4 Jenama Sepeda Lokal yang Kualitasnya Mampu Bersaing dengan Produk Internasional

4 Jenama Sepeda Lokal yang Kualitasnya Mampu Bersaing dengan Produk Internasional
info gambar utama

Di masa pandemi, orang-orang terus fokus dalam menjaga kesehatan tubuhnya. Tak hanya mengonsumsi makanan sehat dan vitamin, olahraga juga menjadi hal yang penting untuk meningkatkan kekebalan tubuh.

Bersepeda menjadi salah satu olahraga yang hit di masa pandemi ini. Selain untuk olahraga, orang-orang juga menjadikan kegiatan bersepeda sebagai hiburan sekaligus menjadi moda transportasi untuk bepergian ke berbagai tempat. Banyak pula orang yang bersepeda untuk mengusir kejenuhan karena adanya pembatasan sosial membuat masyarakat tidak leluasa untuk bepergian.

Bersepeda tentunya menjadi tren yang positif di tengah pandemi. Pun, meski tren akan memudar seiring waktu, kegiatan bersepeda tentu bisa tetap dilakukan kapanpun dan tak lekang oleh waktu.

Bagi yang sedang mencari sepeda, berikut rekomendasi merek-merek sepeda lokal yang kualitasnya mampu bersaing dengan jenama internasional.

Polygon

Salah satu jenama sepeda lokal yang terkenal dengan kualitasnya adalah Polygon Bikes. Merek sepeda ini telah berdiri sejak tahun 1989 dan berasal dari Sidoarjo, Jawa Timur. Sejak tahun 2010, Polygon Bikes telah melebarkan sayap ke pasar internasional dan sepeda buatan lokal ini sudah tersebar ke 33 negara, termasuk Australia, Inggris, dan Amerika Serikat.

Polygon telah melakukan berbagai inovasi yang diakui dunia seperti Floating Suspension System di tahun 2012 dan tren Enduro-All Mountain pada tahun 2016.

Saat ini, Polygon Bikes juga memiliki 300 jaringan mitra di Indonesia dan lebih dari 650 outlet di luar negeri. Keberhasilan dalam menembus pasar internasional salah satunya karena konsistensi Polygon dalam produksi sepeda, yang tak hanya untuk alat transportasi, tetapi untuk kebutuhan gaya hidup serta fokus pada penentuan desain dan kualitas sehingga mampu bersaing dengan merek-merek dari luar negeri.

Bermodalkan Sepeda, Kakek Berusia 74 Tahun Bawa Perpustakaan Keliling di Purwakarta

United

Jenama sepeda United juga bukanlah pemain baru, merek ini sudah ada di Indonesia sejak tahun 1991. Produk-produk yang dihadirkan United antara lain sepeda gunung, sepeda lipat, road bike, BMX, sepeda anak, dan sepeda touring. Dari tahun ke tahun, United selalu mengembangkan varian sepeda dengan mengikuti tren dan teknologi terbaru.

United menjadi salah satu merek sepeda asli Indonesia yang dikenal inovatif, ramah lingkungan, beradaptasi dengan teknologi, serta telah menembus pasar mancanegara. Jenama satu ini sudah menjual produknya sampai ke Denmark, Spanyol, Italia, Portugal, dan Kanada. Pada tahun 2017 lalu, United berhasil mengekspor 10 ribu unit sepeda ke Spanyol.

Pada bulan November 2021 ini, United baru saja merilis sepeda lipat seri Plasm Matic yang punya fitur ganti gigi otomatis dengan harga Rp5 jutaan.

Sepeda yang Setia Mengantar Soekarno Menuju Indonesia Merdeka

Pacific

Merek sepeda Pacific yang berada di bawah naungan PT. Roda Pasifik Mandiri di Semarang, Jawa Tengah telah berkiprah di industri sejak tahun 1995. Dari tahun ke tahun, Pacific terus berinovasi dan menambah varian sepeda seperti sepeda lipat, sepeda gunung, BMX, hingga city bike.

Awalnya, Pacific mengeluarkan sepeda gunung dengan kelas menengah ke bawah. Namun, pada tahun 2018, Pacific pun melebarkan lini produksinya untuk menyasar pasar kelas menengah ke atas. Terbukti sepeda gunung buatan Pacific pun mendukung timnas balap sepeda di gelaran ASIAN Games tahun 2018.

Tahun ini, Pacific pun mengeluarkan seri terbarunya yaitu Pacific Splendid 100, sepeda lipat dengan harga Rp2,5 jutaan dan sepeda balap Pacific Whizz seharga Rp22 juta untuk para pebalap dengan frame dari bahan karbon ringan yang aerodinamis untuk memaksimalkan kecepatan.

Atlet BMX Gunakan Sepeda Buatan Gresik di Olimpiade Tokyo 2020

Element

Kemudian, ada merek sepeda Element di bawah naungan PT. Roda Maju Bahagia. Salah satu produk unggulan Element adalah sepeda gunung dengan desain menarik, berkualitas, tapi tetap terjangkau.

Element telah berdiri sejak tahun 2008 dan mengimpor sepeda dari Taiwan serta China. Baru pada tahun 2015 mereka membuka pabrik seluas 12 ribu meter di Tangerang kemudian bermigrasi menjadi perusahaan manufakturing sepeda.

Pada tahun 2019, perusahaan sepeda lokal tersebut mampu meraih penjualan sampai 150 ribu unit dan setiap harinya mereka bisa menghasilkan 850-1.000 unit sepeda. Kemudian, sepanjang tahun 2020 rekor penjualan mereka mendekati Rp1 triliun dan mayoritas berasal dari penjualan sepeda lipat.

Saat ini, penjualan sepeda Element tak hanya tersebar di seluruh penjuru Nusantara, tetapi sudah diekspor ke beberapa negara seperti Thailand, Singapura, Malaysia, India, dan Korea.

Jika Anda tertarik untuk membaca tulisan Dian Afrillia lainnya, silakan klik tautan ini arsip artikel Dian Afrillia.

Terima kasih telah membaca sampai di sini