Menilik Upaya Pemerintah Perangi Kasus Diabetes di Indonesia

Menilik Upaya Pemerintah Perangi Kasus Diabetes di Indonesia
info gambar utama

Tercatat sudah hampir 14 hari pasca peringatan Hari Diabetes sedunia yang diperingati setiap tanggal 14 November. Pasca peringatan tersebut, banyak pihak termasuk pemerintah mulai gencar mengkampanyekan pencegahan terhadap penyakit diabetes.

Di Indonesia, penyakit diabetes merupakan salah satu penyakit mematikan yang cukup populer. Diketahui diabetes berada di peringkat ke-3 sebagai penyakit yang paling banyak dialami masyarakat Indonesia. Lebih lanjut, berdasarkan data klaim pasien Badan Penyelenggaraan Jaminan Sosial (BPJS) Kesehatan, diabetes juga berada dalam salah satu dari kelima penyakit paling umum yang terjadi di Indonesia.

Berkaitan dengan permasalahan tersebut, menurut laporan terbaru milik International Diabetes Federation (IDF) yang rilis beberapa waktu lalu, Indonesia tercatat menjadi salah satu negara pengidap diabetes terbanyak di dunia.

Sebagai informasi, penelitian IDF dilakukan dengan mencatat sebanyak 537 juta orang dewasa dari rentang usia 20-79 tahun. Hasil penelitian tersebut memperoleh banyak kesimpulan salah satunya yaitu 4 dari 5 orang pengidap diabetes berasal dari negara berpendapatan rendah dan menengah, dengan persentase 81 persen.

Waspada Diabetes, Penyakit Mematikan Nomor 3 di Indonesia 

5 negara dengan pengidap diabetes terbanyak di dunia

Menurut sajian data (IDF), China berada di peringkat teratas dengan 140,87 juta pengidap. Angka tersebut telah meningkat sebanyak 50 juta lebih dari data terakhir pada tahun 2011 yang memiliki jumlah 90 juta kasus diabetes.

Peningkatan yang cukup signifikan oleh negeri tirai bambu ini diketahui karena adanya kelonjakan kasus yang terjadi pada anak muda. Seorang ahli endokrinologi di Rumah Sakit Guang’anmen Tong Xiaolin mengungkapkan, bahwa masyarakat muda di China semakin banyak terdiagnosis diabetes yang dipicu oleh pola makan buruk dan minimnya kegiatan aktivitas fisik.

Selanjutnya, dua negara Asia yaitu India dan Pakistan menempati peringkat 2 dan 3 dengan masing-masing mencatat 74,19 juta dan 32,96 juta pengidap diabetes. Adapun Amerika Serikat mengisi posisi ke-4 dengan total 32,22 juta pengidap

Disamping itu, Indonesia berada di peringkat ke-5 dengan jumlah pasien 19,47 juta jiwa dari total penduduknya sebesar 179,72 juta. Jumlah tersebut mengindikasikan bahwa prevalensi diabetes di Indonesia mencapai angka 10,6 persen.

Menanggapi hal tersebut, Wakil Menteri Kesehatan RI, Dante Saksono mengungkap bahwa Maluku Utara menjadi provinsi penyumbang terbanyak kasus diabetes di Indonesia.

“Maluku Utara menempati angka kasus tertinggi penyakit diabetes atau kencing manis di Indonesia, di mana hampir seperempat populasi disana menderita penyakit tersebut,” ungkapnya menukil kompas.com.

Selain Maluku Utara, Dante juga tuturkan bahwa ibukota DKI Jakarta adalah provinsi lainnya yang cukup memiliki banyak kasus diabetes. Pernyataan tersebut dilandasi dari survei kesehatan yang dilakukan Kementerian Kesehatan (Kemenkes) RI yang menyebutkan bahwa sebesar 14 pasien obesitas berada di Jakarta.

“Di Jakarta, sekitar seperempat orang mengalami hipertensi, obesitas, diabetes. Untuk ibu-ibu lebih banyak alami metabolisme sindrom. Jumlah tersebut juga masih memungkinkan untuk terus meningkat, menimbang kebiasaan hidup tidak sehat yang dijalani masyarakat,” tuturnya.

