Kemeriahan Puncak Peringatan Hari Konservasi Alam Nasional 2021 di Pantai Lasiana NTT

Kemeriahan Puncak Peringatan Hari Konservasi Alam Nasional  2021 di Pantai Lasiana NTT
info gambar utama

Hari Konservasi Alam Nasional (HKAN) diperingati setiap tanggal 10 Agustus dengan tujuan mengedukasi dan mengajak masyarakat untuk berperan aktif dalam menyelamatkan ekosistem alam. HKAN juga mengkampanyekan pentingnya konservasi alam bagi kesejahteraan masyarakat.

Setiap tahun, Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) selalu memperingati hari besar tersebut dengan agenda khusus dari KLHK. Tahun ini, peringatan HKAN diadakan di area Taman Wisata Alam Laut (TWAL) Teluk Kupang dan Pantai Lasiana, Kupang, Nusa Tenggara Timur (NTT).

Timbul Batubara, Kepala Balai Besar Konservasi Sumber Daya Alam (BBKSDA) NTT, mengatakan bahwa HKAN menjadi momentum untuk mengajak masyarakat berperan aktif dalam menjaga merupakan momen strategis untuk mengajak masyarakat guna berperan aktif dalam menjaga keanekaragaman hayati, kawasan konservasi dan lingkungan hidup.

Menurut Timbul, peringatan HKAN 2021 di NTT sangat tepat karena secara geografis keberadaannya yang penting bagi penyebaran dan keberlangsungan satwa liar endemik di wilayah Walacea.

NTT memang dikenal sebagai daerah dengan tipe hutan savana dengan kemarau dan musim penghujan yang kontras. Di sana, terdapat 4 taman nasional, 12 taman wisata alam, 6 cagar alam, 8 suaka margasatwa, dan 2 taman buru (kawasan hutan konservasi yang bisa dimanfaatkan untuk mengakomodir wisata berburu).

Pada puncak peringatan HKAN 2021 akan ada berbagai kegiatan seperti jambore, pameran budaya dan konservasi alam, lomba foto dan video, penanaman pohon cendana, bedah buku, hingga atraksi seni dan budaya.

"HKAN 2021 di Provinsi NTT adalah media yang menggambarkan sinergisitas pembangunan konservasi sumber daya alam hayati dan ekosistem oleh parapihak. Tujuan yang ingin dicapai dari event ini adalah promosi objek daya tarik wisata alam khususnya di NTT sebagai bagian dari destinasi wisata kelas dunia, serta menjadi katalisator peningkatan kesadaran masyarakat terhadap konservasi. Dengan demikian hutan lestari dan masyarakat sejahtera bukan menjadi hal yang mustahil," ujar Timbul, seperti dikutip dari laman resmi KLHK.

Rongkop dan Plumbungan, Dua Lokasi Kampung Anggur di Yogyakarta

Berlangsung mulai 22 - 24 November 2021

Puncak peringatan HKAN 2021 telah resmi dibuka dan akan berlangsung selama tiga hari, dari 22-24 November 2021 secara hybrid. Kali ini, tema yang diangkat adalah “Bhavana Satya Alam Budaya Nusantara: Memupuk Kecintaan pada Alam dan Budaya Nusantara". Pemilihan tema ini sekaligus menjadi ajakan untuk masyarakat agar semakin mengenal alam dan cinta pada budaya yang ada di sekitar kawasan wisata alam.

Kali ini, acara puncak peringatan HKAN 2021 juga diadakan bersamaan dengan Jambore Konservasi Alam dan Festival Taman Nasional & Taman Wisata Alam (FTNTWA).

Sekretaris Direktorat Jenderal Konservasi Sumber Daya Alam dan Ekosistem Suharyono mengatakan bahwa inilah saatnya masyarakat sebagai pelaku utama dalam pengelolaan konservasi dan budaya.

"Pelibatan masyarakat adat perlu ditingkatkan, budaya dan kearifan lokal menjadi modal utama dalam mengatasi krisis akibat Pandemi Covid-19 melalui pengembangan wisata alam," ujar Suharyono.

