Klasemen Akhir Perolehan Medali Peparnas 2021, Papua Ukir Sejarah Sebagai Juara Umum

Klasemen Akhir Perolehan Medali Peparnas 2021, Papua Ukir Sejarah Sebagai Juara Umum
info gambar utama

Ajang Pekan Paralimpiade Nasional (Peparnas) XVI/2021 di Provinsi Papua yang berlangsung 2-14 November 2021 resmi ditutup Presiden Joko Widodo (Jokowi), Sabtu Malam (13/11/2021) di Stadion Mandala Kota Jayapura. Penutupan yang lebih awal tersebut lantaran dalam gelaran ini hanya 12 cabang olahraga yang dipertandingkan.

"Maka dengan mengucap syukur kehadiran Tuhan Yang Maha Esa, dengan mengucap Alhamdulillahirobbilalamin, malam hari ini Pekan Paralimpik Nasional XVI Papua 2021 secara resmi saya tutup, sampai berjumpa di Sumatra Utara dan Aceh," kata Presiden Jokowi, dikutip Tempo.co.

Presiden Jokowi juga memuji kinerja tuan rumah Provinisi Papua yang dinilai sukses menyelenggarakan 2 pesta olahraga nasional.

"Penyelenggaraan PON (Pekan Olahraga Nasional) dan Peparnas luar biasa, dukungan delegasi semua provinsi luar biasa dan yang saya lihat sportivitas dan prestasi para atlet juga luar biasa," tambah Presiden.

Secara simbolis Peparnas XVI Papua ditutup dengan serah terima bendera peparnas dari Gubernur Papua Lukas Enembe kepada Ketua National Paralympic Committee Indonesia (NPCI) pusat Semmy Marbun yang selanjutnya diserahkan kepada Gubernur Aceh Nova Iriansyah dan Kepala Dinas Olahraga Provinsi Sumatra Utara Ardanur.

Menengok Gelaran Peparnas XVI Papua

Papua ukir sejarah baru sebagai juara umum

Perolehan medali akhir Peparnas 2021 | GoodStats
info gambar

Ajang Peparnas 2021 diikuti sebanyak 3.609 atlet dan 740 ofisial dari 33 provinsi kecuali Sulawesi Barat. Seluruh kontingen memperebutkan total 2.812 keping medali dengan rincian 861 emas, 861 perak, dan 1.090 perunggu.

Dalam event empat tahunan bagi penyandang disabiltas ini, Kontingen Papua berhasil mengukir sejarah dengan meraih predikat juara umum untuk pertama kalinya. Mereka merebut titel juara umum dari tangan Jawa Barat dengan menyabet 125 emas, 85 perak, dan 85 perunggu.

Sebuah prestasi luar biasa bagi Papua, mengingat pada Peparnas 2016, mereka hanya meraup 34 emas, 21 perak, dan 24 perunggu untuk mengantarkan mereka di urutan kelima.

Jawa Barat tak mampu mengulang cerita manis saat berpesta di halaman rumah sendiri saat 2016. Di Jayapura, juara lima kali ini finish di posisi runner-up. Mereka hanya sanggup meraih 110 emas, 92 perak, dan 75 perunggu atau lebih sedikit dibandingkan 2016 saat berjaya dengan 178 emas, 104 perak, dan 74 perunggu.

Peringkat ke-3 ditempati kontingen Jawa Tengah (Jateng) lewat 89 emas, 92 perak, dan 76 perunggu. Kontingen Jateng belum berhasil menjaga prestasi seperti yang mereka ukir di Bandung, lima tahun lalu. Ketika itu, kendati memperoleh medali lebih sedikit yakni 68 emas, 74 perak, dan 57 perunggu, Jateng mampu finish di urutan kedua.

Prestasi cukup baik ditunjukkan atlet-atlet penyandang disabilitas Kalimantan Selatan (Kalsel). Di Jayapura, mereka mampu mengerek torehan medali kontingennya ke urutan empat besar dengan 41 emas, 43 perak, dan 47 perunggu. Padahal di Bandung, Kalsel hanya berada di daftar enam besar peraih medali. Saat itu torehan medali mereka adalah 33 emas, 23 perak, dan 22 perunggu.

DKI Jakarta yang pernah empat kali jadi juara umum, hanya finish di urutan keenam di dengan 24 emas, 30 perak, dan 36 perunggu.

Sementara itu, pada klasemen bawah perolehan medali akhir Peparnas Papua masih tersisa tujuh provinsi nihil emas. Bahkan empat provinsi di antaranya pulang dengan tangan hampa, tak sekeping pun medali mampu diperoleh. Keempat provinsi itu di antaranya Bengkulu, Lampung, Maluku, dan Maluku Utara.

Klasemen Akhir Perolehan Medali PON XX Papua 2021

150 rekor tercipta di Peparnas 2021

Sebanyak 150 rekor baru tercipta sejak pesta olahraga disabilitas tersebut dimulai pada 5 November. Pemecahan 150 rekor baru tersebut beragam mulai dari rekor Peparnas, rekor nasional, hingga rekor ASEAN Para Games.

Cabang olahraga para-atletik menjadi yang paling banyak menciptakan rekor baru dengan 96 rekor Peparnas, diikuti 39 dari cabang para-renang yang mencatatkan rekor nasional maupun Peparnas.

Atlet para-renang juga sukses mengukir dua rekor ASEAN Para Games. Sedangkan cabang angkat berat mencatatkan 13 pemecahan rekornas.

Sebagai contoh, rekor pertama ditorehkan Maria Goreti Samiyati dari cabang olahraga para-atletik. Maria berhasil meraih medali emas dalam cabor atletik lari nomor 1.500 meter putri.

Atlet atletik dari tim DKI Jakarta tersebut berhasil mencapai garis finish dengan catatan waktu 4:28.65 menit. Dengan catatan waktu tersebut, Maria memecahkan rekor Peparnas XIV Riau 2012 atas nama Awin Listyowati dengan catatan waktu 5:31.70 menit.

Menariknya, sebagain besar rekor-rekor baru tersebut diukur oleh atlet paralimpik debutan nasional termasuk catatan rekor yang disumbang dari arena renang maupun atletik.

Hujan rekor di Peparnas 2021 setidaknya menjadi bukti bahwa kualitas atlet disabilitas Indonesia semakin berkembang baik.

Semmy Marbun selaku Ketua Umum NPC Indonesia mengaku bangga dengan capaian tersebut dan berharap Peparnas Papua bisa menjadi harapan baru Indonesia untuk lebih meningkatkan prestasi olahraga di pentas dunia.

“Banyak rekor yang terpecahkan, banyak air mata yang terburai karena tercapai cita-cita untuk mendapatkan prestasi yang diinginkan. Tapi juga banyak emosi yang terpendam karena tidak mencapai target. Semua menjadi satu rangkaian, guna mewarnai semua ajang prestasi yang kita lalui bersama," kata Semmy.

Pada edisi selanjutnya, pesta olahraga disabilitas nasional tersebut untuk pertama kalinya bakal digelar di dua provinsi, yakni Aceh dan Sumatra Utara pada 2024 mendatang.

Menilik Kemegahan Staion Lukas Enembe Papua yang Jadi Venue PON XX 

Jika Anda tertarik untuk membaca tulisan Iip M. Aditiya lainnya, silakan klik tautan ini arsip artikel Iip M. Aditiya.

Terima kasih telah membaca sampai di sini