Menurut health.kompas.com, obesitas merupakan salah satu faktor paling umum penyebab terkena diabetes tipe 2, yang diyakini dapat menyumbang hingga 80-85 persen. Menurut penelitian terbaru juga menunjukkan bahwa orang gemuk memiliki kemungkinan hingga 80 kali untuk mengembangkan diabetes tipe 2 dibandingkan orang yang memiliki berat badan ideal.

Kelompok Mahasiswi Asal Jogja Olah Kulit Salak Jadi Permen Anti Diabetes

Upaya pengendalian penyakit diabetes di Indonesia

Penyakit yang juga dikenal dengan istilah diabetes mellitus telah menjadi salah satu permasalahan kesehatan global yang dikhawatirkan seluruh negara di dunia dan merupakan persoalan yang sulit untuk dihindari.

Dalam upaya pengendalian penyakit diabetes di Indonesia, Kemenkes bersama stakeholder terkait saat ini sedang menyusun peta jalan (roadmap) diabetes, yang nantinya akan membantu mengoptimalkan pengendalian diabetes di Indonesia. Peta jalan tersebut akan berisi berbagai program tematik dan diharapkan akan segera direalisasikan.

“Roadmap diabetes akan kita selesaikan segera. Pada hari ini, 15 November 2021 saya canangkan bahwa roadmap diabetes tersebut sudah mulai mempercepat proses pengerjaannya," ujar Dante mengutip merdeka.com.

Peta jalan tersebut dibagi atas penanganan di sektor hulu hingga hilir melalui strategi promotif, preventif, dan surveilans. Upaya promotif dan preventif yaitu mengajak masyarakat menerapkan pola hidup yang baik seperti diet rendah gula dan rendah garam, serta edukasi screening kesehatan.

Kemenkes juga giat mengedukasi masyarakat tentang kampanye pola hidup bersih dan sehat melalui slogan PATUH dan CERDIK. Gerakan masif tersebut bertujuan untuk meningkatkan kualitas hidup para penderita diabetes dan juga untuk mengendalikan jumlah penderita diabetes di Indonesia.

Tak berhenti sampai disitu, Kemenkes juga berkolaborasi bersama BPJS Kesehatan meluncurkan program Kebutuhan Dasar Kesehatan (KDK), di mana berperan memfasilitasi masyarakat untuk memeriksa gula darah secara rutin yang ditanggung biayanya oleh negara.

Sedangkan upaya untuk tahap hilir atau pengobatan membutuhkan upaya screening demi langkah cegah dini sebelum timbulnya penyakit komplikasi yang dipicu gula darah seperti stroke, serangan jantung, gagal ginjal, amputasi, maupun faktor lainnya.

"Dengan upaya maksimal di hulu, kita akan hemat biaya pengobatan komplikasi. Supaya biaya akumulasi di luar penyakit diabetes bisa ditekan. Mengobati diabetes dari awal jadi sangat penting," jelas Dante melansir republika.co.id.

Dante juga terangkan bahwa pengidap diabetes dapat terkontrol asalkan berhasil lakukan akses perawatan lebih dini. “Kalau kita berhasil melakukan akses untuk perawatan diabetes lebih dini, orang dengan diabetes dapat hidup normal, lalu pengidap diabetes yang terkontrol juga bisa hidup lebih berkualitas dibandingkan mereka yang tidak terkendali diabetesnya,” imbuhnya.

Sederet upaya pengendalian tersebut diharapkan mampu menekan angka pengidap diabetes di Indonesia, sehingga memungkinkan masyarakat untuk hidup lebih sehat dan berkualitas.

Gula Sorgum Indonesia yang Bagus bagi Penderita Diabetes

Jika Anda tertarik untuk membaca tulisan Dinda Aulia Ramadhanty lainnya, silakan klik tautan ini arsip artikel Dinda Aulia Ramadhanty.

DR
IA
Tim Editor arrow

Terima kasih telah membaca sampai di sini