkan Penyu di Pantai Bajulmati

Perdagangan telur penyu jadi salah satu penyebab menurunnya populasi penyu

Telur penyu menetas | Foto : ShutterStock/Attila N
info gambar

Kasus-kasus penyebab menurunnya populasi penyu di dunia dan di Indonesia didominasi oleh perburuan liar dengan incaran jual-beli bagian tubuh penyu untuk berbagai tujuan. Selain itu, gagal menetasnya telur-telur penyu karena dikonsumsi masyarakat turut memperburuk keadaan ini.

Realita yang ditemukan oleh beberapa penggiat konservasi penyu yakni mudahnya menemukan telur penyu diperdagangkan di pasar tradisional beberapa kota. Pada 2010 lalu, ProFauna Indonesia didukung oleh Humane Society International dan Born Free Foundation melakukan investigasi mulai bulan Mei hingga Agustus 2010.

Fakta yang ditemukan selama investigasi tersebut yakni perdagangan telur penyu masih terjadi secara terbuka di Kalimantan. Harga yang dipatok untuk sebutir telur penyu berada di kisaran Rp1.500 hingga Rp8.000 dengan harga rata-rata Rp3.500 saat itu. Berdasarkan harga tersebut, ProFauna memperkirakan nilai perdagangan telur penyu yang terjadi di kalimantan mencapai Rp4,2 milyar per tahun.

Beralih ke pesisir selatan Pulau Jawa, tepatnya di Kabupaten Cilacap pun terjadi hal demikian. Telur penyu jadi objek perdagangan bagi masyarakat. Endog Pasiran merupakan nama yang kerap digunakan untuk menyebut telur penyu oleh masyarakat setempat. Telur-telur penyu dijual seharga Rp2.000 hingga Rp5.000 per butirnya.

Salah satu penggiat konservasi penyu di Sulawesi, yakni Sahabat Penyu Sulawesi Barat turut memaparkan laporan terkait adanya praktik perdagangan telur penyu di salah satu pasar tradisional Kabupaten Majene.

Jika dilakukan penyisiran dan patroli secara intens dan berkala, akan banyak ditemukan kasus jual beli telur penyu beserta bagian tubuh penyu lainnya baik secara terbuka maupun di balik layar. Beberapa kasus di atas merupakan sedikit gambaran bahwa satwa yang semua jenisnya telah dilindungi ini masih terancam keberadaannya.

Oleh sebab itu, perlu dilakukan upaya konservasi yang dilakukan oleh pihak-pihak yang memiliki kewenangan serta tanggung jawab terhadap keberadaan penyu ini. Selain itu, konservasi secara mandiri oleh masyarakat juga harus dilakukan mengingat lokasi penyu berada justru lebih dekat dengan masyarakat ketimbang dengan kantor pejabat.

Berenang Bersama Pari Manta dan Melepas Penyu di Pulau Sangalaki

Upaya konservasi penyu di Indonesia

Upaya konservasi penyu yang telah dilakukan oleh beberapa pihak antara lain sebagai berikut:

1. Komunitas Konservasi Penyu Nagaraja

Dikutip dari BBC News Indonesia, Jumawan selaku Koordinator Komunitas Konservasi Penyu Nagaraja bersama rekan-rekannya melakukan pemantauan penyu-penyu yang bertelur di beberapa pantai Kabupaten Cilacap serta mengevakuasi telur-telur penyu tersebut untuk menghindari pengambilan telur penyu yang dapat dijadikan objek perdagangan. Setelah telur penyu menetas Jumawan beserta pada anggota komunitas melepaskan tukik (penyu kecil) ke lepas pantai.

2. Konservasi Penyu Pangumbahan Sukabumi

Kantor konservasi penyu yang berada di Desa Pangumbangan, Kecamatan Ciracap ini melakukan sosialisasi kepada masyarakat desa terkait larangan pengambilan telur penyu. Sosialisasi tersebut berisikan edukasi tentang manfaat pelestarian penyu. Nantinya, masyarakat yang mengikuti sosialisasi terkait pelestarian penyu diharapkan untuk turut mengedukasi masyarakat lain di sekitarnya.

3. Komunitas Pelestari Penyu Kabupaten Aceh Besar

Mongabay Indonesia memberikan gambaran terkait upaya konservasi penyu yang dilakukan oleh Komunitas Pelestari Penyu di Kecamatan Lhoknga, Kabupaten Aceh Besar. Hal yang dilakukan yakni merelokasi telur penyu ke tempat khusus untuk ditetaskan yang selanjutnya penyu kecil atau tukik dilepas ke pantai di mana selayaknya habitat mereka.

Berbagai upaya konservasi penyu, baik yang dilakukan secara struktural melalui kebijakan, regulasi, peraturan hingga ancaman hukuman dan upaya konservasi secara kultural melalui sosialisasi telah dan akan terus dilakukan. Harapannya, di saat Indonesia menjadi rumah bagi banyak satwa termasuk penyu, di saat itu pula Indonesia dapat menjadi tempat berlindung bukan menjadi tempat berburu.

Serunya Pelesir Sambil Melihat Penyu Langka di Pulau Kosong

Jika Anda tertarik untuk membaca tulisan Widhi Luthfi lainnya, silakan klik tautan ini arsip artikel Widhi Luthfi.

WL
IA
Tim Editor arrow

Terima kasih telah membaca sampai di sini