Dengan melibatkan masyarakat untuk pengembangan pariwisata alam, KLHK berharap bahwa akan terciptanya pariwisata alam berkualitas dan berkembangnya wellness tourism. Dampaknya, durasi tinggal wisatawan pun dapat meningkat.

Pada hari pertama rangkaian puncak peringatan HKAN 2021, dimeriahkan oleh pemutaran film "Sun On The Lake" dan "The Promise". Sedangkan pada hari kedua, diadakan acara bedah buku yaitu “Menuju Digital Society (Masa Depan Ras Manusia dan Transformasi Digital Konservasi Alam)” dan “Senandung Merdu Punggawa Taman (Kisah Para Pendamping Desa Sekitar Kawasan Konservasi)”.

Pohon Jati Kluwih, Petilasan Sunan Kalijaga yang Dipercaya Berusia 500 Tahun

Jambore

Pada hari kedua peringatan puncak HKAN 2021, diadakan jambore konservasi alam. Tujuan dari kegiatan ini diharapkan agar para peserta bisa semakin mencintai Indonesia dan belajar bagaimana mengelola kawasan ekowisata dengan baik dan memperhatikan prinsip-prinsip konservasi.

Para pesertanya dibagi menjadi dua kelompok dengan mengikuti kegiatan field trip ke lokasi KHDTK (Kawasan Hutan Dengan Tujuan Khusus) Oesonbai dan Persemaian Permanen BPDAS Benain Oelnima.

Di KHDTK, para peserta jambore diberikan pemaparan terkait eduwisata pengangkaran ex situ satwa liar jenis rusa timor, kura-kura leher ular dan burung endemik Myzomela Rote. Tujuan dari penangkaran ex situ ini adalah menjaga dari kepunahan yang ada di alam.Peserta juga diajak ke persemaian permanen untuk belajar mengenai penyediaan bibit untuk masyarakat umum.

Di persemaian permanen ini terdapat berbagai bibit siap tanam, mulai dari jenis salam, trembesi, gemelina, flamboyan, pinang, sengon, kelor, jambu kristal, kemiri, mahoni, tobubuya, beringin, cendana, mangga, dan manggis.

Setelah itu, kegiatan dilanjutkan dengan mengunjungi Pantai Tablolong di Desa Tablolong, Kecamatan Kupang Barat. Pantai yang memiliki keindahan berupa hamparan pasir putih ini diapit oleh Pulau Rote dan Timor. Pantai Tablolong juga kaya akan biota laut dan menjadi penghasil rumput laut terbesar di NTT.

Melihat Kehidupan Masyarakat Desa Agraris di Lembang Nonongan Toraja Utara

Festival Taman Nasional dan Taman Wisata Alam

FTNTWA berlangsung selama tiga hari bersamaan dengan momen HKAN 2021. Di acara yang satu ini ditampilkan berbagai potensi wisata dari Taman Nasional dan Taman Wisata Alam Indonesia. Di antaranya ada Taman Nasional Kelimutu, Taman Nasional Komodo, Taman Nasional Matalawa, Taman Nasional Bali Barat, Taman Nasional Lore Lindu, Taman Nasional Teluk Cenderawasih, Taman Nasional Manusela, Taman Nasional Betung Kerihun Danau Sentarum, dan Taman Nasional Bukit Baka Bukit Raya.

Festival ini merupakan salah satu ajang promosi yang dilakukan guna mengoptimalkan potensi-potensi yang ada dan agar masyarakat lebih mengenal Kawasan konservasi. FTNTWA juga menjadi sarana untuk memperkenalkan berbagai destinasi wisata alam yang ada di Indonesia kepada masyarakat lokal dan domestik.

Masyarakat bisa mengunjungi berbagai booth di acara ini secara daring melalui laman festivaltamannasionaltwa.com.

Jika Anda tertarik untuk membaca tulisan Dian Afrillia lainnya, silakan klik tautan ini arsip artikel Dian Afrillia.

Terima kasih telah membaca sampai di sini