Ketahui 5 Dompet Digital Paling Banyak Digunakan di Indonesia 2021

Ketahui 5 Dompet Digital Paling Banyak Digunakan di Indonesia 2021
info gambar utama

Cashless sudah menjadi istilah paling lazim yang diketahui masyarakat karena terbukti penggunaannya efisien hingga mempermudah aktivitas sehari-hari. Secara definisi, cashless merupakan sistem pembayaran tanpa menggunakan uang tunai dan mengacu pada pembayaran secara digital.

Sistem pembayaran digital yang praktis ini sudah cukup lama diterapkan di Indonesia karena masing-masing individu tidak lagi memerlukan membawa banyak uang tunai. Selama pandemi Covid-19 masuk ke Indonesia, pemerintah pun kian menggiatkan penerapan cashless agar mengurangi adanya kontak fisik yang terjadi ketika transaksi pembayaran dilakukan.

Dompet digital (eWallet) merupakan salah satu bentuk implementasi dari cashless, di mana saat ini Indonesia sudah memiliki lebih dari 10 dompet digital. Secara sederhana, dompet digital berfungsi untuk melakukan ragam transaksi pembayaran baik melalui transfer atau pindai kode QR, setelah penggunanya sudah mengisi saldo di dompet digital tersebut.

Berkaitan dengan hal tersebut, lembaga riset pasar Kadence International melakukan survei bertajuk “Digital Payment and Financial Services Usage and Behavior in Indonesia” yang rilis pada Agustus 2021. Survei dilakukan secara daring oleh 1.000 responden yang sebagian besar berasal dari Jabodetabek (40 persen), lalu Surabaya (20 persen), Makassar, Palembang, Bandung, dan Medan (10 persen).

Survei dilakukan selama satu bulan sebelum akhirnya dipublikasikan dengan meneliti pola perilaku pengguna aktif pada platform dompet digital di Indonesia, di mana perbandingan antara responden wanita dan laki-laki adalah 55:45.

Dalam survei ini, Kadence International lebih memfokuskan kepada 5 eWallet yang dinilai cukup populer dan memiliki banyak pengguna aktif di Tanah Air. Kelima eWallet tersebut di antaranya OVO, GoPay, ShopeePay, DANA, dan LinkAja.

Berikut kami sajikan daftar 5 eWallet yang paling populer dan banyak digunakan di Indonesia 2021

Persentase dompet digital yang digunakan di Indonesia © GoodStats

Geliat Ekonomi Jelang Lebaran, Dompet Digital dan Minimarket Dorong Transaksi Cashless

1. OVO (31 persen)

OVO menjadi eWallet yang paling banyak digunakan baik untuk keperluan transaksi online maupun offline dengan perolehan sebanyak 31 persen. Sebagai dompet digital yang berada di puncak peringkat, hasil survei juga menunjukkan bahwa OVO berhasil mencapai angka hingga 96 persen dari segi kesadaran merek dan meraih persentase 71 persen dalam indikator pengguna aktif baru (satu bulan terakhir).

Melansir pada antaranews.com, menanggapi hal tersebut, Head of Corporate Communication OVO Harumi Supit memaparkan bahwa hal tersebut dapat didasari dari kemampuan OVO yang berhasil meningkatkan transaksi merchant online hingga 76 persen pada semester pertama di tahun 2021. Ditambah, pada hasil studi CORE Indonesia juga menunjukkan bahwa UMKM terbantu oleh ekosistem yang dimiliki OVO dengan porsi hingga 82 persen.

2. GoPay (25 persen)

Layanan pembayaran yang berbasis dari aplikasi Gojek ini menduduki peringkat ke-2 dengan perolehan mencapai 25 persen. Untuk aspek kesadaran merek dan pengguna aktif sendiri angkanya tidak terlalu jauh dengan OVO, di mana masing-masing mencatat persentase 95 persen dan 64 persen.

Baru-baru ini, demi memastikan jaminan perlindungan keamanan transaksi digital, GoPay menggaet Badan Perlindungan Konsumen Nasional (BPKN) dengan langkah mengedukasi masyarakat tentang hak perlindungan konsumen dan cara untuk mengklaim hal tersebut.

Tidak hanya itu, GoPay juga meluncurkan program perlindungan Jaminan Saldo Kembali, yang merupakan bagian dari program #AmanBersamaGoPay untuk mengoptimalkan perlindungan keamanan ekstra dan kenyamanan bagi pengguna Gojek dan GoPay. Program tersebut akan mengembalikan saldo GoPay termasuk limit GoPayLater kepada pengguna yang hilang akibat penyalahgunaan akun Gojek di luar kendali pengguna.

