Ubi Cilembu, Si Ubi Manis Asal Sumedang

Ubi Cilembu, Si Ubi Manis Asal Sumedang
info gambar utama

Saat bosan mengonsumsi nasi, mungkin Kawan akan mencoba mencari alternatif sumber karbohidrat lain yang bisa menggantikan nasi tersebut. Selain jagung, kentang, dan ketela, salah satu yang bisa Kawan jadikan sebagai opsi pengganti nasi tersebut adalah ubi cilembu.

Ubi cilembu atau yang memiliki nama lain ubi madu merupakan kultivar ubi jalar lokal yang berasal dari Desa Cilembu, Kecamatan Pamuliah, Sumedang, Jawa Barat. Ubi cilembu telah ada sejak tahun 1990 dan hanya ada di Indonesia.

Ubi cilembu dikenal baik oleh masyarakat, lantaran memiliki rasa manis alami yang nikmat. Rasa manis dari ubi cilembu didapat dari kondisi dan karakteristik tanah di Sumedang, serta kandungan unsur hara yang sangat cocok dengan pertumbuhan ubi cilembu. Bahkan, konon katanya ubi cilembu ini hanya akan manis apabila ditanam di tanah Sumedang.

Melihat Kinerja Produksi Telur Itik Indonesia di Tengah Pandemi

Dari mana rasa manis Ubi Cilembu?

Manisnya ubi cilembu | Foto: Portal Jember
info gambar

Menurut penelitian Agustina Monalisa Tangapo dari Institut Teknologi Bandung, rasa manis dari ubi cilembu dipengaruhi oleh keanekaragaman dan populasi mikrobiologi, khususnya bakteri rizosfer dan endofit pada ubi cilembu. Hal ini pun menjadi salah satu faktor penyebab adanya perbedaan rasa manis, antara ubi cilembu yang ditanam di Desa Cilembu dan di luar Desa Cilembu.

Selain rasa manisnya yang diunggulkan, ubi cilembu juga banyak disukai karena tekstur dan manfaat yang dimilikinya. Ubi cilembu diketahui memiliki tekstur lembut, aroma harum, dan cairan manis seperti madu yang sangat menggoda menjadi keunggulan ubi ini. Hal tersebut akan terasa lebih jelas apabila ubi cilembu dimasak dengan cara dipanggang.

Sudah Pernah Coba? Ini Dia 5 Makanan Viral Masa Pandemi

Pemanggangan ubi cilembu merupakan salah satu cara untuk memaksimalkan citarasa yang dimiliki oleh ubi cilembu, dibandingkan dengan cara memasak lainnya. Hal ini disebabkan kandungan gula yang tinggi di dalam ubi cilembu.

Kandungan gula tersebut dapat membuat ubi menjadi mudah gosong apabila digoreng, sementara kandungan gula akan menurun apabila direbus sehingga mengurangi rasa manis ubi tersebut.

Ubi cilembu mengandung banyak vitamin

Ubi Cilembu | Blog Regopantes
info gambar

Meskipun memiliki kandungan gula yang cukup tinggi, ubi cilembu diketahui tidak akan menaikkan kadar gula di dalam tubuh sehingga tetap aman untuk dikonsumsi. Bahkan, ubi cilembu justru memiliki kandungan vitamin A, vitamin C, dan vitamin B6 yang baik untuk meningkatkan imun tubuh serta menjaga kesehatan, khususnya di masa pandemi seperti sekarang ini.

Warna kemerahan pada ubi cilembu juga menandakan adanya kandungan betakaroten di dalam ubi tersebut. Kandungan betakaroten ini berperan sebagai antioksidan yang mampu menangkal radikal bebas sehingga mencegah munculnya berbagai penyakit, seperti kanker, penuaan dini, dan penyakit berbahaya lainnya.

Mengonsumsi ubi cilembu hangat juga dipercaya mampu meredakan stress. Hal ini karena ubi cilembu diketahui mengandung mineral potasium yang dapat membantu melawan serta mengurangi stress. Ditambah, ubi cilembu juga mengandung zat besi yang bisa menjadi tambahan energi bagi tubuh.

Rongkop dan Plumbungan, Dua Lokasi Kampung Anggur di Yogyakarta

Selain itu, ubi cilembu juga diketahui sebagai makanan tinggi serat yang rendah kalori dan kolesterol. Oleh karena itu, ubi cilembu sangat cocok bagi Kawan yang sedang menjalankan diet makanan sehat. Dengan mengonsumsi ubi cilembu, Kawan tidak akan mudah merasa lapar sehingga dapat membantu Kawan menjaga nafsu makan.

Itulah beberapa hal mengenai ubi cilembu sebagai ubi jalar lokal asal Indonesia, yang bisa dijadikan opsi pengganti nasi sekaligus mendukung berlangsungnya program diversifikasi pangan. Apakah Kawan tertarik untuk mencobanya?*

Referensi:IDNTimes | Merdeka.com | Morulaivf Indonesia | Sindonews

View this post on Instagram

A post shared by GoodSide (@goodsideid)

Artikel ini dibuat oleh Kawan GNFI, dengan mematuhi aturan menulis di GNFI. Isi artikel ini sepenuhnya menjadi tanggung jawab penulis. Laporkan tulisan.

FE
KO
Tim Editor arrow

Terima kasih telah membaca sampai di sini