Dukung Realisasi SDGs, Siswa SMA Indonesia Gelar Kompetisi Kewirausahaan Internasional

Dukung Realisasi SDGs, Siswa SMA Indonesia Gelar Kompetisi Kewirausahaan Internasional
info gambar utama

Kabar membanggakan dari bidang inovasi bisnis dan kewirausahaan kembali dihadirkan oleh generasi muda Indonesia.

Jika selama ini kalangan anak muda banyak mengukir prestasi dengan berpartisipasi sekaligus memenangkan berbagai kompetisi bisnis atau wirausaha yang mengharuskan mereka untuk berinovasi secara kreatif, lain halnya dengan yang dilakukan oleh sekelompok siswa tingkat Sekolah Menengah Atas (SMA) yang justru memutuskan untuk menjadi penggerak dalam menjaring sejumlah inovasi tersebut.

Tergabung dalam suatu organisasi nonprofit bernama Street Smart Society, sejumlah siswa-siswi yang berasal dari berbagai SMA di Jakarta sukses menggelar kompetisi bisnis dan kewirausahaan internasional bertajuk Street Smart Society Business Case Competition (S3BCC), yang berlangsung pada tanggal 7 November 2021 kemarin.

Dilaksanakan secara virtual, kompetisi yang diikuti oleh peserta lokal sekaligus mancanegara ini mengharuskan para pesertanya untuk mengutarakan ide yang dimiliki dalam menciptakan bisnis atau wirausaha dengan fokus utama di bidang sosial, sejalan dengan misi Tujuan Pembangunan Berkelanjutan PBB.

Gadis Indonesia ini Menjadi SDG’S Youth Ambassador UNDP di Indonesia

Deretan inovasi yang diharuskan mendukung program UN SDGs

Kompetisi
info gambar

Lebih detail, kompetisi S3BCC yang digelar ini tidak hanya meminta para pesertanya mengajukan ide atau inovasi bisnis secara sederhana, melainkan juga wajib mengedepankan setidaknya satu dari 17 prinsip Tujuan Pembangunan Berkelanjutan PBB atau UN Sustainable Development Goals (SDGs).

Hal tersebut bertujuan agar semua pihak yang terlibat dalam kompetisi tersebut dapat berkontribusi secara nyata, dalam mengatasi isu global di berbagai cakupan mulai dari kesenjangan sosial, permasalahan ekonomi, perubahan iklim, dan lain sebagainya.

Menghasilkan antusiasme dari sejumlah partisipan yang memberikan inovasi memukau, kompetisi tersebut telah berhasil menjaring sebanyak lebih dari 25 tim dan 80 peserta baik dari Indonesia maupun mancanegara.

Semakin luar biasa, karena jajaran perserta yang diketahui berada pada kisaran usia 11 hingga 19 tahun tersebut dapat dengan leluasa memaparkan sejumlah inovasi yang berhubungan dengan berbagai isu sosial global seperti sektor pekerjaan yang layak, pertumbuhan ekonomi, hingga kelestarian lingkungan.

Vanessa Jaya, pendiri sekaligus ketua dari Street Smart Society mengungkap bahwa pihaknya memutuskan untuk mengadakan kompetisi tersebut karena melihat potensi besar yang dimiliki oleh anak-anak muda seusianya dalam memberikan dampak positif di bidang usaha sosial.

“Kompetisi bisnis ini awalnya diadakan sebagai inisiatif penggalangan dana untuk mendukung program amal Street Smart Society, namun dalam perjalanannya kami melihat peluang untuk mendorong rekan-rekan seusia kami untuk meningkatkan kesejahteraan dalam masyarakat melalui usaha sosial, terutama dalam mengatasi dampak ekonomi akibat pendemi Covid,” tutur Vanessa.