3. ShopeePay (20 persen)

Dompet digital yang belum genap berusia dua tahun ini mampu menempati peringkat ke-3 dengan persentase 20 persen. Pada hasil survei juga menunjukkan bahwa dominasi penggunaan ShopeePay yang melalui transaksi online adalah untuk belanja online (84 persen) dan top-up melalui gadget (80 persen).

Mengutip keuangan.kontan.id, ShopeePay berhasil mencatat peningkatan jumlah transaksi di minimarket sebesar 143 persen hingga periode satu semester tahun 2021 dibandingkan pada semester dua 2020.

Lebih rinci, penggunaan per orang terhadap ShopeePay juga diketahui meningkat hingga 60 persen pada periode waktu yang sama.

Head of Campaigns and Growth Marketing ShopeePay, Cindy Candiawan menjelaskan progres yang diraih ShopeePay disebabkan oleh variasi kampanye promo yang menarik bersama merchant dari berbagai kategori guna mendukung produktivitas masyarakat terkhusus selama di rumah.

"ShopeePay berkomitmen untuk terus fokus menyediakan akses layanan pembayaran digital yang mudah, aman, dan memuaskan bagi masyarakat di seluruh wilayah di Indonesia," jelasnya.

Tumbuh Pesat di Indonesia, Pembayaran Digital ShopeePay Lakukan Inovasi

4. DANA (19 persen)

Meskipun menempati peringkat ke-4, pada sajian hasil survei milik YouGov menunjukkan bahwa DANA menjadi dompet digital yang paling menarik banyak minat kepercayaan masyarakat. Selain itu, jika dilihat dari segi pertumbuhan jumlah pengguna, DANA secara konsisten melakukan pencatatan terutama untuk periode Maret 2021 hingga akhir kuartal II 2021.

Melansir tranasia.com, dompet digital dengan total 80 juta pengguna ini secara stabil menunjukkan tren pertumbuhan positif dalam jumlah pengguna, di mana pada kuartal II 2021 tumbuh hingga mencapai 40 persen. Pertumbuhan jumlah pengguna DANA berasal dari bertambahnya jumlah pengguna di kalangan muda dengan rentang usia 18-24 tahun dan kalangan usia di atas 35 tahun.

Disamping itu, pada akhir Agustus lalu, DANA resmi meluncurkan pembaruan versi baru DANA v2.0 untuk lebih menyederhanakan fitur untuk kirim uang. Pembaruan yang dilakukan yaitu ada pada DANA Home, di mana tampilan halaman awal DANA menjadi lebih rapi.

Selain itu, versi terbaru DANA juga mengubah fitur kirim uang dengan langkah yang lebih sederhana, dengan cara pembaruan pada kolom pencarian untuk transfer sehingga lebih praktis, serta menampilkan sejumlah transaksi yang terakhir dilakukan.

5. LinkAja (4 persen)

Terakhir, peringkat ke-5 ditempati LinkAja dengan perolehan 4 persen. Kendati menempati peringkat 5, namun LinkAja berhasil mendominasi untuk jenis transaksi online dibandingkan keempat dompet digital lainnya dengan perolehan poin 6,1.

Dompet digital yang bermula hadir untuk menggantikan aplikasi TCash milik Telkomsel juga meraih poin tertinggi kedua setelah ShopeePay untuk transaksi online pesan makanan. Hasil survei juga menunjukkan bahwa LinkAja merupakan aplikasi yang paling mudah digunakan dibandingkan lainnya dengan persentase 79 persen.

Selain itu, demi memudahkan akses para penggunanya terhadap layanan keuangan digital berbasis syariah, baru-baru ini LinkAja bekerja sama dengan Muslimat Nahdlatul Ulama (NU) dan Paybill. Hasil kerja sama ini nantinya bakal menciptakan platform layanan syariah LinkAja dan membantu memfasilitasi masyarakat umum yang belum mendapatkan akses perbankan, khususnya layanan keuangan digital berbasis syariah.

Catat Rating Tertinggi, LinkAja Sukses Jadi E-Wallet Terbaik di Indonesia

Jika Anda tertarik untuk membaca tulisan Dinda Aulia Ramadhanty lainnya, silakan klik tautan ini arsip artikel Dinda Aulia Ramadhanty.

DR
IA
Tim Editor arrow

Terima kasih telah membaca sampai di sini