Pada akhir kompetisi, diketahui terdapat dua peserta yang berhasil keluar sebagai pemenang, yaitu Antheia dari Tim We Aspire Indonesia yang memenangkan kategori umum berkat inovasi mereka dalam menghadirkan produk pembalut wanita yang dapat digunakan kembali dan berkonsep biodegradable atau mudah terurai.

Sementara itu dalam Kategori Junior, muncul nama TreeVenture dari tim 3Trees sebagai pemenang dengan ide sebuah aplikasi yang bertujuan mendorong penggunanya untuk menanam pohon melalui sebuah permainan.

Dipilih berdasarkan penilaian dari jajaran juri yang berkompeten di bidang kewirausahaan, kompetisi tersebut berjalan dengan penilaian dari panel juri yang terdiri dari Merry Huseng (CEO Indonesia Maju Finansial), Susilo Tedjaputera (CEO Katalisator Bisnis Indonesia), dan Erik Argasetya (CIO Jagartha Advisors).

Bisnis Alas Kaki ala Anak Muda, Firman Faiki: Tidak Masalah Produk Kami Ditiru

Tentang Street Smart Society

Vanessa Jaya (tengah), siswa SMA dari National High Jakarta School yang juga Pendiri dan Ketua Street Smart Society bersama tim menjelaskan event Street Smart Society Business Case Competition (S3BCC). (Foto: Istimewa)
info gambar

Kembali bicara mengenai pihak penyelenggara dari gelaran kompetisi di atas yakni Street Smart Society, organisasi satu ini pada dasarnya adalah organisasi nirlaba yang diinisiasi sekaligus dipimpin oleh sekelompok generasi muda yang memiliki tujuan utama untuk mengajarkan keterampilan bisnis dan literasi keuangan kepada berbagai pihak dan komunitas yang kurang mampu.

Berawal dari permasalahan mengenai angka kemiskinan dan berbagai pihak atau individu berpenghasilan rendah yang tidak memiliki ilmu lebih luas dalam hal merintis suatu usaha karena tidak memiliki kesempatan untuk mendapatakan pendidikan yang layak, organisasi ini memiliki tujuan untuk membekali individu tersebut dengan pengetahuan dan pembekalan yang mungkin tidak mereka miliki sebelumnya.

Pembekalan tersebut yang diharapkan membuat lebih banyak masyarakat Indonesia dapat mencari dan memiliki sumber pendapatan secara mandiri melalui bisnis yang menguntungkan. Dengan berfungsi sebagai 'inkubator bisnis mikro', Street Smart Society diketahui sudah berhasil menjangkau lebih dari 100 individu dari komunitas berpenghasilan rendah untuk memberi mereka konsultasi dalam memulai suatu bisnis kecil agar dapat berkembang dan berjalan beriringan dengan perkembangan zaman.

Lebih lanjut, organisasi ini juga dikabarkan sedang dalam proses menjalin kemitraan dengan lembaga nonprofit lainnya baik lokal maupun nasional untuk mendirikan program dukungan bagi UMKM.

Karena itu, dalam kesempatan yang sama Vanessa mengungkap bahwa ia bersama dengan timnya dalam organisasi tersebut berharap kompetisi S3BCC yang dilangsungkan dapat bermanfaat dan mendorong tumbuhnya semangat kewirausahaan sosial yang nyata.

“Melalui kompetisi ini, Street Smart Society sebagai penyelenggara berharap S3BCC sebagai platform bisnis dapat dimanfaatkan para pelajar, mahasiswa, maupun masyarakat umum untuk menumbuhkan kreativitas dan semangat kewirausahaan sosial sekaligus menjadi solusi dalam mendukung pemerintah mengatasi pemasalahan sosial dan ekonomi akibat pandemi Covid-19,” pungkas Vanessa.

Little Margo Catapult, Bisnis Katapel Anak Muda yang Tembus Pasar Internasional

Jika Anda tertarik untuk membaca tulisan Siti Nur Arifa lainnya, silakan klik tautan ini arsip artikel Siti Nur Arifa.

Terima kasih telah membaca sampai di sini